Skip to main content

The Butterfly Effect


Film ini bercerita tentang Evan (Ashton Kutcher) yang mempunyai masalah dengan ingatannya. Banyak kejadian yang tidak bisa dia ingat semasa hidupnya. Tapi ternyata masalah itu dapat merubah kehidupannya. Sinopsis lebih lengkapnya bisa kalian lihat di sini.

Film ini termasuk film yang membingungkan bagi saya. Kita seperti dipermainkan dalam ingatan masa kecil Evan. Dibawa ke masa lalu, kembali ke masa sekarang. Tipe film yang harus ditonton sampai akhir, tanpa melewatkan sedikitpun scene nya. Meskipun sudah menontonnya sampai akhir, saya masih sedikit bingung mengenai apa poin yang ingin disampaikan film ini? Yang saya tangkap adalah, film ini seolah ingin memberikan pesan yang sangat umum yaitu, tidak semua yang kita inginkan bisa kita dapatkan. Karena dalam film ini diceritakan, saat Evan ingin membuat keadaan "saat ini" nya menjadi lebih baik, dia harus kembali ke "masa lalu" dan merubahnya. Semua yang ingin dia rubah selalu berkaitan dengan Kayleigh, sahabat nya sejak kecil yang pada akhirnya menjadi pacar Evan. Dia selalu mencoba memperbaiki "saat ini" nya dan merubah "masa lalu" yang dia anggap salah. Namun, setelah beberapa kali dicoba, semua tidak berjalan sebaik yang ia inginkan. Pada akhirnya, di akhir film, Evan diceritakan ingin merubah semua dari awal dia bertemu dengan Kayleigh. Dalam adegan itu, Evan sengaja membuat Kayleigh takut dan membencinya, karena selama mereka bersama, keadaannya tidak akan menjadi lebih baik. Dan setelah kejadian itu, keadaan pun memang menjadi lebih baik, meskipun Evan dan Kayleigh tidak bersama. Itu poin yang saya dapatkan dari film ini,  sebuah pesan sederhana yang disampaikan dengan alur yang rumit dan cukup mengerikan menurut saya. But, it's a good movie anyway.. 

Klik Disini kalau kalian sudah menonton film ini dan merasa sedikit bingung-bingung.


Comments

Popular posts from this blog

Pekerjaan Impian

Beberapa menit lalu tidak sengaja membaca sebuah tulisan dari temannya teman. Topik menarik dengan sebuah pertanyaan yang menyentil "What is your dream job?". Jika pertanyaan tersebut dilontarkan kepada saya beberapa tahun silam, mungkin akan sulit untuk menjawabnya. Banyak sekali yang saya minati, dan banyak juga yang saya inginkan. Saya ingin menjadi penulis, ingin juga menjadi fotografer, lalu juga ingin menjadi pemilik agen travel. Beberapa pekerjaan yang saya impikan secara serius salah satunya adalah keliling dunia menonton konser-konser musisi hebat dan mendokumentasikannya. Saya ingin menjadi fotografer panggung.Tahun demi tahun berlalu, kisah demi kisah terlewati. Ada pengalaman baru yang membuat mimpi tersebut menjadi berkembang. Berkembang ke arah tidak terlalu ngoyo alias saya pasrahkan mimpi tersebut dengan pemikiran, yang penting saya mengerjakan sesuatu yang memang saya senangi. Beruntung, di tahun 2013 awal, saya sempat bekerja paruh waktu sebagai reporter ku…

Rabu Asoi

Tidak perlu khawatir apabila seharian harus tinggal dirumah. Karena ada kegiatan asoi yang bisa kita lakukan. Yang dibutuhkan adalah, dinding putih tanpa poster, laptop/komputer, speaker, dan proyektor! Yiha! Dengan keempat barang itu kita bisa melakukan kegiatan asoi di kamar sendiri. Bahkan tidak perlu datang ke bioskop-bioskop terdekat untuk menonton dengan asoi.
Awalnya cuma berniat mencoba menghubungkan netbook ke proyektor karena besok ada seorang teman yang akan meminjam netbook saya untuk sidang skripsinya. Kemudian lampu kamar saya matikan, gorden jendela saya tutup, proyektor saya nyalakan, video diputar, lalu speaker dicolokkan. Jadilah saya menonton video-video dengan perasaan penuh keasoian. 
Ayo kita buat "bioskop" sendiri di kamar! hahay.

Selamat hari rabu!

Lupa Telah Bersuami

Kehidupan rumah tangga ini sepertinya akan sangat menyenangkan dan penuh tantangan. 
Kenapa? Karena saya menghabiskan setengah bulan di Yogyakarta, bersama suami, dan setengah bulan tanpa suami di Bandung.
***
Pertengahan sampai akhir Maret lalu, saya di rumah suami. Suatu hari, saya kedatangan tamu dari kampung sebelah, Keke Ode Naomi, yang adalah teman suami juga. Tepat ketika Keke datang, suami saya sedang pergi melatih merpati-merpati kesayangannya untuk terbang. Kami pun memutuskan untuk pergi ke tempat bakso favorit saya, Bakso Ronayan.
Saat menguyah bakso, sebenarnya saya sempat berpikir, "Hmmm, kayanya bisa sih dibungkus dan dibawa pulang baksonya. Eh, tapi nanti kemakan ngga ya?". Sayangnya, pemikiran itu hanya muncul sekali saja, lantas saat saya dan Keke asyik bercerita tentang hal-hal yang menarik bagi wanita, saya seketika lupa untuk membawa pulang bakso tersebut untuk suami.
Begitu tiba di rumah, dan suami sudah pulang, saya dengan wajah berseri cerita ke suam…