Skip to main content

From Blurry to Clearly


Tema Malam Keluarga Unpar kali ini buat saya adalah
from blurry to clearly
.

Sabtu 09 Mei 2009

Ada banyak perbedaan antara Makelu tahun ini dan tahun lalu. Salah duanya adalah tahun ini saya tidak menjadi panitia dokumentasi, dan entah kenapa saya tidak begitu menikmati keasoi-an makelu tahun ini.


Acara yang dijadwalkan akan dimulai pada pukul 17.00 WIB pun ngaret dengan suksesnya. Ketika melihat jam hijau saya yang selalu menempel manis ditangan kanan ini, waktu sudah menunjukkan pukul 17:30 an. Wah, ngaret luar biasa sekali ini, panitia pun masih briefing dan segala macemnya. Saya yang bukan panitia pun akhirnya lumayan mati gaya (baca: bosan) karena teman-teman POTRET saya yang lainnya juga sedang sibuk mempersiapkan diri mereka untuk melakukan tugas perdokumentasian.

Akhirnya, saya lupa tepatnya jam brapa, acara pun dibuka dengan band yang cukup menarik dari fisip. Vokalis-vokalis kocak seperti Bella, Ibong, dan Ricky mampu membuat senyum menghiasi wajah saya karena tingkah laku mereka di panggung itu. Walaupun suara mereka tidak sesempurna vokalis-vokalis lainnya, namun mereka berhasil membuat suasana menjadi sangat menyenangkan.

Setelah itu pun ada beberapa band lain yang manggung, namun saya tidak begitu memperhatikannya. Ya, harus diakui, malam ini mendadak dunia permood-an saya menjadi tidak oke karena sesuatu hal. Sehingga akhirnya niatan membuat foto essay mengenai acara ini pun terbengkalai. Ah, payah sekali memang saya ini, terlalu menggantungkan diri pada mood. Tapi akhirnya setelah dorongan sana sini, saya pun berusaha mengembalikan mood oke itu lagi.

Sampai kemudian, datanglah Bumikutapaki di panggung itu..


Band ini merupakan band yang memiliki potensi yang besar menurut saya. Namun sayangnya, setiap kali melihat mereka manggung, selalu saja ada ketidak kompakan antara para vokalis. Sehingga akhirnya membuat beberapa lagu oke menjadi kurang oke untuk didengar. Hoho, maaf Anggie,Kika,Diza.. Tapi band kalian tetep oke ko. :D




Setelah itu pun masih banyak band-band cukup oke lainnya yang tampil. Tidak semuanya saya abadikan karena Aboy yang saat itu memang sedang tidak oke juga karena tercemar bau yang tidak begitu asoi pun ogah-ogahan saat saya minta untuk 'menangkap' band-band itu. Akhirnya hanya beberapa band yang 'ditangkap' Aboy, dan sisanya Aboy malah 'menangkap' teman-teman saya.

Semua itu dimulai sejak saya mencoba memotret lampu warna-warni yang menghiasi langit-langit plasa gsg (lihat foto awal). Saat tiba-tiba ada sosok aneh dengan rambut abstraknya datang dan berhenti didepan Aboy. Haha, dia itu Nia. Akhirnya malam itu saya mendadak menjadi fotografer 'studio' bukan stage. Haha, karena setelah Nia, Arla, dan beberapa teman Nia difoto, datanglah Adit yang juga minta difoto, kemudian tiba-tiba datanglah serombongan teman-teman Nia yang juga minta difoto. Haha, tujuan utama saya datang ke Makelu kali ini pun benar-benar gagal total.

Tapi walaupun begitu, pada akhirnya pun saya mulai menikmati acara di malam itu. Bukan karena acara-nya tapi lebih karena bersama teman-teman saya itu. Dunia permood-an yang sempat memburuk pun perlahan-lahan kembali seperti biasa. Ya, oke banget pokonya.


Acara ditutup dengan penampilan GIGI. Kali ini saya benar-benar sangat menikmati penampilan band yang disebut sebagai band legenda tersebut. Penampilan energik Armand Maulana yang membuat penonton semakin bersemangat, ditambah lagi dengan aksi para groupies GIGI yang sangat hafal dengan gerakan-gerakan Armand! ahhaha. WOW! Mereka sepertinya memang groupies sejati! Mereka hafal banget apa yang akan Armand lakukan, setelah ini jari Armand akan bergerak seperti apa, setelah itu tangan Armand akan bagaimana. HAhaaha. Saya takjub melihatnya. Seperti ketakjub-an saya saat melihat tingkah laku para penonton DAHSYAT yang memang sangat dahsyat. hahaa. Kalian benar-benar menginspirasikan saya kawan-kawan groupies. :)

Penampilan GIGI pun usai, penonton pun berhamburan keluar GSG. Ada yang langsung pulang, ada yang kumpul-kumpul dulu, ada yang nangis, ada yang kesal, ada yang senang, dan sebagainya. Semuanya sudah seperti cendol yang tercampur aduk namun tidak menjadi satu.

Kemudian saat jam menunjukkan pukul 12:00 AM pun, yang berarti tanggal sudah berubah bentuk ke angka 10, saat itu lah ada seorang teman saya yang bertambah tua. Rocker berambut acak-acakan yang juga sangat dikenal oleh orang banyak sebagai pentolan band TURBIN yang katanya hanya bisa bermimpi untuk manggung inilah yang berulang tahun. Dia adalah Fadil si rocker, hahaha. Ulang tahun dia dirayakan dengan terobosan terbaru, bukan meniup lilin, melainkan meniup korek yang dipaksakan untuk dibuat menjadi angka 21. Haha, aneh sekali.
Tapi menyenangkan kan dil? :D
Selamat ulang tahun sekali lagi ya dil, semoga TURBIN tidak hanya bisa berwacana. ahhaa..

Ya pada akhirnya,
Makelu. Malam Keluarga Unpar. Memang sangat berbeda dengan Makelu tahun lalu yang lebih oke menurut saya. Namun, setelah saya pikirkan dalam-dalam (ahhaa, ga penting), akhirnya saya menyimpulkan, makelu kali ini benar-benar bermakna dengan arti yang sebenarnya dalam diri saya. Dimana saya lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman-teman Unpar saya, mengobrol, men-curhat, menertawakan orang, merayakan ulang tahun, melihat panitia berantem (ahahha, ini paling oke), dan lainlain. Memang itu kan tujuan MAKELU sebenarnya? Membuat anak-anak Unpar semakin akrab lagi? Ya, kali ini tujuan kalian berhasil untuk saya.

From blurry to clearly pun saya buat untuk mengumpamakan mood saya.
Dari buruk menjadi baik.
:)

Terimakasih banyak.
Sampai jumpa di Makelu tahun berikutnya.
:D

p.s : maaf buat Aisyah, aku ga motoin RNRM, soalnya penuh banget. Huhuhu. Maaf yaaa... :)

Comments

Popular posts from this blog

Mahasiswa

"Mahasiswa itu banyak bohongnya, bu"

Begitulah kira-kira yang dikatakan oleh seorang petinggi di kampus kepada ibu saya.
Yaa, mahasiswa memang banyak sekali akalnya. Mulai dari cara mendapatkan nilai bagus dengan "cara anak sma" banget, sampai-sampai ada yang melakukan hal yang dapat SANGAT merugikan orang-orang yang jujur.

Dan hal itu terjadi pada saya.
Sebenernya sih saya sudah tidak mau lagi membahas masalah ini. Tapi karena satu dan lain hal, akhirnya saya memutuskan untuk menuliskannya di blog curhat ini.
Waktu itu, saat Ujian Tengah Semester hari kedua (Teori-teori Politik), saya mendadak tidak enak badan. Awalnya hanya pusing dan pegel-pegel aja.
Kemudian berlanjut ke demam tinggi dan sampai pada kesimpulan kalo saya terkena CAMPAK.
Wow. sangat menyebalkan sekali.
Sakit itu datang tidak pada waktunya.
Tapi mau gimana lagi? Saya tidak bisa menolaknya, toh karena walaupun saya tidak mau terkena campak, saya akan tetap terkena itu kan?

Akhirnya karena merasa tidak kuat, …

Lupa Telah Bersuami

Kehidupan rumah tangga ini sepertinya akan sangat menyenangkan dan penuh tantangan. 
Kenapa? Karena saya menghabiskan setengah bulan di Yogyakarta, bersama suami, dan setengah bulan tanpa suami di Bandung.
***
Pertengahan sampai akhir Maret lalu, saya di rumah suami. Suatu hari, saya kedatangan tamu dari kampung sebelah, Keke Ode Naomi, yang adalah teman suami juga. Tepat ketika Keke datang, suami saya sedang pergi melatih merpati-merpati kesayangannya untuk terbang. Kami pun memutuskan untuk pergi ke tempat bakso favorit saya, Bakso Ronayan.
Saat menguyah bakso, sebenarnya saya sempat berpikir, "Hmmm, kayanya bisa sih dibungkus dan dibawa pulang baksonya. Eh, tapi nanti kemakan ngga ya?". Sayangnya, pemikiran itu hanya muncul sekali saja, lantas saat saya dan Keke asyik bercerita tentang hal-hal yang menarik bagi wanita, saya seketika lupa untuk membawa pulang bakso tersebut untuk suami.
Begitu tiba di rumah, dan suami sudah pulang, saya dengan wajah berseri cerita ke suam…

Pekerjaan Impian

Beberapa menit lalu tidak sengaja membaca sebuah tulisan dari temannya teman. Topik menarik dengan sebuah pertanyaan yang menyentil "What is your dream job?". Jika pertanyaan tersebut dilontarkan kepada saya beberapa tahun silam, mungkin akan sulit untuk menjawabnya. Banyak sekali yang saya minati, dan banyak juga yang saya inginkan. Saya ingin menjadi penulis, ingin juga menjadi fotografer, lalu juga ingin menjadi pemilik agen travel. Beberapa pekerjaan yang saya impikan secara serius salah satunya adalah keliling dunia menonton konser-konser musisi hebat dan mendokumentasikannya. Saya ingin menjadi fotografer panggung.Tahun demi tahun berlalu, kisah demi kisah terlewati. Ada pengalaman baru yang membuat mimpi tersebut menjadi berkembang. Berkembang ke arah tidak terlalu ngoyo alias saya pasrahkan mimpi tersebut dengan pemikiran, yang penting saya mengerjakan sesuatu yang memang saya senangi. Beruntung, di tahun 2013 awal, saya sempat bekerja paruh waktu sebagai reporter ku…