Skip to main content

Renungan Malam Sepi

Beberapa waktu belakangan ini, setelah semakin banyak mendapatkan ilmu di jurusan Hubungan Internasional, dan mendapati kenyataan bahwa semuanya hanya tentang kepentingan, dan sedikit mulai terpengaruh dengan pemikiran kaum realist, bahwa manusia pada dasarnya jahat.
Ditambah lagi dengan semakin beragamnya permasalahan yang singgah dalam hidup saya. Pikiran-pikiran negatif tentang manusia pun semakin beragam juga.

Namun, pada malam ini saya mendapati pemandangan yang berbeda dengan pemikiran sempit saya tersebut.

Ternyata masih ada aja ko orang yang mau berbaik hati membantu orang lain. Orang-orang yang sangat memperhatikan orang lain yang bahkan tidak ia kenal. Yang berarti dia tidak punya kepentingan sama sekali dengan orang yang ia bantu tersebut.

Jadi, ya memang, tidak semua orang seperti apa yang di awal cerita ini saya katakan. Tidak semuanya melakukan sesuatu demi kepentingannya sendiri-sendiri. Masih banyak orang-orang yang tulus membantu orang lain yang memang butuh bantuan. Ya, harus kembali ke saat-saat itu. Saat-saat dimana saya mempercayai bahwa masih banyak orang-orang baik di dunia ini. Dan manusia memang pada dasarnya baik.

Ya, mari berbagi kebahagiaan dengan sesama.

:D

Comments

Popular posts from this blog

Perjodohan

Semua percakapan konyol ini dimulai disaat saya sedang membujuk rayu tante saya untuk memberikan saya kado di hari ulang tahun saya nanti. Ya, seperti biasa, saya selalu meminta kado dari mereka semua. hahaha.. Walaupun tidak semuanya yang menyanggupi, tapi ya apa salahnya dicoba? :D

Tante : "Kamu udah mau umur berapa? 21 ya?"
Nana :"Iya nih"
Tante :"Ih, tua ya kamu. Udah punya pacar belum??"
Nana :*cengengesan* "belum ahhh"
Om :"Heh, udah umur 21, kalo belum dapet pacar, nanti susah lhoo.. makanya cari dong pacarrr!"
Nana :"ihh, kaya yang gampang aja nyari pacar teh"
Om :"Yaa, cari ajaa pokonyaa"
Nana :"Yee, emangnya combro, gampang dicarinyaa"
Mama :"Ya udah, nanti kalo kamu ga dapet, nanti mama jodohin ama temen mama"
Tante :"Iya, kalo ga, sama saudara-saudara nenek aja tuh. Ada yang minta cariin waktu itu. Tapi nenek bingung, masa mau ngejodohin sama si nisa(sepupu saya), kan …

Lupa Telah Bersuami

Kehidupan rumah tangga ini sepertinya akan sangat menyenangkan dan penuh tantangan. 
Kenapa? Karena saya menghabiskan setengah bulan di Yogyakarta, bersama suami, dan setengah bulan tanpa suami di Bandung.
***
Pertengahan sampai akhir Maret lalu, saya di rumah suami. Suatu hari, saya kedatangan tamu dari kampung sebelah, Keke Ode Naomi, yang adalah teman suami juga. Tepat ketika Keke datang, suami saya sedang pergi melatih merpati-merpati kesayangannya untuk terbang. Kami pun memutuskan untuk pergi ke tempat bakso favorit saya, Bakso Ronayan.
Saat menguyah bakso, sebenarnya saya sempat berpikir, "Hmmm, kayanya bisa sih dibungkus dan dibawa pulang baksonya. Eh, tapi nanti kemakan ngga ya?". Sayangnya, pemikiran itu hanya muncul sekali saja, lantas saat saya dan Keke asyik bercerita tentang hal-hal yang menarik bagi wanita, saya seketika lupa untuk membawa pulang bakso tersebut untuk suami.
Begitu tiba di rumah, dan suami sudah pulang, saya dengan wajah berseri cerita ke suam…

Kamar Baru Ku

Hore! akhirnya kamar saya kembali tersusun sebagai mana mestinya. Ada sedikit perubahan (lagi) di kamar ini. Perubahan letak kasur, meja belajar, meja tv. Haha. Hmmm, jadi kira-kira ini kali ketiga saya merubah letak-letak semua barang. Semoga kerapian kamar ini berlangsung lama. Yeah!