Skip to main content

Posts

Showing posts from 2010

Trio

Suatu malam di akhir bulan Desember yang dingin, terlihat dua orang pemuda dan seorang gadis sedang duduk di salah satu rumah makan di pinggiran kota. Terlihat raut wajah yang letih di ketiganya. Namun mereka seperti tidak mendalami keletihannya, mereka tetap mengobrol seru. 
Berawal dari ngobrol-ngobrol kecil, berujung pada pembicaraan yang lebih serius lagi. Refleksi diri, itu yang mereka bicarakan. Obrolan itu diangkat oleh salah satu pemuda yang ada di meja tersebut. Pemuda itu mengumpamakan dirinya sebagai lingkaran. Dimana lingkaran tersebut mempunyai titik nya masing-masing. Mengapa kami bisa berkumpul bertiga malam itu? Karena titik kami sedang menyatu. Begitulah menurutnya yang terjadi dalam hidup, lingkaran itu berputar terus, suatu waktu kita akan berada pada titik yang sama, di waktu yang lain, titik kita bisa berada saling berjauhan. Apakah titik yang sudah dipertemukan bisa kembali lagi? Dia berkata, No one knows
Sang gadis pun terlihat sangat berpikir. Bagaimana dia bis…

Kucing Kuning Malang

Saya sedang mencari tempat duduk untuk menunggu seorang teman menyelesaikan aktivitasnya ketika saya menemukan kucing malang itu. Dia kucing dewasa berwarna kuning kecoklatan. Tampak jelas dari tampilannya, dia bukanlah kucing peliharaan yang diperhatikan. Mungkin saja dia kucing liar yang entah milik siapa. Saya melihat kesedihan di raut wajah kucing kuning tersebut. Oh, ternyata ada luka cukup besar di kaki kirinya. Tertatih-tatih dia beberapa kali ketika mencoba membenarkan posisi duduknya. Saya melihat adanya ketidaknyamanan yang sangat besar dalam diri kucing kuning tersebut. Sesekali ia mencoba merubah posisi duduknya, mencoba merebahkan badannya, kemudian bangkit kembali. Ah, dia sedang dirudung kegelisahan.
Entah kenapa terlintas pikiran dalam benak saya. Mengapa tidak kucing (atau hewan-hewan lainnya) saja yang dijadikan makhluk sosial? Mengapa harus manusia? Kucing itu terluka di kakinya, lukanya cukup besar dan dalam, namun ia tidak bisa membersihkan lukanya sendiri, memberi…

Garis Mati

GARIS MATI

Ilustrasi:







Bukan bukan, saya bukannya tiba-tiba mau menjadi psycho yang menulis tentang kekejaman, darah-darahan, atau hal-hal mengerikan lainnya. Ilustrasi diatas hanyalah sebuah perumpamaan tentang apa yang sedang saya alami belakangan ini. 
Kamu lihat sesosok garis yang berbentuk seperti orang diatas? Ceritanya dia sedang berada dalam perjalanan yang sangat panjang untuk mencapai sebuah tempat. Namun, ia tidak bisa terlalu santai dalam perjalanannya. Dia berkejar-kejaran dengan waktu, dia ditekan oleh waktu. Apabila dia berjalan terlalu santai, maka seperti yang saya ilustrasikan diatas, dia bisa saja tiba-tiba digiling oleh mobil yang melaju cepat ke arah yang bersamaan.
Namun, hal itu tidak akan terjadi apabila dia menggunakan waktu sebaik-baiknya dan tiba di tujuan sebelum mobil yang akan menggilingnya datang. 
Gunakan waktu kalian sebaik-baiknya.

Goresan Ekspresi

Bagaimana apabila kita mempunyai wajah yang polos, dimana kita yang bisa menghiasi nya dengan berbagai ekspresi sesuka kita? Sangat polos seperti kertas putih yang belum diwarnai atau digambari, tanpa hidung, mata, alis, bibir, bahkan jerawat yang melekat diatasnya.


Saat merasa sangat bersyukur, saya akan menggambarinya seperti ini,



Ketika saya sedih dan kecewa, saya akan menghiasi nya dengan seperti ini,




Ketika bahagia, ekspresi itu pun semakin terlihat, saya menggambarkannya seperti ini.




Sayangnya, ketika saya ingin kembali ke keadaan dimana wajah saya benar-benar polos, tanpa ekspresi sama sekali. Keinginan tersebut tidak dapat saya dapatkan seutuhnya.


Karena apa yang sudah saya goreskan sebelumnya, tidak bisa saya hapus secara sempurna. Semuanya berbekas, samar-samar bekas goresan ekspresi tersebut masih bisa saya lihat. Dia tidak seutuhnya polos, namun juga tidak seutuhnya tergambar.

Tidak hal yang seutuhnya sama.

ABA

Di sebuah rumah makan sederhana di pinggiran kota, terlihat tiga anak muda sedang duduk dan berbincang. Mereka terlihat serius sedang merancang masa depan mereka.
A : Saya semakin lama semakin tidak yakin. B : Kalau kamu tidak yakin, kesana-sana nya ga akan bener A : Entahlah, nanti saya pikirkan.
--------------
Di sebuah bioskop yang akan menayangkan sebuah film fiksi mengenai perjuangan anak-anak yang masih tergolong muda, terselip sebuah iklan ..
"Keyakinan awal kesuksesan"
---------------
Di dalam otak anak muda yang tidak memiliki keyakinan itu, "saya tidak bisa berpikir jernih"

---------------
Kesimpulan : Berhentilah ketika kamu benar-benar tidak tahu apa yang harus kamu lakukan. Berhenti sejenak, berpikir, kemudian pilihlah mana yang sekiranya paling baik untuk kamu dan juga orang lain.

Kawan Lama

Ceritanya saya sedang sangat merindukan seorang kawan lama. Dia adalah seorang kawan yang sangat menyenangkan. Tidak perlu waktu yang lama agar kami bisa duduk berlama-lama dan bertukar pikiran. Hanya sebentar proses perkenalan itu kami lewati. Meskipun cerita yang saya keluarkan tak sebanyak dia, namun saya selalu menantikan cerita-cerita menariknya. Hingga tiba-tiba dia pergi, tanpa kabar. 
Sampai saat ini saya tidak mengetahui dimana dia berada atau bahkan bagaimana kabarnya. Entah kapan saya akan bertemu dengan dia lagi.
Saya sangat merindukannya.

Menangis Di Ruang Ujian

Rabu, 8 Desember 2010, 3501, 14:30-15:15.

Ighe

Pada suatu hari Selasa di bulan Desember, kami menyiapkan sebuah pesta sederhana untuk seorang teman.


Namanya Ighe.




Baru kali itu saya melihat orang yang tampak seperti orang idiot ketika diberikan kejutan saat ulang tahunnya. Tak banyak kata yang keluar dari mulutnya, hanya beberapa kali segaris senyuman merekah di bibirnya. Dengan pandangan mata yang mencerminkan kebingungan, seperti anak kecil yang sedang dikelilingi orang-orang dewasa yang tidak ia kenal. Kebingungan, dan (mungkin) berpikir keras, apa yang harus ia lakukan setelah ini. Terlihat sedikit kegelisahan dalam mata itu, entah apa yang sebenarnya ia pikirkan.
Ketika saya ceritakan ke seorang teman tentang apa yang terjadi siang itu, teman itu berkomentar "Sangat jarang ia diberi 'kelembutan', biar dia merasakan kalau hatinya bisa juga terharu." 

Teman saya yang lain, berkomentar setelah membaca cerita saya ini, "Ighe adalah orang yang sangat perasa. Hanya saja, perasaannya memegang teguh panduan dunia…

Rise

Such is the way of the world
You can never know
Just where to put all your faith
And how will it grow

Gonna rise up

Burning black holes in dark memories
Gonna rise up
Turning mistakes into gold

Such is the passage of time

Too fast to fold
Suddenly swallowed by signs
Low and behold

Gonna rise up

Find my direction magnetically
Gonna rise up
Throw down my ace in the hole



Ost. Into The Wild

28 November 2010

O my God, thank you for your love today. Thank you for my family and all the friends you give to me. Guard me in the dark of night, and in the morning, send your light. Amen.


Today is a day, I turn into 23rd. 


I've got lots of surprises.

Lots of cakes.

Lots of gifts.



And also lots of loves.


I'm so grateful for today.

Berjalan Dengan Pikiran Kosong

Ini sudah angkutan umum ke delapan yang berhenti untuk aku naiki. Aku masih terus melakukan aksi menggelengkan kepala ke kanan dan kiri setiap sang supir menyapaku dengan suara cemprengnya. Aku terus melanjutkan perjalananku, melangkahkan kaki menelusuri jalan yang sudah tidak aku kenali lagi.
Pandanganku kebawah, melihat sepatu putih butut ku yang mulai sobek di pinggirannya. Sesekali aku tersenggol oleh pejalan kaki lainnya. Namun, pandanganku tetap ke bawah, hanya ketika menyebrangi jalan, aku menaikkan pandanganku. Tiba-tiba aku merasakan hangat di pipiku, pipiku berair, semakin lama tetesan air yang turun dari mata kecil ini semakin deras. Aku sudah tidak bisa menahannya.
Aku terisak, ini menyebabkan rasa penasaran besar, atau mungkin rasa khawatir dari orang-orang yang kutemui di jalanan. Beberapa orang terlihat berusaha menghampiriku untuk bertanya apa yang telah terjadi. Namun tak kuhiraukan, aku tetap terus berjalan sambil menunduk. 
Entah sudah berapa jam aku berjalan, kaki d…

Pesan Sang Hujan

Did we get too tight or let the mystery puzzle reveal itself?
Now that you have other plans we were even closer than I could tell
But I'm not crying
Familiar with these strange realities

How does the moon shine?
How does the wind howl?
I can't defy it
It's nothing to do with me
It's just another dead end mystery

I'm not crying
I'm not crying

When the late, last caustic days approach somebody so immaculate
Rain will pour and violins may sound from rooftops that touch the sky
But I'm not crying
To terms with such a trying destiny

How does the moon shine?
How does the wind howl?
I can't defy it
Now everyone suggests getting some sleep
As if that's gonna solve a dead end mystery

I'm not sleeping
I'm not sleeping
I'm not sleeping
(Sondre Lerche - Dead End Mystery)
Ketika kembali aku pikirkan apa yang salah selama ini. Apa yang terus menerus membuatku merindukan mentari yang masih dapat kutemui setiap saat aku bangun pagi. Sore ini hujan memb…

Just Another Phase

x : "summpeehh loo??" (volume mendekati maksimal) y : "bla bla bla" (volume minimal) x : "wah wah wah.. lu lucu banget" y : "bla bla bla"  x : "sumpah, gw shock, sumpah sumpah"
Saat itu waktu menunjukkan pukul (hampir) delapan pagi. Keadaan 3501, ruangan cukup besar yang bisa menampung lebih dari 100 mahasiswa tersebut, cukup riuh. Ada mahasiswa yang mati-matian menghafal untuk ujian, ada yang bergerombol sambil membicarakan hal yang, entahlah, mungkin lebih penting dari menghafal ulang pelajaran yang ada. Ada juga mahasiswa tingkat akhir yang berusaha keras untuk menghafal, namun yang ia dapatkan adalah ekspresi-ekspresi berlebih dari mahasiswa tingkat 2 yang berada di sekitarnya.
Waktu ujian pun kian mendekat, merasa sudah tidak kondusif lagi dalam menghafal, sang mahasiswa tingkat akhir itu pun mulai memasuki catatannya ke dalam sebuah tas merah di dekat kakinya. Dia pun mulai mengomentari prilaku-prilaku mahasiswa tingkat 2 yang ada di k…

waiting the sun shines on

"Rain, please give me back the sun!"
Bisa dikatakan saya bangun dengan senyuman. Meskipun bentuk itu tidak nyata tertempel pada bibir saya. Namun, dengan beberapa rencana yang sudah ditetapkan jauh hari sebelumnya, saya siap menjalani pagi ini dengan senyuman itu. 
Sebelum pada akhirnya masuk dalam tahap eksekusi, saya pun bersantai menikmati pagi sambil memantau kehidupan sosial dalam dunia maya. Sampai kemudian Ibu saya membawa kabar yang membuat senyuman tersebut pudar. 
"Hari hujan, kamu jadi pergi?"
Segera saya buka gorden jendela yang memang sangat jarang saya buka, untuk melihat kondisi dunia nyata. 
Mendung
Gerimis
Gelap
Tidak ada matahari yang bersinar cerah seperti beberapa hari kebelakang. Seolah menjadi seorang sagitarian, semenit lalu langit mempunyai mood yang baik, semenit kemudian moodnya berganti. Langit sedang bersedih pagi ini. Entah apa yang membuatnya begitu, karena yang saya tahu hanyalah dia menyembunyikan keceriaannya.
Saya tidak membenci hujan, tapi…

Untuk Kamu

Saya berpikir, beginikah cara kamu memperlakukan orang yang sempat kamu puja-puja? Bahkan, saat belum terlalu mengenalnya pun, seolah yakin bahwa dia lah yang tepat untuk kamu. Sampai pada akhirnya kamu menyadari, dia tidak merasakan hal yang sama.
Setelah akhirnya kamu semakin tersadar akan keterburu-buruan itu kamu pun pergi seakan tidak ada sesuatu yang telah terjadi. Kamu tidak sadar, apa yang kamu tinggalkan, menyisakan luka mendalam bagi yang lain.


Well I guess It wasn't Love, It was Lusts.

BELAKANGKA

Kalian tahu BELAKANGKA? Ini adalah sebuah band yang berasal dari kota Bandung, dimana personilnya adalah mahasiswa-mahasiswa Ekonomi tingkat akhir di salah satu universitas swasta di Bandung. Band yang diprakarsai oleh Aulia Fadil, I Gusti Ngurah Krisnu Maruti, Andriyanto Prabowo dan Dustin Wolff ini seringkali diidentikkan dengan band-band metal seperti Metallica, Slayer, ataupun Pantera. Namun, mereka menyebut genre musik mereka sebagai Metal Purbalaga. Ah, kalau kalian mau dan penasaran mengenai informasi lebih lengkap tentang BELAKANGKA, kalian coba search aja page mereka di facebook. Atau bisa juga lihat my space mereka.
Saya disini cuma mau memberikan informasi, saat ini telah dibuka pemesanan untuk kaos BELAKANGKA. 
Price: Rp. 70.000
Size: S, M, L, XL
Cotton 24s
Ordering : nana (085720001928)

Pre-order sampai dengan 9 Oktober 2010.

MARI DI PESAN !!! :)

Wisata Kota Bandung

Mungkin akan menjadi sangat menarik kalau saya membuat proyek ini secara serius. Proyek catatan singkat wisata kota bandung. Tapi sebelum jauh kesana, saya mau memamerkan beberapa hal menarik yang saya temukan di kota ini beberapa hari terakhir ini. :)


1. Es Krim Cold Stone (PVJ)  Ukuran medium harga 35.000  (dipotong 10rb kalau kalian membawa tiket bioskop yg ditonton hari itu) Saya memilih rasa banana dan vanilla dengan topping nya cookies asoi sekali.  Saya ingin makan es krim ini lagi.

2. Telur Tahu (PVJ)
Ukuran besar sekali, harga 17.000



3. Crayon's Craft & Co Tempat asoi sekali bagi orang-orang yang suka kerajinan tangan  dan ingin melihat miniatur-miniatur makanan. Harga barangnya cukup tinggi juga,  tapi dengan hanya melihat barang2 di dalam tempat ini,  saya cukup senang.

4. Menonton ST.12 Ini yang paling menakjubkan!  Sekali seumur hidup saya menyaksikan abang charlie yang digilai para wanita di tempat ini bernyanyi.  Wihhhh, kapan-kapan kalian harus mencobanya!  Walau tidak suk…

You and I

Your hands I can't hold
Your eyes I can't stare
You're the untouchable mankind

Your back I can't touch
Your smile I can't resist
I'm the unstoppable fool

Kalau Sudah Bekerja

Latar Belakang Masalah : Saya mulai merasa berpikir ketika abang-abang saya terus membayari saya makan makanan cukup  mahal bagi saya.


Saya : Bang, nanti deh, kalo adek udah kerja, adek traktir juga.
Abang : Aminnn.
Saya : Tapi ya kayanya gw sih ga traktir di tempat-tempat mahal gini sih..
Abang : Haha. Taunya di traktir di nasi goreng pinggir jalan tea..
Saya : (Berpikir) Hmmm... Yaaa, paling nasi goreng mangga lah.

Kesimpulan : Saya adalah adik yang pelit.

Larangan Penggunaan Alat Elektronik Dalam Pesawat

Bepergian dengan menggunakan pesawat, bukanlah sesuatu yang asing untuk saya. Bukan, bukan karena saya orang berduit (karena memang ayah saya yang berduit, hihi) atau alasan borjuis lainnya. Namun karena kebetulan, dari kecil saya memang harus pulang pergi Bandung - Pekanbaru dengan menggunakan alat transportasi yang disediakan oleh perusahaan tempat ayah saya bekerja saat itu.
Berhubung saya adalah termasuk beberapa dari orang-orang yang kaku terhadap peraturan, (dalam artian saya selalu berusaha untuk menaati peraturan yang ada), maka selama bertahun-tahun saya bepergian menggunakan burung besi raksasa ini, tak pernah sekalipun saya mencoba untuk berfoto-foto di dalam nya. Karena setahu saya, penggunaan alat elektronik sangatlah dilarang oleh pramugari-pramugari disana. 
Namun, kerap kali saya menemukan beberapa orang yang "berani" memotret didalam pesawat. Sehingga hal ini membuat saya penasaran, sebenarnya jenis barang elektronik apa saja sih yang diperbolehkan dan tidak …

Sentimentil

"Take it easy. You can make it through. Yeah you can do it"
I keep saying those words to myself.

In fact that, I'm really scared.

Gerbang Perpisahan

We are standing at the crossroads
And now it's time
For you to go your way
And me to go mine 
(Plus One - My Friend)
Lagi-lagi sepenggal lirik Plus One ini terpakai untuk tulisan sentimentil saya lainnya. Masih sama, ini seputar pertemanan. Haru biru pertemanan mungkin.Akhir-akhir kuliah, menuju gerbang lain di kehidupan, yang kata orang merupakan "the real world", memanglah sangat banyak kisah-kisah pilu, haru, sedih, dan sebagainya yang akan dirasakan. Perasaan menjadi lebih sensitif dalam menghadapi perpisahan-perpisahan tersebut. Tapi, bukankah kita memang sudah sering menemui dan melalui perpisahan itu? Saat kita lulus TK, kemudian SD, lalu SMP, dan untuk yang belum lulus kuliah, yang terakhir mungkin perpisahan SMA. Semua sudah kita lalui, dan kita pun masih menjadi orang sampai saat ini. Kita masih bisa berbahagia, masih merasakan kesenangan. Hidup kita terus berjalan, seiring dengan waktu yang juga terus berputar. Mempertemukan kita dengan manusia-manusia yang …

Happy Monday

Photography is not always about technique, it's also about feeling and soul. How you put your soul in it.
(seharusnya saya bisa melihat Vincent Rompies disini, tapi dia tak jadi hadir)
Potret lah apa yang anda suka, sampaikan lah apa yang ingin anda sampaikan, tunjukkanlah apa yang anda lihat melalui foto. Lakukan semua hal yang ingin kalian lakukan. Jangan pernah takut akan foto yang jelek (secara teknis), karena semua foto memiliki makna nya masing-masing apabila anda mengambilnya dengan tujuan. 
Think before you shoot and capture with purpose.
In case,someone hurt you. But you knew it from the very start.You've been told what was gonna happening. And it happened.Whose fault?
Well,it's good to have someone you could rely on, who will do anything to make you happy. But before you found one, why don't you be the one?
all he's got to do is cheering him up,though he also had pain deep in his heart.but he keep tried and tried to make him happy.and he did it.
Biasanya kita hanya akan mempersoalkan dampak yang kita dapatkan sesudah kita berlari, namun kita melupakan alasan awal mengapa kita berlari. Itu sebabnya yang dihasilkan adalah keluhan akan kelelahan.

Sorry

A : I'm sorry for bla bla bla B : Yeah, I'm sorry for bla bla bla
B : I'm sorry for bla bla bla A : Yeah, I'm sorry for bla bla bla
A : I'm sorry for bla bla bla B : Yeah, I'm sorry for bla bla bla
B : I'm sorry for bla bla bla A : Yeah, I'm sorry for bla bla bla
A : I'm sorry for bla bla bla B : Yeah, I'm sorry for bla bla bla
B : I'm sorry for bla bla bla A : Yeah, I'm sorry for bla bla bla

We're keep saying sorry to each other, but we've never learned how to not hurting each other.

What is it like to be a child?

Tidak merasa takut dalam melakukan hal-hal baru.
Tidak merasa takut untuk mengeluarkan pendapat (kecuali jika ayah mu galak).
Tidak merasa takut akan pendapat-pendapat orang.
Selalu bebas melakukan hal-hal menyenangkan.
Selalu bebas berlari-lari dijalanan tanpa dipandang aneh oleh orang-orang sekitar.
Selalu bebas untuk tertawa tanpa ada rasa takut di anggap aneh.
Selalu berusaha untuk mencoba mengatakan sejujurnya apa yang diinginkan dan apa yang tidak diinginkan.
Selalu merasa senang, menangis hanya karena kesakitan atau dimarahin ayah.

Hanya butuh sedikit waktu untuk kembali pulih dan kembali senang.

mbak-mbak pemalas

Suatu ketika (tepatnya kemarin), saya bersama seorang sahabat gemini saya (ahaha), Aulia Fitrisari, S.Ip berjalan-jalan ke sebuah pertokoan elektronik di kota Bandung. Ketika itu, sahabat saya ini berniat untuk membeli tikus untuk kekasihnya tercinta. Meski doi sudah bukan berstatus mahasiswi lagi, namun tetap prinsip ekonomi yang dipakai seperti mahasiswi, mencari barang murah dengan kualitas oke. Kemudian, masuklah kami pada sebuah toko kecil yang ternyata mbak-mbaknya sangatlah jutek sekali. Setelah beberapa pertanyaan awal, akhirnya tibalah pada suatu percakapan yang membuat kami sebal dan sempat berniat untuk tidak jadi beli tikus disana. 
Aul : Kalo yang harganya 50ribuan ada ga mbak? Mbak pemalas : Ada, yang merk **** (sensor karena kami bukan sponsor barang elektronik) Aul : Oh, itu yang kaya gimana ya mba? Mbak pemalas : Kalo mau liat di depan aja, banyak contohnya (baca : dengan nada jutek, galak, pemalas) Aul & Saya : (akhirnya keluar) Ah udah ga usah beli disini, mbak-mbakn…

:)

Mungkin saya memang sagitarian yg gampang terbawa suasana. Yang memiliki emosi yang meledak-ledak. Sama seperti saat ini ketika saya menceritakan kisah "mistis" saya pada dua sahabat sagitarian saya yang lain. Saya tahu apa yang saya katakan sekarang belum tentu berlaku untuk masa yang akan datang. Karena saya memang tidak bisa memprediksi apa yang akan dan mungkin bisa terjadi di masa yang akan datang. Saya mungkin sekarang bisa yakin, bahwa suatu kesempatan itu datang sekarang untuk membantu saya kembali berdiri. Atau bahkan saya sengaja mencoba meyakini diri saya sendiri bahwa hal itu datang untuk membantu saya. Tapi, siapa yang bisa tahu? Mungkin saja apa yang saya ceritakan saat ini ke dua sahabat saya itu adalah hal yang sengaja saya buat. Mungkin itu merupakan cikal-bakal dari benteng pertahanan yang saya buat.
Apapun itu, saya hanya mencoba untuk tidak takut dalam menghadapi cerita-cerita yang akan terjadi. 
Akankah saya jatuh lagi? Akankah saya terpatahkan lagi? Akank…

Me and Aboy

Me : Hey.. Aboy : Hey Nana.. Me : Umm.. I wanna talk to you.. Umm.. It's about.. us.. Aboy : Oh, go on.. Me : I just wanna say sorry to you. It's been a long time since our last talk. I never talked to you, I even didn't serve you what you needed. You were abandoned. I'm sorry. Umm.. You know, there were things, that made us separate. There were things, yeah I know, there were new things. It made me so excited. That's why it happened to us. I'm really sorry. I just wanna fix the whole things with you. Would you give me one more chance? (crying) Aboy : (smile)

Yang Satu

Yang satu kecewa dengan yang lainnya. Yang satu merasa tidak dihormati oleh yang lainnya. Yang satu ingin dihormati tapi tidak menunjukkan sikap dia pantas dihormati. Yang satu menyuarakan kekecewaannya terhadap yang lainnya. Yang lainnya disini ditujukan pada kaum mayoritas. Padahal tidak semua kaum mayoritas seperti itu.
Mengapa tidak jalani saja kehidupan kita masing-masing? Dapatkan kepentingan kamu dengan usaha sendiri, dengan nama kamu sendiri, tidak perlu membawa-bawa nama sekelompok partai. 
Ah!

In Love

I'm in love. In love with the way he sings. He's great. He is Matt Costa

Sudah Pukul 1:39

Sudah pukul 1:39 pagi, saya masih belum bisa tertidur. Yaa meskipun saya tidak mencobanya. Kembali perasaan-perasaan sentimentil merasuki saya. Semua pikiran tertuju pada beberapa memori yang tertanam dalam pikiran saya.

Bahu saya selalu menurun saat mengingat tentang hal itu. Nafas saya pun memanjang, dan ada sesuatu aneh yang saya rasakan dalam dada saya. Saya bukan orang yang akan selalu ditemukan dalam keadaan melamun dengan mimik wajah sendu. Saya bukan seperti itu. Tapi suasana sendu seperti inilah yang mungkin akan kalian temukan saat membaca blog-blog saya dalam beberapa waktu kebelakang maupun kedepan.

Entah apa yang telah terjadi, sampai saat ini saya masih belum mengerti. Entah bagaimana yang akan terjadi, saya pun tidak berani memprediksinya.
Monday come like Tuesday
You were something else, I will admit
I remember what you told me
Only wish I could forget

Guess I'm getting old wandering this way
Wondering what's wrong and right
You try to move along but the tra…

Akhir means Terakhir

Yahoo Messenger Status : mahasiswi tingkat akhir

runthedaemon: GAYA LAH TINGKAT AKHIR
Nana: :))
runthedaemon: :))
Nana: iya edan
Nana: jadi
Nana: kmrn2 ini
Nana: gw liat twitter kan
Nana: bulan2 lalu
Nana: temen2 gw pada apdet
Nana: soal skripsi
Nana: begini lah begitu lah
Nana: sidang lah
Nana: nah
Nana: dan banyak
Nana: nah skrang
Nana: giliran gw skripsi
Nana: gw ngerasa aneh
Nana: kalo musti apdet
Nana: krn semua temen2 gw udh melewatinya
Nana: dan gw yg "terakhir" ngerasainnya
Nana: jadi aja
Nana: gw sadar
runthedaemon: :))
Nana: ANJIR, AING UDAH TINGKAT AKHIR
Nana: MAHASISWI TINGKAT AKHIR
runthedaemon: wkakaka

KEMON! Kerjakan Skripsinya!! :D

a wish

(movie : Nanny McPhee and The Big Bang)
Someday, I'm gonna have my own children and do some fun stuff together.  Picnic, eating ice cream, reading books, cooking. Yeah that would be great! :)

Walk On

The Weepies - Can't Go Back Now

Yesterday, when you were young,
Everything you needed done was done for you.
Now you do it on your own
But you find you're all alone,
What can you do?

You and me walk on
Cause you can't go back now.

You know there will be days when you're so tired that you can't take another step,
The night will have no stars and you'll think you've gone as far as you will ever get
But you and me walk on
Cause you can't go back now
And yeah, yeah, go where you want to go
Be what you want to be,
If you ever turn around, you'll see me.

I can't really say why everybody wishes they were somewhere else
But in the end, the only steps that matter are the ones you take all by yourself
And you and me walk on
Yeah you and me walk on
Cause you can't go back now
Walk on, walk on, walk on
You can't go back now



"Creature Fear"

I was full by your count
I was lost but your fool
Was a long visit wrong?
Say you are the only

So many foreign worlds

So relatively fucked
So ready for us
So ready for us
The creature fear

I was teased by your blouse

Spit out by your mouth
I was loud by your lowered
Seminary soul

Tear on tail on

Take all on the wind on
The soft bloody nose
Sign another floor

The so many territories

Ready to reform
Don't let it form us
Don't let it form us
The creature fear

So did he foil his own?

Is he ready to reform?
So many torahs
So many for us
The creature fear 


-Bon Iver

Letter To God

Dear God, I know You know I'm not good enough of speaking. So I wrote you a letter. 
With all those things that seems go wrong, I only want you to make me tougher. 
I've been in pain for so much times, I need plenty of years for recovery. 
And now, there's a hole, big hole, again, on my heart.
There's also pain in my mind.
I'm afraid I can't get up very soon.
Although this isn't what I want.
With all those things that never go perfect.
I only want You to keep all my best friends close.
Because they are my only medicine. 


Dear God, this is my prayer, I know You can read my mind.

Sincerely,
Ariana Hayyulia Rasyid

Perkembangan

Indeks prestasi saya ternyata sama naik turunnya seperti kehidupan saya yang terus menerus bergejolak. Kadang diatas kadang dibawah. Kadang biasa-biasa saja.

Dora Sayang

Kalian masih ingat sahabatku yang manis yang senang tersenyum ini? Setelah kepergiannya setahun yang lalu yang membuatku merasa sangat sedih, akhirnya dia kembali lagi dalam beberapa waktu belakangan ini. Dia masih sama seperti dulu, masih senang tersenyum, dan masih bisa membuatku senang tiap kali bertatapan dengannya. Hanya saja kali ini ia hadir dengan bentuk mungilnya, karena dia memakai senter pengecil. 
Kemanisannya membuatku tak tahan untuk melumatnya. Dan pada malam ini, Dora yang manis pun sudah masuk dalam perut dengan lambung yang cukup besar ini. :)
(Mulai membuka baju pelindung Dora)
(Dora yang lain hanya bisa menyaksikan proses pelumatan rekannya)
(Awwwwww matamu hilang Doraaa!)
Setelah foto ini pun aku tak sanggup untuk mendokumentasikan proses pelumatan Dora. Karena dia terlalu manis untuk dilumat. Saking manisnya, aku seperti sedang memakan sabun.
(Dora yang masih tersisa)