Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2010

Trio

Suatu malam di akhir bulan Desember yang dingin, terlihat dua orang pemuda dan seorang gadis sedang duduk di salah satu rumah makan di pinggiran kota. Terlihat raut wajah yang letih di ketiganya. Namun mereka seperti tidak mendalami keletihannya, mereka tetap mengobrol seru. 
Berawal dari ngobrol-ngobrol kecil, berujung pada pembicaraan yang lebih serius lagi. Refleksi diri, itu yang mereka bicarakan. Obrolan itu diangkat oleh salah satu pemuda yang ada di meja tersebut. Pemuda itu mengumpamakan dirinya sebagai lingkaran. Dimana lingkaran tersebut mempunyai titik nya masing-masing. Mengapa kami bisa berkumpul bertiga malam itu? Karena titik kami sedang menyatu. Begitulah menurutnya yang terjadi dalam hidup, lingkaran itu berputar terus, suatu waktu kita akan berada pada titik yang sama, di waktu yang lain, titik kita bisa berada saling berjauhan. Apakah titik yang sudah dipertemukan bisa kembali lagi? Dia berkata, No one knows
Sang gadis pun terlihat sangat berpikir. Bagaimana dia bis…

Kucing Kuning Malang

Saya sedang mencari tempat duduk untuk menunggu seorang teman menyelesaikan aktivitasnya ketika saya menemukan kucing malang itu. Dia kucing dewasa berwarna kuning kecoklatan. Tampak jelas dari tampilannya, dia bukanlah kucing peliharaan yang diperhatikan. Mungkin saja dia kucing liar yang entah milik siapa. Saya melihat kesedihan di raut wajah kucing kuning tersebut. Oh, ternyata ada luka cukup besar di kaki kirinya. Tertatih-tatih dia beberapa kali ketika mencoba membenarkan posisi duduknya. Saya melihat adanya ketidaknyamanan yang sangat besar dalam diri kucing kuning tersebut. Sesekali ia mencoba merubah posisi duduknya, mencoba merebahkan badannya, kemudian bangkit kembali. Ah, dia sedang dirudung kegelisahan.
Entah kenapa terlintas pikiran dalam benak saya. Mengapa tidak kucing (atau hewan-hewan lainnya) saja yang dijadikan makhluk sosial? Mengapa harus manusia? Kucing itu terluka di kakinya, lukanya cukup besar dan dalam, namun ia tidak bisa membersihkan lukanya sendiri, memberi…

Garis Mati

GARIS MATI

Ilustrasi:







Bukan bukan, saya bukannya tiba-tiba mau menjadi psycho yang menulis tentang kekejaman, darah-darahan, atau hal-hal mengerikan lainnya. Ilustrasi diatas hanyalah sebuah perumpamaan tentang apa yang sedang saya alami belakangan ini. 
Kamu lihat sesosok garis yang berbentuk seperti orang diatas? Ceritanya dia sedang berada dalam perjalanan yang sangat panjang untuk mencapai sebuah tempat. Namun, ia tidak bisa terlalu santai dalam perjalanannya. Dia berkejar-kejaran dengan waktu, dia ditekan oleh waktu. Apabila dia berjalan terlalu santai, maka seperti yang saya ilustrasikan diatas, dia bisa saja tiba-tiba digiling oleh mobil yang melaju cepat ke arah yang bersamaan.
Namun, hal itu tidak akan terjadi apabila dia menggunakan waktu sebaik-baiknya dan tiba di tujuan sebelum mobil yang akan menggilingnya datang. 
Gunakan waktu kalian sebaik-baiknya.

Goresan Ekspresi

Bagaimana apabila kita mempunyai wajah yang polos, dimana kita yang bisa menghiasi nya dengan berbagai ekspresi sesuka kita? Sangat polos seperti kertas putih yang belum diwarnai atau digambari, tanpa hidung, mata, alis, bibir, bahkan jerawat yang melekat diatasnya.


Saat merasa sangat bersyukur, saya akan menggambarinya seperti ini,



Ketika saya sedih dan kecewa, saya akan menghiasi nya dengan seperti ini,




Ketika bahagia, ekspresi itu pun semakin terlihat, saya menggambarkannya seperti ini.




Sayangnya, ketika saya ingin kembali ke keadaan dimana wajah saya benar-benar polos, tanpa ekspresi sama sekali. Keinginan tersebut tidak dapat saya dapatkan seutuhnya.


Karena apa yang sudah saya goreskan sebelumnya, tidak bisa saya hapus secara sempurna. Semuanya berbekas, samar-samar bekas goresan ekspresi tersebut masih bisa saya lihat. Dia tidak seutuhnya polos, namun juga tidak seutuhnya tergambar.

Tidak hal yang seutuhnya sama.

ABA

Di sebuah rumah makan sederhana di pinggiran kota, terlihat tiga anak muda sedang duduk dan berbincang. Mereka terlihat serius sedang merancang masa depan mereka.
A : Saya semakin lama semakin tidak yakin. B : Kalau kamu tidak yakin, kesana-sana nya ga akan bener A : Entahlah, nanti saya pikirkan.
--------------
Di sebuah bioskop yang akan menayangkan sebuah film fiksi mengenai perjuangan anak-anak yang masih tergolong muda, terselip sebuah iklan ..
"Keyakinan awal kesuksesan"
---------------
Di dalam otak anak muda yang tidak memiliki keyakinan itu, "saya tidak bisa berpikir jernih"

---------------
Kesimpulan : Berhentilah ketika kamu benar-benar tidak tahu apa yang harus kamu lakukan. Berhenti sejenak, berpikir, kemudian pilihlah mana yang sekiranya paling baik untuk kamu dan juga orang lain.

Kawan Lama

Ceritanya saya sedang sangat merindukan seorang kawan lama. Dia adalah seorang kawan yang sangat menyenangkan. Tidak perlu waktu yang lama agar kami bisa duduk berlama-lama dan bertukar pikiran. Hanya sebentar proses perkenalan itu kami lewati. Meskipun cerita yang saya keluarkan tak sebanyak dia, namun saya selalu menantikan cerita-cerita menariknya. Hingga tiba-tiba dia pergi, tanpa kabar. 
Sampai saat ini saya tidak mengetahui dimana dia berada atau bahkan bagaimana kabarnya. Entah kapan saya akan bertemu dengan dia lagi.
Saya sangat merindukannya.

Menangis Di Ruang Ujian

Rabu, 8 Desember 2010, 3501, 14:30-15:15.

Ighe

Pada suatu hari Selasa di bulan Desember, kami menyiapkan sebuah pesta sederhana untuk seorang teman.


Namanya Ighe.




Baru kali itu saya melihat orang yang tampak seperti orang idiot ketika diberikan kejutan saat ulang tahunnya. Tak banyak kata yang keluar dari mulutnya, hanya beberapa kali segaris senyuman merekah di bibirnya. Dengan pandangan mata yang mencerminkan kebingungan, seperti anak kecil yang sedang dikelilingi orang-orang dewasa yang tidak ia kenal. Kebingungan, dan (mungkin) berpikir keras, apa yang harus ia lakukan setelah ini. Terlihat sedikit kegelisahan dalam mata itu, entah apa yang sebenarnya ia pikirkan.
Ketika saya ceritakan ke seorang teman tentang apa yang terjadi siang itu, teman itu berkomentar "Sangat jarang ia diberi 'kelembutan', biar dia merasakan kalau hatinya bisa juga terharu." 

Teman saya yang lain, berkomentar setelah membaca cerita saya ini, "Ighe adalah orang yang sangat perasa. Hanya saja, perasaannya memegang teguh panduan dunia…

Rise

Such is the way of the world
You can never know
Just where to put all your faith
And how will it grow

Gonna rise up

Burning black holes in dark memories
Gonna rise up
Turning mistakes into gold

Such is the passage of time

Too fast to fold
Suddenly swallowed by signs
Low and behold

Gonna rise up

Find my direction magnetically
Gonna rise up
Throw down my ace in the hole



Ost. Into The Wild