Skip to main content

Kemeja Buntung

Kembali lagi di hari-hari nostalgia dengan penyanyi kesukaan saya jaman kecil dulu. Kali ini saya mencari vidio Aaron Carter - Summertime. Saya sangat suka dengan gaya Aaron dalam vidio itu, dengan rompi yang seperti sebuah kemeja yang lengannya dipotong dengan kaos lagi didalamnya (lihat : ini biar lebih jelasnya).

Kemudian pikiran saya kembali mengingat-ingat betapa dulu saya suka menirukan gaya idola-idola saya. Waktu SD, saya suka memakai pakaian seperti yang dipakai Clint dan Dave Moffatt dalam gambar disamping ini. Seingat saya, saya benar-benar mengikuti gaya idola-idola saya (yang kebetulan laki-laki semua) saat itu. Kaos kegedean, celana gombrang, sepatu besar-besar, jaket gombrang. Yang lama-kelamaan gaya saya disebut-sebut sebagai anak hip-hop, padahal saya tidak mengerti sama sekali tentang hip-hop. Haha. Tapi karena pada dasarnya saya bukan orang yang terlalu perhatian pada fashion (saat itu), jadi apapun yang dikatakan orang saya tetap cuek dengan penampilan saya yang ternyata setelah saya liat-liat lagi saat ini, penampilan saya dulu sangatlah aneh sekali. Haha.

Semakin kesini saya baru semakin tertarik untuk mulai memperhatikan cara berpakaian saya, tapi tetap sih itu bukan prioritas utama bagi saya, jadi ya saya sih tetep gini-gini aja gayanya ;)

Tapi barusan setelah melihat vidio klip Aaron Carter yang Summertime itu, saya jadi pengen punya pakaian kaya Aaron, sehingga saya membuka-buka lemari dan menemukan sebuah kemeja yang memang sudah tidak terpakai lagi karena satu dan lain hal. Lalu saya pun segera menggunting kedua bagian lengan kemeja itu. Sehingga menjadi seperti ini : 


Wihihiii... Asik sekali rasanyaaa.. Menggunting kemeja lama tanpa dilihat mama (kalo diliat pasti dimarahin, haha). Sebenarnya saya pasti bisa banyak menemukan baju-baju macam ini dan itu di friday market atau gedebage, tapi berhubung saya tidak suka belanja dan browsing-browsing baju, jadi saya tidak pernah bisa mendapatkan baju disana. Atau mungkin lain kali saya harus memaksakan diri untuk mencoba menikmati kegiatan belanja-belanja tersebut. haha.

Comments

Popular posts from this blog

Rabu Asoi

Tidak perlu khawatir apabila seharian harus tinggal dirumah. Karena ada kegiatan asoi yang bisa kita lakukan. Yang dibutuhkan adalah, dinding putih tanpa poster, laptop/komputer, speaker, dan proyektor! Yiha! Dengan keempat barang itu kita bisa melakukan kegiatan asoi di kamar sendiri. Bahkan tidak perlu datang ke bioskop-bioskop terdekat untuk menonton dengan asoi.
Awalnya cuma berniat mencoba menghubungkan netbook ke proyektor karena besok ada seorang teman yang akan meminjam netbook saya untuk sidang skripsinya. Kemudian lampu kamar saya matikan, gorden jendela saya tutup, proyektor saya nyalakan, video diputar, lalu speaker dicolokkan. Jadilah saya menonton video-video dengan perasaan penuh keasoian. 
Ayo kita buat "bioskop" sendiri di kamar! hahay.

Selamat hari rabu!

Mahasiswa

"Mahasiswa itu banyak bohongnya, bu"

Begitulah kira-kira yang dikatakan oleh seorang petinggi di kampus kepada ibu saya.
Yaa, mahasiswa memang banyak sekali akalnya. Mulai dari cara mendapatkan nilai bagus dengan "cara anak sma" banget, sampai-sampai ada yang melakukan hal yang dapat SANGAT merugikan orang-orang yang jujur.

Dan hal itu terjadi pada saya.
Sebenernya sih saya sudah tidak mau lagi membahas masalah ini. Tapi karena satu dan lain hal, akhirnya saya memutuskan untuk menuliskannya di blog curhat ini.
Waktu itu, saat Ujian Tengah Semester hari kedua (Teori-teori Politik), saya mendadak tidak enak badan. Awalnya hanya pusing dan pegel-pegel aja.
Kemudian berlanjut ke demam tinggi dan sampai pada kesimpulan kalo saya terkena CAMPAK.
Wow. sangat menyebalkan sekali.
Sakit itu datang tidak pada waktunya.
Tapi mau gimana lagi? Saya tidak bisa menolaknya, toh karena walaupun saya tidak mau terkena campak, saya akan tetap terkena itu kan?

Akhirnya karena merasa tidak kuat, …

Pekerjaan Impian

Beberapa menit lalu tidak sengaja membaca sebuah tulisan dari temannya teman. Topik menarik dengan sebuah pertanyaan yang menyentil "What is your dream job?". Jika pertanyaan tersebut dilontarkan kepada saya beberapa tahun silam, mungkin akan sulit untuk menjawabnya. Banyak sekali yang saya minati, dan banyak juga yang saya inginkan. Saya ingin menjadi penulis, ingin juga menjadi fotografer, lalu juga ingin menjadi pemilik agen travel. Beberapa pekerjaan yang saya impikan secara serius salah satunya adalah keliling dunia menonton konser-konser musisi hebat dan mendokumentasikannya. Saya ingin menjadi fotografer panggung.Tahun demi tahun berlalu, kisah demi kisah terlewati. Ada pengalaman baru yang membuat mimpi tersebut menjadi berkembang. Berkembang ke arah tidak terlalu ngoyo alias saya pasrahkan mimpi tersebut dengan pemikiran, yang penting saya mengerjakan sesuatu yang memang saya senangi. Beruntung, di tahun 2013 awal, saya sempat bekerja paruh waktu sebagai reporter ku…