Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2010

Kit Kat

Aku menjadi begitu mudah berpikir untuk menyerah. Dan aku tahu apa itu, pikiran seperti itu. Aku pernah berkali-kali mengalaminya. Itu adalah cara otak kita mempersiapkan diri, sebuah proses untuk melepaskan diri secara mental, agar ketika waktunya tiba dan aku harus menyerah, aku bisa menerimanya. Bahkan sebelum aku memutuskan, bawah sadarku sudah mempersiapkannya. (Torey Hayden dalam novelnya, Kevin)
 I think I need a break. We all need it.

Bermimpi (lagi)

Seingat saya, saya mulai menyukai memotret konser musik sejak saya dimintai tolong untuk mendokumentasikan sebuah acara yang diselenggarakan oleh anak-anak kampus. Awal tahun 2008, kali pertamanya saya mencoba memotret konser musik (sebelumnya saya hanya senang mendokumentasikan permanggungan Club80s dengan berbekal kamera poket digital saya). Pada awalnya, saya masih bingung, karena sebelumnya saya masih tertarik memotret modelling. Ketika itu, saya ingat, Nasrul Akbar, salah satu sahabat yang juga merupakan leluhur dari Unit Kegiatan Mahasiswa yang saya geluti, POTRET, memberikan pesan-pesannya. “Photostage itu intinya bermain di moment, dan lighting. Gimana caranya lu dapetin momen yang oke dan lighting yang pas. Intinya 2 itu” begitu kurang lebih yang beliau katakan saat saya bertanya, mengenai photostage. Kemudian setelah dicoba dan dicoba dan dicoba, pada hari itu, saya langsung menyukai memotret konser musik, atau yang lebih enak saya sebut sebagai permanggungan. …

Karimun Jawa (edisi lengkap)

(stasiun padalarang)
(empat tiket kereta ekonomi seharga 30.000 rupiah)

(kami naik di gerbong kedua)
Senin, 5 Juli 2010 pukul 07.00 PM. Itu lah jadwal keberangkatan kereta kami. Setelah beberapa hal tidak terduga terjadi pada hari-hari sebelumnya, yang menyebabkan perjalanan hampir tertunda (lagi) -- awalnya kami berencana berangkat pada 28 Juni 2010 --, akhirnya kami pun berangkat menuju Karimun Jawa dengan menggunakan kereta api ekonomi Kahuripan, dan berhenti di kota Solo.

Menurut jadwal yang tertera pada karcis, kami akan tiba di Solo pukul 07:22 AM. Tapi ternyata kereta tiba di stasiun Solo Balapan pada pukul 8:36 AM. 

Dengan perbekalan dari Bandung yang cukup banyak, kami pun dijemput oleh kakak nya Ari yang tinggal di Solo. 

Di perjalanan menuju rumah kakak nya Ari, awalnya kami ditawari Burger sebagai makanan pagi. Namun, Ari menolaknya dan meminta dikasih makanan khas Solo. Akhirnya kami pun dibawa menuju warung soto Ledokan.
(tahu besar yang kayanya asoi) (barang wajib Nasrul Akb…