Skip to main content

Info Karimun Jawa

Senin 5 Juli 2010, dengan bermodalkan budget sotoy tapi asoi kami berangkat dengan kereta api ekonomi jurusan Solo. Kereta berangkat dari Padalarang (kalau mau dapet tempat duduk di kereta ini, lebih baik naik di Padalarang) sekitar jam 19.00 dan tiba di Solo, keesokan paginya sekitar pukul 08.00. Perkiraan budget awal kami untuk berangkat ke karimun jawa dan kembali lagi ke Bandung adalah 300rb. Dengan rencana kami akan kemping disana, sehingga tidak mengeluarkan terlalu banyak biaya untuk penginapan. Namun, karena ternyata di pelabuhan kartini, Jepara (kami tiba malam hari, ferry berangkat esok harinya jam 09.00) digosipkan tidak boleh menggelar tenda, dan akan ada patroli setiap jam 12 malam, maka kami pun harus menginap di penginapan keluarga seharga 80rb semalam (pake AC). Sedangkan di Karimun Jawanya, ternyata kami pun batal kemping, dikarenakan banyak ular besar di daerah perkempingan. Kalau mau kemping di pulau-pulau pun, biaya terbilang cukup mahal, karena harus sewa kapal untuk mengantar dan menjemput ke pulau, yang konon harganya 250rb pulang pergi, ditambah lagi uang "rokok" untuk penjaga pulau. Akhirnya kami memutuskan untuk tetap tinggal di Homestay. 

Warung makan yang paling banyak didatangi disana adalah warung makan bu ester. Tapi jangan membayangkan akan ada banyak makanan laut di warung itu. Makanan yang dijual disana sama seperti warteg-warteg biasa, ayam goreng, telur, kangkung, paling ada satu jenis ikan laut. Tapi kalau mau berjalan-jalan mengelilingi perumahan penduduk di Karimun Jawa itu, kita bisa menemukan warung makan lainnya, yang menjual Tahu Campur, Es Campur, Mie ayam, dan lain-lain. 

Perjalanan dari Senin 5 Juli 2010 hingga Senin 12 Juli 2010, Semalam di Jepara, 5 hari 4 malam di Karimun Jawa, saya menghabiskan sekitar 529.500 rupiah. Berikut adalah rinciannya :

1 : 
- Snorkel gear : 30rb (snorkel gear buat anak-anak, beli di Riau Junction)
- Kereta Ekonomi : 30rb (sampai Solo)
- Makan bekel kereta : 7500 (nasi + ayam)
- Aqua bersama : 2000 (harga 8000, dibagi 4)
- Bus Demak - Jepara : 10rb (katanya sih sebenernya bus dari Semarang ke Jepara 8000, jadi harusnya dari Demak lebih murah, karena Bus yang semacam bus KPAD ini berangkatnya dari Semarang, melewati Demak, menuju Jepara)
- Becak : 12.500 (2 becak 50.000, dari alun-alun, ke terminal, sampai pelabuhan. Harusnya mungkin bisa ditawar lagi, tapi si mang nya ngotot tadinya minta 30rb per becak)
- Penginepan Jepara : 20.000 ( 1 kamar 80rb - AC. dan yang non-AC 60rb. Tapi kebetulan malam itu yang non-AC nya penuh)

2 :
- Bus pulang ke Bandung : 80rb (Jepara - Bandung)
- Ferry ke karimun : 30.500
- Baso di Alun-alun : 2500 ( 2 x 5000 = 10rb dibagi 4)

3 :
- Sewa kapal wisata pulau : 350.000 (1 kapal)
- Snorkel + Lifevest (35rb x 4) 
** 490rb dibagi 4 = 122.500/orang
- Makan siang dari bu ester : 6500 (nasi + kangkung + telur bulat)
- Masuk Pulau : 5000 (20rb dibagi 4)
4 :
- Makan siang : 16.500 * (Bu ester)
- Makan Sore : 15.000** (warung tahu campur)
* nasi + ayam = 8rb
telur dadar = 2500
es teh manis = 3 x 1000 = 3000
es jeruk = 2500
** tahu campur = 6000/porsi
es campur = 3000/porsi

5 :
- Penginepan: 70rb (1 malem 70rb dikali 4malem dibagi 4 orang)
- Makan malem di Homestay : 40rb (10rb sekali makan dikali 4 malem. Makan 10rb disini sama kaya makan 15rb di bandung. Ada 2 macam lauk, dan enak sekali masakan bu Marma -- Ibu yg punya homestay nya)
- Ferry pulang : 30.500

Total : 534.500

Asoi sekali bukan? Kalau mau asoi, mendingan coba ke Karimun Jawa sendiri, ga usah pake paket. Pasti lebih asooiiii..

Kalo mau ke Karimun Jawa, hubungin aja Pak Rusdi 081390725197 (tour guide lokal)

Comments

Anonymous said…
Kalau boleh tahu, penginapan keluarga yg pakai AC dimana ya, ada yg bisa dihubungi, dan ada berapa kamar. mohon bantuannya.

terima kasih.
sigid kusworo
Yogya
08127595924
sikuswo@telkom.net

Popular posts from this blog

Rabu Asoi

Tidak perlu khawatir apabila seharian harus tinggal dirumah. Karena ada kegiatan asoi yang bisa kita lakukan. Yang dibutuhkan adalah, dinding putih tanpa poster, laptop/komputer, speaker, dan proyektor! Yiha! Dengan keempat barang itu kita bisa melakukan kegiatan asoi di kamar sendiri. Bahkan tidak perlu datang ke bioskop-bioskop terdekat untuk menonton dengan asoi.
Awalnya cuma berniat mencoba menghubungkan netbook ke proyektor karena besok ada seorang teman yang akan meminjam netbook saya untuk sidang skripsinya. Kemudian lampu kamar saya matikan, gorden jendela saya tutup, proyektor saya nyalakan, video diputar, lalu speaker dicolokkan. Jadilah saya menonton video-video dengan perasaan penuh keasoian. 
Ayo kita buat "bioskop" sendiri di kamar! hahay.

Selamat hari rabu!

Pekerjaan Impian

Beberapa menit lalu tidak sengaja membaca sebuah tulisan dari temannya teman. Topik menarik dengan sebuah pertanyaan yang menyentil "What is your dream job?". Jika pertanyaan tersebut dilontarkan kepada saya beberapa tahun silam, mungkin akan sulit untuk menjawabnya. Banyak sekali yang saya minati, dan banyak juga yang saya inginkan. Saya ingin menjadi penulis, ingin juga menjadi fotografer, lalu juga ingin menjadi pemilik agen travel. Beberapa pekerjaan yang saya impikan secara serius salah satunya adalah keliling dunia menonton konser-konser musisi hebat dan mendokumentasikannya. Saya ingin menjadi fotografer panggung.Tahun demi tahun berlalu, kisah demi kisah terlewati. Ada pengalaman baru yang membuat mimpi tersebut menjadi berkembang. Berkembang ke arah tidak terlalu ngoyo alias saya pasrahkan mimpi tersebut dengan pemikiran, yang penting saya mengerjakan sesuatu yang memang saya senangi. Beruntung, di tahun 2013 awal, saya sempat bekerja paruh waktu sebagai reporter ku…

Lupa Telah Bersuami

Kehidupan rumah tangga ini sepertinya akan sangat menyenangkan dan penuh tantangan. 
Kenapa? Karena saya menghabiskan setengah bulan di Yogyakarta, bersama suami, dan setengah bulan tanpa suami di Bandung.
***
Pertengahan sampai akhir Maret lalu, saya di rumah suami. Suatu hari, saya kedatangan tamu dari kampung sebelah, Keke Ode Naomi, yang adalah teman suami juga. Tepat ketika Keke datang, suami saya sedang pergi melatih merpati-merpati kesayangannya untuk terbang. Kami pun memutuskan untuk pergi ke tempat bakso favorit saya, Bakso Ronayan.
Saat menguyah bakso, sebenarnya saya sempat berpikir, "Hmmm, kayanya bisa sih dibungkus dan dibawa pulang baksonya. Eh, tapi nanti kemakan ngga ya?". Sayangnya, pemikiran itu hanya muncul sekali saja, lantas saat saya dan Keke asyik bercerita tentang hal-hal yang menarik bagi wanita, saya seketika lupa untuk membawa pulang bakso tersebut untuk suami.
Begitu tiba di rumah, dan suami sudah pulang, saya dengan wajah berseri cerita ke suam…