Skip to main content

Limit

Ketika itu saya berupaya untuk terlihat kuat dikala kondisi fisik melemah. Beberapa menyadari, beberapa tidak. Malam sudah semakin larut, seharusnya saya sudah pulang dengan menggunakan sepeda dari jam lima sore, namun karena masih ada urusan yang belum terselesaikan, terpaksa saya tinggal lebih lama di tempat itu.

Secuil obrolan terjadi malam itu antara saya dan salah satu rekan kerja. Beliau adalah salah satu yang menyadari kondisi fisik saya yang tidak terlalu baik pada saat itu. Saat menyatakan bahwa saya akan pulang dengan menggunakan sepeda, beliau mengingatkan saya mengenai kondisi fisik yang melemah ini. Ketika itu, saya menjawabnya dengan senyum percaya diri "Aku kan kuat, hehe". Dengan muka heran beliau berkata, "kalo sakit, kamu istirahat, bukan waktunya bilang kalo kamu kuat. ketika kamu sehat, baru kamu upayakan supaya kamu kuat". Kalimat ini cukup membuat hati dan pikiran saya tersentil.

Ketika itu saya sepenuhnya berpikir bahwa terkadang manusia senang mem-push dirinya sampai ke tahap di luar kemampuannya dan dengan naif nya dia akan meyakinkan dirinya sendiri, "saya kuat" padahal dia tidak sekuat itu. Bagi saya, setiap orang memiliki keterbatasannya masing-masing, manusia butuh waktu untuk kembali pulih dari sakitnya. 

Kembali lagi pada manusia memilih jalannya masing-masing, dan kali ini saya memilih untuk istirahat dan memulihkan segala rasa sakit yang saya rasakan dalam tubuh ini.

Comments

Popular posts from this blog

Mahasiswa

"Mahasiswa itu banyak bohongnya, bu"

Begitulah kira-kira yang dikatakan oleh seorang petinggi di kampus kepada ibu saya.
Yaa, mahasiswa memang banyak sekali akalnya. Mulai dari cara mendapatkan nilai bagus dengan "cara anak sma" banget, sampai-sampai ada yang melakukan hal yang dapat SANGAT merugikan orang-orang yang jujur.

Dan hal itu terjadi pada saya.
Sebenernya sih saya sudah tidak mau lagi membahas masalah ini. Tapi karena satu dan lain hal, akhirnya saya memutuskan untuk menuliskannya di blog curhat ini.
Waktu itu, saat Ujian Tengah Semester hari kedua (Teori-teori Politik), saya mendadak tidak enak badan. Awalnya hanya pusing dan pegel-pegel aja.
Kemudian berlanjut ke demam tinggi dan sampai pada kesimpulan kalo saya terkena CAMPAK.
Wow. sangat menyebalkan sekali.
Sakit itu datang tidak pada waktunya.
Tapi mau gimana lagi? Saya tidak bisa menolaknya, toh karena walaupun saya tidak mau terkena campak, saya akan tetap terkena itu kan?

Akhirnya karena merasa tidak kuat, …

Lupa Telah Bersuami

Kehidupan rumah tangga ini sepertinya akan sangat menyenangkan dan penuh tantangan. 
Kenapa? Karena saya menghabiskan setengah bulan di Yogyakarta, bersama suami, dan setengah bulan tanpa suami di Bandung.
***
Pertengahan sampai akhir Maret lalu, saya di rumah suami. Suatu hari, saya kedatangan tamu dari kampung sebelah, Keke Ode Naomi, yang adalah teman suami juga. Tepat ketika Keke datang, suami saya sedang pergi melatih merpati-merpati kesayangannya untuk terbang. Kami pun memutuskan untuk pergi ke tempat bakso favorit saya, Bakso Ronayan.
Saat menguyah bakso, sebenarnya saya sempat berpikir, "Hmmm, kayanya bisa sih dibungkus dan dibawa pulang baksonya. Eh, tapi nanti kemakan ngga ya?". Sayangnya, pemikiran itu hanya muncul sekali saja, lantas saat saya dan Keke asyik bercerita tentang hal-hal yang menarik bagi wanita, saya seketika lupa untuk membawa pulang bakso tersebut untuk suami.
Begitu tiba di rumah, dan suami sudah pulang, saya dengan wajah berseri cerita ke suam…

Pekerjaan Impian

Beberapa menit lalu tidak sengaja membaca sebuah tulisan dari temannya teman. Topik menarik dengan sebuah pertanyaan yang menyentil "What is your dream job?". Jika pertanyaan tersebut dilontarkan kepada saya beberapa tahun silam, mungkin akan sulit untuk menjawabnya. Banyak sekali yang saya minati, dan banyak juga yang saya inginkan. Saya ingin menjadi penulis, ingin juga menjadi fotografer, lalu juga ingin menjadi pemilik agen travel. Beberapa pekerjaan yang saya impikan secara serius salah satunya adalah keliling dunia menonton konser-konser musisi hebat dan mendokumentasikannya. Saya ingin menjadi fotografer panggung.Tahun demi tahun berlalu, kisah demi kisah terlewati. Ada pengalaman baru yang membuat mimpi tersebut menjadi berkembang. Berkembang ke arah tidak terlalu ngoyo alias saya pasrahkan mimpi tersebut dengan pemikiran, yang penting saya mengerjakan sesuatu yang memang saya senangi. Beruntung, di tahun 2013 awal, saya sempat bekerja paruh waktu sebagai reporter ku…