Skip to main content

Juni Penuh Kesabaran

Sepertinya bulan juni memang bulan penuh kesabaran.
Pernyataan itu pertama kali dikeluarkan oleh seorang teman unik saya bernama Biyan. Disaat dia sedang berada dalam kondisi membingungkan. Dan saya termasuk yang membuat dia bingung. Kemudian dia berkata, bulan Juni memang bulan kesabaran (intinya begitu).

Lalu setelah menjalani beberapa hari di bulan Juni, oh ya ternyata memang bulan ini bulan yang memang harusnya penuh dengan kesabaran. Karena memang di bulan ini saya juga mulai mendapatkan banyak masalah lagi.

Bahkan di hari-hari terakhir pergantian bulan juni pun, masih banyak cobaan-cobaan dan kabar tidak menyenangkan yang saya dapatkan dari orang-orang yang saya kenal.

Pada hari Kamis, 25 Juni 2009. Tiba-tiba ibu saya sms, sebelum membaca sms beliau (karena memang ada 2 sms yg masuk saat itu dan saya membaca sms dari teman saya terlebih dahulu), entah kenapa ada perasaan tidak enak. Seperti akan mendapatkan sms mengenai Papa yang mungkin tidak menyenangkan. Dan ternyata benar, disms tersebut Mama bilang bahwa Papa kecelakaan, tangannya patah, harus dioperasi, dan saya diminta untuk cepat pulang. Wah, saya pun sangat kaget sekali. Walaupun Papa saya kondisinya masih tetap oke, hanya tangannya yang tidak oke.

Belum beres dengan musibah yang itu, tadi malem. Malam-malam sekali, saat saya mau mencabut charger hp, ada sebuah sms datang. Dari Atnan, yang menanyakan mengenai Kang Zaki (vokalis 4peniti) yang terkena serangan jantung. Saya kaget sekali. Bagaimana tidak? Malam itu 4peniti habis manggung di BEC, jam 6 sore. Dan saya tadinya mau nonton, tapi ga jadi karena saya tau perubahan jadwalnya pas jam 6 tepat. Dan padahal salahsatu teman saya ada yang nonton juga, dan dia ga cerita apa-apa tentang ini. Yang berarti, saat itu keadaan kang Zaki masih sehat-sehat saja. Ohhh, waaw. Saya kaget bukan main.

Ya, bulan ini memang bulan penuh kesabaran. Haha, sebenarnya sih mungkin di bulan-bulan lain juga kaya gini. Tapi karena dari awal, sudah ada pernyataan seperti itu, jadi ya tersugestikan lah seperti itu. hihi.

Tapi, apapun itu, mari kita berdoa untuk mereka-mereka yang terkena musibah. Semoga keluarganya bisa diberi kemudahan dan kelapangan dada. Semoga ada hikmah dibalik semua musibah ini yang bisa diambil. Amin.

Semoga ayah saya cepat sembuh.
Semoga kang zaki cepat sembuh.

Amin.
Terimakasih atas doanya kawan-kawan.
:)

Comments

Popular posts from this blog

Mahasiswa

"Mahasiswa itu banyak bohongnya, bu"

Begitulah kira-kira yang dikatakan oleh seorang petinggi di kampus kepada ibu saya.
Yaa, mahasiswa memang banyak sekali akalnya. Mulai dari cara mendapatkan nilai bagus dengan "cara anak sma" banget, sampai-sampai ada yang melakukan hal yang dapat SANGAT merugikan orang-orang yang jujur.

Dan hal itu terjadi pada saya.
Sebenernya sih saya sudah tidak mau lagi membahas masalah ini. Tapi karena satu dan lain hal, akhirnya saya memutuskan untuk menuliskannya di blog curhat ini.
Waktu itu, saat Ujian Tengah Semester hari kedua (Teori-teori Politik), saya mendadak tidak enak badan. Awalnya hanya pusing dan pegel-pegel aja.
Kemudian berlanjut ke demam tinggi dan sampai pada kesimpulan kalo saya terkena CAMPAK.
Wow. sangat menyebalkan sekali.
Sakit itu datang tidak pada waktunya.
Tapi mau gimana lagi? Saya tidak bisa menolaknya, toh karena walaupun saya tidak mau terkena campak, saya akan tetap terkena itu kan?

Akhirnya karena merasa tidak kuat, …

Lupa Telah Bersuami

Kehidupan rumah tangga ini sepertinya akan sangat menyenangkan dan penuh tantangan. 
Kenapa? Karena saya menghabiskan setengah bulan di Yogyakarta, bersama suami, dan setengah bulan tanpa suami di Bandung.
***
Pertengahan sampai akhir Maret lalu, saya di rumah suami. Suatu hari, saya kedatangan tamu dari kampung sebelah, Keke Ode Naomi, yang adalah teman suami juga. Tepat ketika Keke datang, suami saya sedang pergi melatih merpati-merpati kesayangannya untuk terbang. Kami pun memutuskan untuk pergi ke tempat bakso favorit saya, Bakso Ronayan.
Saat menguyah bakso, sebenarnya saya sempat berpikir, "Hmmm, kayanya bisa sih dibungkus dan dibawa pulang baksonya. Eh, tapi nanti kemakan ngga ya?". Sayangnya, pemikiran itu hanya muncul sekali saja, lantas saat saya dan Keke asyik bercerita tentang hal-hal yang menarik bagi wanita, saya seketika lupa untuk membawa pulang bakso tersebut untuk suami.
Begitu tiba di rumah, dan suami sudah pulang, saya dengan wajah berseri cerita ke suam…

Pekerjaan Impian

Beberapa menit lalu tidak sengaja membaca sebuah tulisan dari temannya teman. Topik menarik dengan sebuah pertanyaan yang menyentil "What is your dream job?". Jika pertanyaan tersebut dilontarkan kepada saya beberapa tahun silam, mungkin akan sulit untuk menjawabnya. Banyak sekali yang saya minati, dan banyak juga yang saya inginkan. Saya ingin menjadi penulis, ingin juga menjadi fotografer, lalu juga ingin menjadi pemilik agen travel. Beberapa pekerjaan yang saya impikan secara serius salah satunya adalah keliling dunia menonton konser-konser musisi hebat dan mendokumentasikannya. Saya ingin menjadi fotografer panggung.Tahun demi tahun berlalu, kisah demi kisah terlewati. Ada pengalaman baru yang membuat mimpi tersebut menjadi berkembang. Berkembang ke arah tidak terlalu ngoyo alias saya pasrahkan mimpi tersebut dengan pemikiran, yang penting saya mengerjakan sesuatu yang memang saya senangi. Beruntung, di tahun 2013 awal, saya sempat bekerja paruh waktu sebagai reporter ku…