Skip to main content

Larangan Penggunaan Alat Elektronik Dalam Pesawat


Bepergian dengan menggunakan pesawat, bukanlah sesuatu yang asing untuk saya. Bukan, bukan karena saya orang berduit (karena memang ayah saya yang berduit, hihi) atau alasan borjuis lainnya. Namun karena kebetulan, dari kecil saya memang harus pulang pergi Bandung - Pekanbaru dengan menggunakan alat transportasi yang disediakan oleh perusahaan tempat ayah saya bekerja saat itu.

Berhubung saya adalah termasuk beberapa dari orang-orang yang kaku terhadap peraturan, (dalam artian saya selalu berusaha untuk menaati peraturan yang ada), maka selama bertahun-tahun saya bepergian menggunakan burung besi raksasa ini, tak pernah sekalipun saya mencoba untuk berfoto-foto di dalam nya. Karena setahu saya, penggunaan alat elektronik sangatlah dilarang oleh pramugari-pramugari disana. 

Namun, kerap kali saya menemukan beberapa orang yang "berani" memotret didalam pesawat. Sehingga hal ini membuat saya penasaran, sebenarnya jenis barang elektronik apa saja sih yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan untuk dipergunakan dalam pesawat? Kemudian, saya mencari dan mencari beberapa informasi. Sampai pada saatnya, saya mendapatkan info bahwa tidak apa-apa menggunakan Ipod (atau music player ) ataupun barang elektronik lainnya yang tidak memancarkan sinyal. Namun, suatu saat saya ingin mendengarkan lagu dengan Discman, ayah saya tidak memperkenankannya. Saya pun semakin penasaran, apa alasannya, karena toh info yang saya dapat, sebenarnya tidak apa-apa. 

Kemudian, beberapa waktu yang lalu, saya merencanakan untuk "nekat" mencoba memakai kamera atau Ipod Shuffle saya saat berada dalam pesawat. Namun tetap saja ada segenap kekhawatiran untuk merealisasikan rencana tersebut. Sehingga pada saat bertemu di dunia maya dengan seorang teman baik saya yang pintar, saya pun memastikannya dengan bertanya mengenai hal yang membuat penasaran ini. Berikut cuplikan pembicaraan kami.

Nana: Biyan, aku mau memastikan. Di pesawat, dengerin ipod mah gpp kan?
Biyan: Kalo lambang safty belt uda padam. Kalo nyala jgn. Yg pasti wifi ipod matiin. Lebih aman pake ipod shuffl ato flight mode.
Nana: aku pake ipod shuffle ko
Biyan: ya uda aman itu
Nana: Emang kalo lambang safety belt nya masih idup, knp ga bole?
Nana: Kamera pun gapapa kan sebenernya? Dulu aku tu ngiranya semua jenis barang elektronik ga dibolehin..
Biyan: Emang smua jenis elektronik, disarankan ga dipake kok
Biyan: Segala bentuk komunikasi itu melalui gelombang, kalo di pesawat.
Biyan: Nah kalo ada sesuatu pendisperse gelombang, komunikasi bisa ilang, lalu lintas udara tidak diketahui.
Biyan: Apa lagi kalo mau landing dan take off, tiba2 ada pesawat di runway yg sama. Gawat.
Biyan: cuma gara2 gelombang ke disperse karena ipod yg lupa dimatikan wifinya
Nana: Wooo.. ipod itu memancarkan gelombang kah?
Biyan: Banyak na yg memancarkan gelombang
Nana: Ipod shuffle? Kamera digital? Gelombangnya dari mananya
Biyan: Suara yg dihasilkan ke earphone itu bentuk data yg diubah ke gelombang dgn frequency tertentu
Biyan: Gambar yg di pancarkan kamera pada viewer nya yg digital, itu gelombang tertentu yg bisa dilihat mata
Biyan: Wifi, bluetut, signal, cukup jelas
Biyan: hahaaa ngeri yah
Nana: woooow
Biyan: skala sih emang kecil
Biyan: tapi coba nana bayangkan
Biyan: ada org kaya nana
Biyan: yg mikir ah kecil ini gangguannya
Biyan: tapi ternyata separo pesawat berpikir demikian
Biyan: hiiii
Biyan: itu curhatan seorang pilot dan co-pilot
Nana: woooow..  ternyata begituu
Biyan: menarik yah science itu

Baiklah mba pramugari, kalau begitu saya tidak akan mencoba untuk "nakal". Dan semoga orang-orang lain yang belum mengetahui informasi ini pun tersadar untuk tidak nakal lagi di dalam pesawat.


Semoga keselamatan mengawal kita semua. Selamat (sebentar lagi) menikmati liburan! :D






Comments

Anonymous said…
wuih pembicaraan tanpa dasar.
emang bener gtu?
silahkan di cek dgn lebih ilmiah lagi...

ini masi non-parametrik kalo dalam bahasa statistik, gl ;)
Anonymous said…
Beberapa maskapai penerbangan sudah menyiapkan layanan telepon dan internet di udara. Pastinya ini berhubungan dengan sinyal-sinyal gelombang-gelombang.

Oprah malah asyik ber-Skype ria dengan pramugari dan penumpang yang lagi terbang di atas Florida pada salah satu episode acaranya..

Popular posts from this blog

Rabu Asoi

Tidak perlu khawatir apabila seharian harus tinggal dirumah. Karena ada kegiatan asoi yang bisa kita lakukan. Yang dibutuhkan adalah, dinding putih tanpa poster, laptop/komputer, speaker, dan proyektor! Yiha! Dengan keempat barang itu kita bisa melakukan kegiatan asoi di kamar sendiri. Bahkan tidak perlu datang ke bioskop-bioskop terdekat untuk menonton dengan asoi.
Awalnya cuma berniat mencoba menghubungkan netbook ke proyektor karena besok ada seorang teman yang akan meminjam netbook saya untuk sidang skripsinya. Kemudian lampu kamar saya matikan, gorden jendela saya tutup, proyektor saya nyalakan, video diputar, lalu speaker dicolokkan. Jadilah saya menonton video-video dengan perasaan penuh keasoian. 
Ayo kita buat "bioskop" sendiri di kamar! hahay.

Selamat hari rabu!

Pekerjaan Impian

Beberapa menit lalu tidak sengaja membaca sebuah tulisan dari temannya teman. Topik menarik dengan sebuah pertanyaan yang menyentil "What is your dream job?". Jika pertanyaan tersebut dilontarkan kepada saya beberapa tahun silam, mungkin akan sulit untuk menjawabnya. Banyak sekali yang saya minati, dan banyak juga yang saya inginkan. Saya ingin menjadi penulis, ingin juga menjadi fotografer, lalu juga ingin menjadi pemilik agen travel. Beberapa pekerjaan yang saya impikan secara serius salah satunya adalah keliling dunia menonton konser-konser musisi hebat dan mendokumentasikannya. Saya ingin menjadi fotografer panggung.Tahun demi tahun berlalu, kisah demi kisah terlewati. Ada pengalaman baru yang membuat mimpi tersebut menjadi berkembang. Berkembang ke arah tidak terlalu ngoyo alias saya pasrahkan mimpi tersebut dengan pemikiran, yang penting saya mengerjakan sesuatu yang memang saya senangi. Beruntung, di tahun 2013 awal, saya sempat bekerja paruh waktu sebagai reporter ku…

Lupa Telah Bersuami

Kehidupan rumah tangga ini sepertinya akan sangat menyenangkan dan penuh tantangan. 
Kenapa? Karena saya menghabiskan setengah bulan di Yogyakarta, bersama suami, dan setengah bulan tanpa suami di Bandung.
***
Pertengahan sampai akhir Maret lalu, saya di rumah suami. Suatu hari, saya kedatangan tamu dari kampung sebelah, Keke Ode Naomi, yang adalah teman suami juga. Tepat ketika Keke datang, suami saya sedang pergi melatih merpati-merpati kesayangannya untuk terbang. Kami pun memutuskan untuk pergi ke tempat bakso favorit saya, Bakso Ronayan.
Saat menguyah bakso, sebenarnya saya sempat berpikir, "Hmmm, kayanya bisa sih dibungkus dan dibawa pulang baksonya. Eh, tapi nanti kemakan ngga ya?". Sayangnya, pemikiran itu hanya muncul sekali saja, lantas saat saya dan Keke asyik bercerita tentang hal-hal yang menarik bagi wanita, saya seketika lupa untuk membawa pulang bakso tersebut untuk suami.
Begitu tiba di rumah, dan suami sudah pulang, saya dengan wajah berseri cerita ke suam…