Skip to main content

Hantu

Mama : Dek tadi nyari apa ke kamar mama?
Saya : Ga, tadinya mau numpang tidur..
Mama : Loh, emang kenapa?
Saya : Soalnya ada hantu di kamar adek.

Malam ini begitu mencekam bagi saya. Awalnya saya bangun pukul setengah satu pagi untuk melanjutkan pertugasan. Kemudian karena sudah merencanakan untuk bersepeda di pagi harinya, saya pun memutuskan untuk kembali ke tempat tidur pada sekitar pukul setengah tiga pagi. Memang ada beberapa pikiran yang ada di otak saya malam itu, sehingga saya pun tak kunjung dapat terlelap tidur. Sampai pada akhirnya, ketika saya sudah cukup terlelap dan melewati sebuah mimpi yang cukup aneh, saya merasa ada beberapa orang masuk ke dalam kamar saya. Saya pikir mereka adalah papa dan mama saya, mereka mencoba membangun-bangunkan saya, dengan sedikit panik, entah apa yang terjadi. Namun saya tetap tidak bisa bergerak dari tempat tidur. Setelah itu, tiba-tiba saya merasa ada yang menarik sesuatu dari dalam tubuh saya. Dengan berbunyi "Zuuuuuuuhh", seperti ada yang mencoba terus menerus menarik sesuatu dari dalam tubuh itu. Saya pun kemudian berpikir, ah, apakah saya akan mati sekarang? Tidak saya tidak mau mati sekarang, saya masih ada beberapa janji yang belum terpenuhi. Kemudian setelah itu, akhirnya "hal itu" lenyap. Saya pun tersadar sepenuhnya. Saya pun bergegas menuju kamar mama papa saya, karena jujur saja saya merasa sangat takut. Tapi ternyata tak ada tempat untuk anak yang sudah sebesar saya di kasur itu, sehingga saya pun mengurungkan niat saya untuk berlindung dan kembali ke kamar. Di atas kasur, saya tidak bisa tidur, saya cukup ketakutan untuk kembali memejamkan mata, dan saya pun terdiam sampai akhirnya saya memutuskan untuk menyalakan lagu, onlain, dan mencoba mencari teman di dunia maya. Dan saya tidak jadi tidur sampai kemudian saya bersepeda. 

Entah mimpi, entah apa, tapi saya merasakannya nyata. Pengalaman mistis pertama (dan saya harap yang terakhir) di dalam kamar saya.

Comments

Popular posts from this blog

Rabu Asoi

Tidak perlu khawatir apabila seharian harus tinggal dirumah. Karena ada kegiatan asoi yang bisa kita lakukan. Yang dibutuhkan adalah, dinding putih tanpa poster, laptop/komputer, speaker, dan proyektor! Yiha! Dengan keempat barang itu kita bisa melakukan kegiatan asoi di kamar sendiri. Bahkan tidak perlu datang ke bioskop-bioskop terdekat untuk menonton dengan asoi.
Awalnya cuma berniat mencoba menghubungkan netbook ke proyektor karena besok ada seorang teman yang akan meminjam netbook saya untuk sidang skripsinya. Kemudian lampu kamar saya matikan, gorden jendela saya tutup, proyektor saya nyalakan, video diputar, lalu speaker dicolokkan. Jadilah saya menonton video-video dengan perasaan penuh keasoian. 
Ayo kita buat "bioskop" sendiri di kamar! hahay.

Selamat hari rabu!

Mahasiswa

"Mahasiswa itu banyak bohongnya, bu"

Begitulah kira-kira yang dikatakan oleh seorang petinggi di kampus kepada ibu saya.
Yaa, mahasiswa memang banyak sekali akalnya. Mulai dari cara mendapatkan nilai bagus dengan "cara anak sma" banget, sampai-sampai ada yang melakukan hal yang dapat SANGAT merugikan orang-orang yang jujur.

Dan hal itu terjadi pada saya.
Sebenernya sih saya sudah tidak mau lagi membahas masalah ini. Tapi karena satu dan lain hal, akhirnya saya memutuskan untuk menuliskannya di blog curhat ini.
Waktu itu, saat Ujian Tengah Semester hari kedua (Teori-teori Politik), saya mendadak tidak enak badan. Awalnya hanya pusing dan pegel-pegel aja.
Kemudian berlanjut ke demam tinggi dan sampai pada kesimpulan kalo saya terkena CAMPAK.
Wow. sangat menyebalkan sekali.
Sakit itu datang tidak pada waktunya.
Tapi mau gimana lagi? Saya tidak bisa menolaknya, toh karena walaupun saya tidak mau terkena campak, saya akan tetap terkena itu kan?

Akhirnya karena merasa tidak kuat, …

Pekerjaan Impian

Beberapa menit lalu tidak sengaja membaca sebuah tulisan dari temannya teman. Topik menarik dengan sebuah pertanyaan yang menyentil "What is your dream job?". Jika pertanyaan tersebut dilontarkan kepada saya beberapa tahun silam, mungkin akan sulit untuk menjawabnya. Banyak sekali yang saya minati, dan banyak juga yang saya inginkan. Saya ingin menjadi penulis, ingin juga menjadi fotografer, lalu juga ingin menjadi pemilik agen travel. Beberapa pekerjaan yang saya impikan secara serius salah satunya adalah keliling dunia menonton konser-konser musisi hebat dan mendokumentasikannya. Saya ingin menjadi fotografer panggung.Tahun demi tahun berlalu, kisah demi kisah terlewati. Ada pengalaman baru yang membuat mimpi tersebut menjadi berkembang. Berkembang ke arah tidak terlalu ngoyo alias saya pasrahkan mimpi tersebut dengan pemikiran, yang penting saya mengerjakan sesuatu yang memang saya senangi. Beruntung, di tahun 2013 awal, saya sempat bekerja paruh waktu sebagai reporter ku…