Skip to main content

mbak-mbak pemalas

Suatu ketika (tepatnya kemarin), saya bersama seorang sahabat gemini saya (ahaha), Aulia Fitrisari, S.Ip berjalan-jalan ke sebuah pertokoan elektronik di kota Bandung. Ketika itu, sahabat saya ini berniat untuk membeli tikus untuk kekasihnya tercinta. Meski doi sudah bukan berstatus mahasiswi lagi, namun tetap prinsip ekonomi yang dipakai seperti mahasiswi, mencari barang murah dengan kualitas oke. Kemudian, masuklah kami pada sebuah toko kecil yang ternyata mbak-mbaknya sangatlah jutek sekali. Setelah beberapa pertanyaan awal, akhirnya tibalah pada suatu percakapan yang membuat kami sebal dan sempat berniat untuk tidak jadi beli tikus disana. 

Aul : Kalo yang harganya 50ribuan ada ga mbak?
Mbak pemalas : Ada, yang merk **** (sensor karena kami bukan sponsor barang elektronik)
Aul : Oh, itu yang kaya gimana ya mba?
Mbak pemalas : Kalo mau liat di depan aja, banyak contohnya (baca : dengan nada jutek, galak, pemalas)
Aul & Saya : (akhirnya keluar) Ah udah ga usah beli disini, mbak-mbaknya nyebelin, masa ngeliatin barangnya aja ga mau, males banget.

Kami pun sempat mencari ke toko lain, namun ternyata harga tikus tersebut pun lebih mahal dan tidak bisa ditawar. Saya dan Aul pun kemudian saling berpandangan miris, apakah memang harus membeli tikus di tempat mbak-mbak yang pemalas itu? Akhirnya kami pun kembali ke toko tersebut. Beruntunglah kami karena mbak-mbak yang menjaga counternya berubah wujud menjadi mbak-mbak tidak pemalas.

Aul : Mbak, boleh liat ga tikus yang merk ****
Mbak tidak pemalas : (langsung berbalik badan dan menunjukkan semua tikus yang digelar di dinding di belakang posisi dia berdiri) Ini semua, mau yang tipe apa?

Eaaaaa, ternyata tikus-tikus yang kami tanyakan pada mbak pemalas itu posisinya tepat dibelakang dia berdiri, bahkan dia tidak perlu repot-repot untuk jalan ke etalase lainnya, dia hanya tinggal berbalik badan dan menunjukkan tikus-tikus tersebut. Namun sayangnya, entah apakah dia puasa sehingga membuat dia menjadi sangat pemalas atau dia lagi datang bulan yang membuat dia juga sangat jutek dan pemalas. Tapi yang pasti, gilak kali emang mbak-mbak ini.


Comments

Aulia Fitrisari said…
ramalan bintang hari itu buat gemini girl : perbanyak istigfar di bulan puasa

Popular posts from this blog

Rabu Asoi

Tidak perlu khawatir apabila seharian harus tinggal dirumah. Karena ada kegiatan asoi yang bisa kita lakukan. Yang dibutuhkan adalah, dinding putih tanpa poster, laptop/komputer, speaker, dan proyektor! Yiha! Dengan keempat barang itu kita bisa melakukan kegiatan asoi di kamar sendiri. Bahkan tidak perlu datang ke bioskop-bioskop terdekat untuk menonton dengan asoi.
Awalnya cuma berniat mencoba menghubungkan netbook ke proyektor karena besok ada seorang teman yang akan meminjam netbook saya untuk sidang skripsinya. Kemudian lampu kamar saya matikan, gorden jendela saya tutup, proyektor saya nyalakan, video diputar, lalu speaker dicolokkan. Jadilah saya menonton video-video dengan perasaan penuh keasoian. 
Ayo kita buat "bioskop" sendiri di kamar! hahay.

Selamat hari rabu!

Mahasiswa

"Mahasiswa itu banyak bohongnya, bu"

Begitulah kira-kira yang dikatakan oleh seorang petinggi di kampus kepada ibu saya.
Yaa, mahasiswa memang banyak sekali akalnya. Mulai dari cara mendapatkan nilai bagus dengan "cara anak sma" banget, sampai-sampai ada yang melakukan hal yang dapat SANGAT merugikan orang-orang yang jujur.

Dan hal itu terjadi pada saya.
Sebenernya sih saya sudah tidak mau lagi membahas masalah ini. Tapi karena satu dan lain hal, akhirnya saya memutuskan untuk menuliskannya di blog curhat ini.
Waktu itu, saat Ujian Tengah Semester hari kedua (Teori-teori Politik), saya mendadak tidak enak badan. Awalnya hanya pusing dan pegel-pegel aja.
Kemudian berlanjut ke demam tinggi dan sampai pada kesimpulan kalo saya terkena CAMPAK.
Wow. sangat menyebalkan sekali.
Sakit itu datang tidak pada waktunya.
Tapi mau gimana lagi? Saya tidak bisa menolaknya, toh karena walaupun saya tidak mau terkena campak, saya akan tetap terkena itu kan?

Akhirnya karena merasa tidak kuat, …

Pekerjaan Impian

Beberapa menit lalu tidak sengaja membaca sebuah tulisan dari temannya teman. Topik menarik dengan sebuah pertanyaan yang menyentil "What is your dream job?". Jika pertanyaan tersebut dilontarkan kepada saya beberapa tahun silam, mungkin akan sulit untuk menjawabnya. Banyak sekali yang saya minati, dan banyak juga yang saya inginkan. Saya ingin menjadi penulis, ingin juga menjadi fotografer, lalu juga ingin menjadi pemilik agen travel. Beberapa pekerjaan yang saya impikan secara serius salah satunya adalah keliling dunia menonton konser-konser musisi hebat dan mendokumentasikannya. Saya ingin menjadi fotografer panggung.Tahun demi tahun berlalu, kisah demi kisah terlewati. Ada pengalaman baru yang membuat mimpi tersebut menjadi berkembang. Berkembang ke arah tidak terlalu ngoyo alias saya pasrahkan mimpi tersebut dengan pemikiran, yang penting saya mengerjakan sesuatu yang memang saya senangi. Beruntung, di tahun 2013 awal, saya sempat bekerja paruh waktu sebagai reporter ku…