Skip to main content

Nanao menulis cinta :D

x : si Y bilang, pacaran sama lo ga asik, ga bisa pegangan tangan, ga bisa pacaran fisik.
z : idih, serem amat.
x : emang yang lo cari dari pacaran apaan?
z : sahabat. pacar yang bisa jadi sahabat. biar bisa diajak jalan-jalan.
x : kalo gtu mah ga perlu pacar, ajak jalan aja sahabat lo.
z : ga bisa.. soalnya kalo sahabatnya punya pacar, jadi ga bisa diajak jalan-jalan lagi.
x : kalo gt, pacarin aja sahabat lo.
z : pacar bisa jadi sahabat, tapi sahabat ga bisa jadi pacar. begitu untuk saya.


Walaupun saya bukan ahlinya dalam percintaan, tapi saya sangat senang menulis dan berbicara mengenai hal ini. Haha, tipikal wanita sekali memang. Menurut saya, pacaran bukan hanya sekedar tentang pegangan tangan, berciuman, dan hubungan-hubungan fisik lainnya. Pacaran adalah dimana saya mencari seorang teman dekat yang selalu bersedia menjaga saya, dan mau melakukan aktivitas-aktivitas asik yang sering saya lakukan. Seperti jalan-jalan, berpetualang, makan ais krim, duduk santai sambil ngobrol. Hal-hal itu memang bisa saya dapatkan dari sahabat saya, tidak musti pacar. Tapi seperti yang sudah disebut diatas, sahabat tidak akan selamanya bisa berada didekat kita. Mereka mempunyai kehidupan dan hubungannya yang lain. Mungkin saat kamu bersahabat dengan orang yang sama-sama belum berpacar, kalian bisa melakukan kegiatan-kegiatan seru yang menyenangkan. Namun, saat mereka atau bahkan kamu memiliki pacar, kalian tak akan mungkin bisa melakukan kegiatan-kegiatan itu lagi. Pasti mau tidak mau, sadar atau tidak akan ada sebuah batasan yang muncul saat salah satu diantara kalian memiliki pacar.

Karena itu, mari cari calon pacar yang bisa dijadikan sahabat. :)

Comments

Popular posts from this blog

Rabu Asoi

Tidak perlu khawatir apabila seharian harus tinggal dirumah. Karena ada kegiatan asoi yang bisa kita lakukan. Yang dibutuhkan adalah, dinding putih tanpa poster, laptop/komputer, speaker, dan proyektor! Yiha! Dengan keempat barang itu kita bisa melakukan kegiatan asoi di kamar sendiri. Bahkan tidak perlu datang ke bioskop-bioskop terdekat untuk menonton dengan asoi.
Awalnya cuma berniat mencoba menghubungkan netbook ke proyektor karena besok ada seorang teman yang akan meminjam netbook saya untuk sidang skripsinya. Kemudian lampu kamar saya matikan, gorden jendela saya tutup, proyektor saya nyalakan, video diputar, lalu speaker dicolokkan. Jadilah saya menonton video-video dengan perasaan penuh keasoian. 
Ayo kita buat "bioskop" sendiri di kamar! hahay.

Selamat hari rabu!

Pekerjaan Impian

Beberapa menit lalu tidak sengaja membaca sebuah tulisan dari temannya teman. Topik menarik dengan sebuah pertanyaan yang menyentil "What is your dream job?". Jika pertanyaan tersebut dilontarkan kepada saya beberapa tahun silam, mungkin akan sulit untuk menjawabnya. Banyak sekali yang saya minati, dan banyak juga yang saya inginkan. Saya ingin menjadi penulis, ingin juga menjadi fotografer, lalu juga ingin menjadi pemilik agen travel. Beberapa pekerjaan yang saya impikan secara serius salah satunya adalah keliling dunia menonton konser-konser musisi hebat dan mendokumentasikannya. Saya ingin menjadi fotografer panggung.Tahun demi tahun berlalu, kisah demi kisah terlewati. Ada pengalaman baru yang membuat mimpi tersebut menjadi berkembang. Berkembang ke arah tidak terlalu ngoyo alias saya pasrahkan mimpi tersebut dengan pemikiran, yang penting saya mengerjakan sesuatu yang memang saya senangi. Beruntung, di tahun 2013 awal, saya sempat bekerja paruh waktu sebagai reporter ku…

Lupa Telah Bersuami

Kehidupan rumah tangga ini sepertinya akan sangat menyenangkan dan penuh tantangan. 
Kenapa? Karena saya menghabiskan setengah bulan di Yogyakarta, bersama suami, dan setengah bulan tanpa suami di Bandung.
***
Pertengahan sampai akhir Maret lalu, saya di rumah suami. Suatu hari, saya kedatangan tamu dari kampung sebelah, Keke Ode Naomi, yang adalah teman suami juga. Tepat ketika Keke datang, suami saya sedang pergi melatih merpati-merpati kesayangannya untuk terbang. Kami pun memutuskan untuk pergi ke tempat bakso favorit saya, Bakso Ronayan.
Saat menguyah bakso, sebenarnya saya sempat berpikir, "Hmmm, kayanya bisa sih dibungkus dan dibawa pulang baksonya. Eh, tapi nanti kemakan ngga ya?". Sayangnya, pemikiran itu hanya muncul sekali saja, lantas saat saya dan Keke asyik bercerita tentang hal-hal yang menarik bagi wanita, saya seketika lupa untuk membawa pulang bakso tersebut untuk suami.
Begitu tiba di rumah, dan suami sudah pulang, saya dengan wajah berseri cerita ke suam…