Skip to main content

akan segera memudar

Ketika memori kembali dan terus menghantui, seolah tidak ada letihnya membuat si otak berpikir mengenai apa yang sudah lewat, apa yang sudah terjadi, dan apa yang tidak bisa kembali. 

Seperti postingan certo (cerita foto) yang pernah saya buat beberapa bulan yang lalu, layaknya sebuah foto yang telah dicorat-coret, meskipun bisa terhapus, namun masih akan ada sisa yang tertinggal, sedikit atau banyak. Mencoba atau diharuskan untuk kembali berpikir mengenai apa yang telah terjadi, mengingat tapi tak menyesalinya, hanya berusaha memahami dan belajar dari apa yang pernah terjadi. Goresan mendalam akan tetap tersisa, meski hitam berusaha ditaburi oleh putih untuk menghilangkan nodanya. 

Ketika itu dia pernah bertanya, "Bisakah semua ini hilang? Atau akan berbekas?". Lantang pertanyaan itu terjawab, semua ini akan berbekas, suatu saat mungkin akan terlupakan namun goresan yang telah ditinggalkan akan tetap membuahkan bekas. Bukan sengaja untuk mendendam juga tidak memaafkan, hanya membiarkan waktu yang membuat semuanya memudar. 

Mereka berkata, "Itulah wanita, hidup di masa lalu". 

Ini bukan terus-menerus mengingat untuk menyimpan terlalu banyak luka, hanya mencoba untuk mengerti dan mencerna mengenai apa yang telah terjadi dan berupaya untuk tidak membiarkannya terjadi kembali.

Comments

Popular posts from this blog

Pekerjaan Impian

Beberapa menit lalu tidak sengaja membaca sebuah tulisan dari temannya teman. Topik menarik dengan sebuah pertanyaan yang menyentil "What is your dream job?". Jika pertanyaan tersebut dilontarkan kepada saya beberapa tahun silam, mungkin akan sulit untuk menjawabnya. Banyak sekali yang saya minati, dan banyak juga yang saya inginkan. Saya ingin menjadi penulis, ingin juga menjadi fotografer, lalu juga ingin menjadi pemilik agen travel. Beberapa pekerjaan yang saya impikan secara serius salah satunya adalah keliling dunia menonton konser-konser musisi hebat dan mendokumentasikannya. Saya ingin menjadi fotografer panggung.Tahun demi tahun berlalu, kisah demi kisah terlewati. Ada pengalaman baru yang membuat mimpi tersebut menjadi berkembang. Berkembang ke arah tidak terlalu ngoyo alias saya pasrahkan mimpi tersebut dengan pemikiran, yang penting saya mengerjakan sesuatu yang memang saya senangi. Beruntung, di tahun 2013 awal, saya sempat bekerja paruh waktu sebagai reporter ku…

Rabu Asoi

Tidak perlu khawatir apabila seharian harus tinggal dirumah. Karena ada kegiatan asoi yang bisa kita lakukan. Yang dibutuhkan adalah, dinding putih tanpa poster, laptop/komputer, speaker, dan proyektor! Yiha! Dengan keempat barang itu kita bisa melakukan kegiatan asoi di kamar sendiri. Bahkan tidak perlu datang ke bioskop-bioskop terdekat untuk menonton dengan asoi.
Awalnya cuma berniat mencoba menghubungkan netbook ke proyektor karena besok ada seorang teman yang akan meminjam netbook saya untuk sidang skripsinya. Kemudian lampu kamar saya matikan, gorden jendela saya tutup, proyektor saya nyalakan, video diputar, lalu speaker dicolokkan. Jadilah saya menonton video-video dengan perasaan penuh keasoian. 
Ayo kita buat "bioskop" sendiri di kamar! hahay.

Selamat hari rabu!

Lupa Telah Bersuami

Kehidupan rumah tangga ini sepertinya akan sangat menyenangkan dan penuh tantangan. 
Kenapa? Karena saya menghabiskan setengah bulan di Yogyakarta, bersama suami, dan setengah bulan tanpa suami di Bandung.
***
Pertengahan sampai akhir Maret lalu, saya di rumah suami. Suatu hari, saya kedatangan tamu dari kampung sebelah, Keke Ode Naomi, yang adalah teman suami juga. Tepat ketika Keke datang, suami saya sedang pergi melatih merpati-merpati kesayangannya untuk terbang. Kami pun memutuskan untuk pergi ke tempat bakso favorit saya, Bakso Ronayan.
Saat menguyah bakso, sebenarnya saya sempat berpikir, "Hmmm, kayanya bisa sih dibungkus dan dibawa pulang baksonya. Eh, tapi nanti kemakan ngga ya?". Sayangnya, pemikiran itu hanya muncul sekali saja, lantas saat saya dan Keke asyik bercerita tentang hal-hal yang menarik bagi wanita, saya seketika lupa untuk membawa pulang bakso tersebut untuk suami.
Begitu tiba di rumah, dan suami sudah pulang, saya dengan wajah berseri cerita ke suam…