Skip to main content

Taman Hegarmanah

 (rumput taman yang sangat lebat merupakan bukti tidak terurusnya taman ini)

Jalan-jalan adalah salah satu aktifitas yang saya sukai, terutama jalan-jalan sore. Kali ini saya mengajak kedua teman saya, Astrid Reniza beserta pacarnya, Reyza Ramadhan untuk berjalan menuju sebuah taman di Hegarmanah. Sebenarnya banyak ruang publik yang (seharusnya menjadi) menarik untuk didatangi selain mall atau tempat-tempat eksklusif lainnya, seperti taman-taman kota di Bandung. Namun sayangnya, pihak yang berwenang tidak begitu perhatian dalam mengurus taman-taman tersebut. Sehingga pada akhirnya taman tersebut menjadi tidak terawat dan sangat tidak menarik, dan sebagian besar orang tidak memilih untuk menghabiskan waktu di tempat itu. 


(kita bisa menemukan jajanan "kampung" di taman, seperti bajigur ini)
Padahal taman merupakan tempat yang sangat menarik, kita bisa mengobrol santai dengan teman-teman kita atau bahkan dengan pacar. Nuansanya yang hijau membuat mata menjadi lebih segar, dan suasananya yang tenang juga membuat saya menjadi tenang saat berada di taman. Mungkin, apabila pihak berwenang mau lebih perhatian lagi pada taman-taman kota yang ada di Bandung, saya akan sangat senang sekali. Dan menjadikan taman sebagai alternatif tempat untuk berkumpul bersama, akan menjadi sebuah pilihan yang terbaik. :)

(taman juga bisa dijadikan salah satu alternatif tempat untuk memadu cinta alias pacaran)


Comments

Astrid said…
maksudnya memadu cinta tuh memadu cinta dengan pohon kan?
makin cinta lingkungan getoh maksudnya

Popular posts from this blog

Pekerjaan Impian

Beberapa menit lalu tidak sengaja membaca sebuah tulisan dari temannya teman. Topik menarik dengan sebuah pertanyaan yang menyentil "What is your dream job?". Jika pertanyaan tersebut dilontarkan kepada saya beberapa tahun silam, mungkin akan sulit untuk menjawabnya. Banyak sekali yang saya minati, dan banyak juga yang saya inginkan. Saya ingin menjadi penulis, ingin juga menjadi fotografer, lalu juga ingin menjadi pemilik agen travel. Beberapa pekerjaan yang saya impikan secara serius salah satunya adalah keliling dunia menonton konser-konser musisi hebat dan mendokumentasikannya. Saya ingin menjadi fotografer panggung.Tahun demi tahun berlalu, kisah demi kisah terlewati. Ada pengalaman baru yang membuat mimpi tersebut menjadi berkembang. Berkembang ke arah tidak terlalu ngoyo alias saya pasrahkan mimpi tersebut dengan pemikiran, yang penting saya mengerjakan sesuatu yang memang saya senangi. Beruntung, di tahun 2013 awal, saya sempat bekerja paruh waktu sebagai reporter ku…

Rabu Asoi

Tidak perlu khawatir apabila seharian harus tinggal dirumah. Karena ada kegiatan asoi yang bisa kita lakukan. Yang dibutuhkan adalah, dinding putih tanpa poster, laptop/komputer, speaker, dan proyektor! Yiha! Dengan keempat barang itu kita bisa melakukan kegiatan asoi di kamar sendiri. Bahkan tidak perlu datang ke bioskop-bioskop terdekat untuk menonton dengan asoi.
Awalnya cuma berniat mencoba menghubungkan netbook ke proyektor karena besok ada seorang teman yang akan meminjam netbook saya untuk sidang skripsinya. Kemudian lampu kamar saya matikan, gorden jendela saya tutup, proyektor saya nyalakan, video diputar, lalu speaker dicolokkan. Jadilah saya menonton video-video dengan perasaan penuh keasoian. 
Ayo kita buat "bioskop" sendiri di kamar! hahay.

Selamat hari rabu!

Lupa Telah Bersuami

Kehidupan rumah tangga ini sepertinya akan sangat menyenangkan dan penuh tantangan. 
Kenapa? Karena saya menghabiskan setengah bulan di Yogyakarta, bersama suami, dan setengah bulan tanpa suami di Bandung.
***
Pertengahan sampai akhir Maret lalu, saya di rumah suami. Suatu hari, saya kedatangan tamu dari kampung sebelah, Keke Ode Naomi, yang adalah teman suami juga. Tepat ketika Keke datang, suami saya sedang pergi melatih merpati-merpati kesayangannya untuk terbang. Kami pun memutuskan untuk pergi ke tempat bakso favorit saya, Bakso Ronayan.
Saat menguyah bakso, sebenarnya saya sempat berpikir, "Hmmm, kayanya bisa sih dibungkus dan dibawa pulang baksonya. Eh, tapi nanti kemakan ngga ya?". Sayangnya, pemikiran itu hanya muncul sekali saja, lantas saat saya dan Keke asyik bercerita tentang hal-hal yang menarik bagi wanita, saya seketika lupa untuk membawa pulang bakso tersebut untuk suami.
Begitu tiba di rumah, dan suami sudah pulang, saya dengan wajah berseri cerita ke suam…