Skip to main content

Rahasia

Pagi ini begitu indah
Kicauan burung diluar jendela terdengar meriah
Aku terbangun di atas kasur berselimutkan hijau
Ternyata masih dengan pakaian lengkapku
Syukur ucap dalam hati, aku masih diizinkan bernafas hari ini
Beban dipundak akan segera kulenyapkan
Diganti dengan secercah harapan akan hari yang baru
Apa yang bisa aku lakukan ya hari ini?
Tentu saja banyak sekali yang bisa dilakukan
Tunggu, apa tujuan kita waktu itu?
Oh, agar bisa bermanfaat
Bagi diri sendiri, kataku
Untuk orang lain, katamu
Diri sendiri dulu, baru orang lain, debatku
Untuk orang lain, kau bersikukuh
Sudahlah, dunia ini lebih butuh kita
Untuk melakukan aksi nyata
Begitu tutupmu

Kicauan burung sudah tidak terdengar lagi
Saatnya mereka menghidupi kehidupan
Terbang bebas di langit
Bukan tanpa tujuan
Sama seperti kita yang terus berjalan
Ingat akan tujuan yang ingin diraih
Berhenti sebentar jika kita lelah
Jangan memaksa untuk terus berlari
Kumpulkan kembali semua energi
Evaluasi kembali apa yang telah terjadi
Mencari cara baru untuk mencapai mimpi
Dengan selalu ingat tujuan yang dinanti
Untuk menjadi pribadi yang bermanfaat
Untuk diri sendiri juga orang lain
Saatnya bangun dari kasur dan berbenah diri
Masih banyak kesempatan yang menunggu untuk diraih
Karena kita tidak akan pernah tahu rahasia ilahi.

Comments

Popular posts from this blog

Mahasiswa

"Mahasiswa itu banyak bohongnya, bu"

Begitulah kira-kira yang dikatakan oleh seorang petinggi di kampus kepada ibu saya.
Yaa, mahasiswa memang banyak sekali akalnya. Mulai dari cara mendapatkan nilai bagus dengan "cara anak sma" banget, sampai-sampai ada yang melakukan hal yang dapat SANGAT merugikan orang-orang yang jujur.

Dan hal itu terjadi pada saya.
Sebenernya sih saya sudah tidak mau lagi membahas masalah ini. Tapi karena satu dan lain hal, akhirnya saya memutuskan untuk menuliskannya di blog curhat ini.
Waktu itu, saat Ujian Tengah Semester hari kedua (Teori-teori Politik), saya mendadak tidak enak badan. Awalnya hanya pusing dan pegel-pegel aja.
Kemudian berlanjut ke demam tinggi dan sampai pada kesimpulan kalo saya terkena CAMPAK.
Wow. sangat menyebalkan sekali.
Sakit itu datang tidak pada waktunya.
Tapi mau gimana lagi? Saya tidak bisa menolaknya, toh karena walaupun saya tidak mau terkena campak, saya akan tetap terkena itu kan?

Akhirnya karena merasa tidak kuat, …

Lupa Telah Bersuami

Kehidupan rumah tangga ini sepertinya akan sangat menyenangkan dan penuh tantangan. 
Kenapa? Karena saya menghabiskan setengah bulan di Yogyakarta, bersama suami, dan setengah bulan tanpa suami di Bandung.
***
Pertengahan sampai akhir Maret lalu, saya di rumah suami. Suatu hari, saya kedatangan tamu dari kampung sebelah, Keke Ode Naomi, yang adalah teman suami juga. Tepat ketika Keke datang, suami saya sedang pergi melatih merpati-merpati kesayangannya untuk terbang. Kami pun memutuskan untuk pergi ke tempat bakso favorit saya, Bakso Ronayan.
Saat menguyah bakso, sebenarnya saya sempat berpikir, "Hmmm, kayanya bisa sih dibungkus dan dibawa pulang baksonya. Eh, tapi nanti kemakan ngga ya?". Sayangnya, pemikiran itu hanya muncul sekali saja, lantas saat saya dan Keke asyik bercerita tentang hal-hal yang menarik bagi wanita, saya seketika lupa untuk membawa pulang bakso tersebut untuk suami.
Begitu tiba di rumah, dan suami sudah pulang, saya dengan wajah berseri cerita ke suam…

Pekerjaan Impian

Beberapa menit lalu tidak sengaja membaca sebuah tulisan dari temannya teman. Topik menarik dengan sebuah pertanyaan yang menyentil "What is your dream job?". Jika pertanyaan tersebut dilontarkan kepada saya beberapa tahun silam, mungkin akan sulit untuk menjawabnya. Banyak sekali yang saya minati, dan banyak juga yang saya inginkan. Saya ingin menjadi penulis, ingin juga menjadi fotografer, lalu juga ingin menjadi pemilik agen travel. Beberapa pekerjaan yang saya impikan secara serius salah satunya adalah keliling dunia menonton konser-konser musisi hebat dan mendokumentasikannya. Saya ingin menjadi fotografer panggung.Tahun demi tahun berlalu, kisah demi kisah terlewati. Ada pengalaman baru yang membuat mimpi tersebut menjadi berkembang. Berkembang ke arah tidak terlalu ngoyo alias saya pasrahkan mimpi tersebut dengan pemikiran, yang penting saya mengerjakan sesuatu yang memang saya senangi. Beruntung, di tahun 2013 awal, saya sempat bekerja paruh waktu sebagai reporter ku…