Skip to main content

Petualangan si Nana dan si Roady



Roady Michael Murray tersenyum lebar bahagia. Setelah sekian lama absen, akhirnya saya punya kesempatan untuk mengajaknya berkencan.


Hari itu hari Sabtu tanggal 11 April 2009

Hari libur dan hari yang paling mengasyikkan!
Mengapa? Karena saya dapat mengajak Roady jalan-jalan keliling kota Bandung.

Petualangan ini tidak kami lakukan hanya berdua saja. Namun juga bersama 6 teman lainnya. Yaitu Biyan, Ibra, dan Atnan bersama pasangannya masing-masing.

Dimulai dari Gor Padjajaran, sampai ke jalan pandu. Kami berhenti sejenak dan mengisi perut kosong kami yang sudah teriak-teriak kelaparan. Nasi kuning yang sudah di Mak-Nyos kan oleh Pak Bondan itu memang sangatlah nikmat!

Setelah kenyang, kami pun brmm brmm lagi menuju entah kemana (belum jelas tujuannya). Seru sekali perjalanannya! Melewati perumahan-perumahan sederhana. Saat saya bertanya pada teman-teman saya, "eh, ini di daerah mana sihh?", saya pun kaget saat mendengar jawaban dari seorang ibu-ibu sambil berlalu, "padjajaraaan". Haha, saya malu sendiri jadinya, nanya ke siapa yang jawab siapa. Dasar ibu-ibu tukang nimbrung ahhh (kaya saya, ahha).

Perjalanan mengasyikkan itu kami lanjutkan sampai ke PT.DI. Waaaaaaaaaaaaa, jalannya mulus sekaliiiiiiiiiiiiiiiiii... Enak banget deh jalan-jalan bareng Roady ke daerah itu. Serasa jalan di jalanan luar negeri gituuuuuuuuu (tanpa bolong-bolong gtu maksutnya, hahaha). Sampai disitu, kami pun foto-foto dengan berlatar-belakang-kan gudang pesawat yang kemarennya kena kecelakaan (Turut berduka cita kepada para korban).

Oya, disetiap detik perjalanan kami, kami selalu menyiapkan tips and tricks untuk berjaga-jaga saat didatengin satpam atau petugas keamanan lainnya. Maklum, diujung jalan sebelumnya, ada tulisan "DILARANG MASUK TANPA IZIN". Kurang lebih begitulah. Jadi, kami pun memutar otak sambil tetap mengayuh.
"Langsung puter arah aja kalo nanti ada satpam"
"Bilang aja mau ini"
"Bilang aja mau itu"
dan sebagainya.

Haha, memang kami hanya terlalu parnoan aja kali ya, padahal mah boro-boro ada petugas.

Setelah foto-foto, perjalanan kami lanjutnya. Terus menyusuri jalanan indah di daerah PT.DI tersebut. Lumayan banyak hal yang menarik yang kami temukan di daerah ini. Mulai dari rumah tua besar yang dulunya merupakan tempat main Biyan (hehe), mengintip bapak-bapak satpam latian beladiri (ada banyak banget tu yang males-malesan, hehe), usaha jumping ke trotoar yang gagal total (HAHAHAHHAA, ini ulahnya biyan nih), dan lain-lain (susah nih nyeritainnya disini).

Perjalanan kami akhirnya berakhir dengan tujuan rumah Acid. Rute kami pun melalui jalan Pasteur - Taman sari (motong ciwalk) - Sulandjana (didaerah ini Biyan berulah lagi! haha, dia nyerempet mobil orang yang lagi mundur, hahaha.) - Tronojoyo (mampir dulu ke TOTAL BUAH buat minum jus asoi sambil nemenin Ibra beli buah buat sogokan ke ibunya Acid, ahhahaha) - Jalan daerah SMA 20 - Supratman - Muararajeun Baru - Katamso (mampir ke rumah biyan) - Pahlawan - Jalan Suci - Jalan Cikutra - Rumah Acid.

Ya, sayangnya saat ini saya tidak dapat menceritakan secara detail keasyikan "Quartet Date" (kencan berempat) ini. Yaaa, kalo mau tau keasyikannya, ikut aja petualangan kami!
Setiap hari Minggu pukul set.8 pagi (kumpul nya ga pasti dimana). Yang mau ikut, hubungin saya aja yaaaaaaaa....

Ciao!

Nana







Comments

Astrid Reniza said…
yang minggu depan ikut ahh..
bagus cid!
ayo ayo.. ahhahaa.. makin rame makin asik..
tapiii, kalo 5an berarti apa date dong? hihiw

Popular posts from this blog

Mahasiswa

"Mahasiswa itu banyak bohongnya, bu"

Begitulah kira-kira yang dikatakan oleh seorang petinggi di kampus kepada ibu saya.
Yaa, mahasiswa memang banyak sekali akalnya. Mulai dari cara mendapatkan nilai bagus dengan "cara anak sma" banget, sampai-sampai ada yang melakukan hal yang dapat SANGAT merugikan orang-orang yang jujur.

Dan hal itu terjadi pada saya.
Sebenernya sih saya sudah tidak mau lagi membahas masalah ini. Tapi karena satu dan lain hal, akhirnya saya memutuskan untuk menuliskannya di blog curhat ini.
Waktu itu, saat Ujian Tengah Semester hari kedua (Teori-teori Politik), saya mendadak tidak enak badan. Awalnya hanya pusing dan pegel-pegel aja.
Kemudian berlanjut ke demam tinggi dan sampai pada kesimpulan kalo saya terkena CAMPAK.
Wow. sangat menyebalkan sekali.
Sakit itu datang tidak pada waktunya.
Tapi mau gimana lagi? Saya tidak bisa menolaknya, toh karena walaupun saya tidak mau terkena campak, saya akan tetap terkena itu kan?

Akhirnya karena merasa tidak kuat, …

Lupa Telah Bersuami

Kehidupan rumah tangga ini sepertinya akan sangat menyenangkan dan penuh tantangan. 
Kenapa? Karena saya menghabiskan setengah bulan di Yogyakarta, bersama suami, dan setengah bulan tanpa suami di Bandung.
***
Pertengahan sampai akhir Maret lalu, saya di rumah suami. Suatu hari, saya kedatangan tamu dari kampung sebelah, Keke Ode Naomi, yang adalah teman suami juga. Tepat ketika Keke datang, suami saya sedang pergi melatih merpati-merpati kesayangannya untuk terbang. Kami pun memutuskan untuk pergi ke tempat bakso favorit saya, Bakso Ronayan.
Saat menguyah bakso, sebenarnya saya sempat berpikir, "Hmmm, kayanya bisa sih dibungkus dan dibawa pulang baksonya. Eh, tapi nanti kemakan ngga ya?". Sayangnya, pemikiran itu hanya muncul sekali saja, lantas saat saya dan Keke asyik bercerita tentang hal-hal yang menarik bagi wanita, saya seketika lupa untuk membawa pulang bakso tersebut untuk suami.
Begitu tiba di rumah, dan suami sudah pulang, saya dengan wajah berseri cerita ke suam…

Pekerjaan Impian

Beberapa menit lalu tidak sengaja membaca sebuah tulisan dari temannya teman. Topik menarik dengan sebuah pertanyaan yang menyentil "What is your dream job?". Jika pertanyaan tersebut dilontarkan kepada saya beberapa tahun silam, mungkin akan sulit untuk menjawabnya. Banyak sekali yang saya minati, dan banyak juga yang saya inginkan. Saya ingin menjadi penulis, ingin juga menjadi fotografer, lalu juga ingin menjadi pemilik agen travel. Beberapa pekerjaan yang saya impikan secara serius salah satunya adalah keliling dunia menonton konser-konser musisi hebat dan mendokumentasikannya. Saya ingin menjadi fotografer panggung.Tahun demi tahun berlalu, kisah demi kisah terlewati. Ada pengalaman baru yang membuat mimpi tersebut menjadi berkembang. Berkembang ke arah tidak terlalu ngoyo alias saya pasrahkan mimpi tersebut dengan pemikiran, yang penting saya mengerjakan sesuatu yang memang saya senangi. Beruntung, di tahun 2013 awal, saya sempat bekerja paruh waktu sebagai reporter ku…