Skip to main content

Catatan Karimun Jawa

5 Juli 2010
11.40 pm
Kereta ekonomi: semuanya tertidur.


Setelah mendapat jatah tidur sekitar 2jam, skrg giliran nasrul yg tidur (tp dia malah ngupil,bukannya tidur. Dan malah menunjukkan upil yg dia sebut sbg telur dari bakteri2 yg saat saya tulis note ini sedang berusaha dia buang). Kereta sedang berhenti di tasikmalaya, wow tampak masih sangat lama untuk sampai di solo. Muka sudah minyakan, badan keringetan kayanya lengket2, pantat panas, ditambah dengan hadirnya kecoa kecil di jendela yang sepertinya ingin menemani saya. Sensasional sekali, pertama kali mencoba berlibur dengan kereta ekonomi. Banyak yg aneh2, mulai dari penjual yg mencoba memaksa secara tidak langsung saat menjajakan jualannya. Sehingga jangan kaget,kalo kalian nanti juga mencoba naik kereta ekonomi, kalian tiba2 diberi seperangkat alat tulis sekolah, donat, permen jahe, dll padahal kalian tidak memintanya. Strategi yg cerdik untuk membuat para tukang jajan membeli jajanan mereka. Tp saya tidak berhasil digoda, malah yg ada harusnya saya yang jualan di kereta ini, karena saya pun membawa 1 tas besar berisi makanan, hahahaaha.

6 Juli 2010
7:23pm
Sholat bayar 1000


Dari solo menuju jepara, dianter papa,mama,adiknya ari. Naik bus dari demak menuju jepara. Kita berhenti di mesjid demak, ada yg aneh saat mas2 disana meminta uang yg mungkin modusnya sebagai sodaqoh, tp seperti diwajibkan 1 org bayar 1000. Padahal jelas tertulis, "wudlu tidak dipungut biaya" apa sholat dipungut biaya?

7 Juli 2010
10:32am
Kapal ferry muria


Wow,panas sekali.. Saya sedang menyebrang menuju karimun jawa dengan menggunakan ferry muria. Dengan tiket kelas ekonomi, kami diberi fasilitas berupa tempat duduk dalam ruangan ber-ac alam, dan ada tv untuk hiburan agar tidak bosan. Tapi ternyata saya masih juga bosan. Awalnya saya mencoba untuk tidur, sehingga akhirnya, nasrul yang merasa tidak bisa hanya diam saja dalam perjalanan yang menghabiskan waktu kira2 6 jam ini pergi meninggalkan saya dan juga aul dan ari untuk berjemur di rooftop muria. 5menit kemudian ketika saya tidak berhasil menemukan posisi asoi untuk tidur,akhirnya saya pun menyusul nasrul untuk berjemur, dan wow! Panasnya sangat menyengat sekali..
lautnya cukup tenang dan anginnya tidak kencang, hanya matahari yang bersinar telalu menyengat. 

9 Juli2010
07:09
Karimun jawa hujan


Dari sekitar subuh sampe skrang,hujan masih aja turun. Lampu diperumahan sudah dimatikan (di sini listrik dimatikan dari jam 6 pagi sampe 6 malem, kemudian dinyalakan di malam hari. Katanya sih krn tenaga listriknya msh pake solar). Persediaan makanan serius kami masih sangat banyak, seperti indomie, telur, beras, kornet, sarden, dan entah apa lg, namun persediaan makan tidak serius seperti roti, crackers, dan cemilan lainnya sudah mulai habis. Akhirnya kami tidak jadi kemping, karena banyak pertimbangan serius yang membuat rencana perkempingan gagal. Seperti kemping di bukit perkemahan, itu sangat tidak disarankan oleh penduduk lokal, karena banyak ular2 besar yang sangat mengerikan. "wahh jenengan kalo mau kemping, saya sarankan jangan, jangan di sana. Ularnya disana besar2" begitu kira2 reaksi nya ketika kami bilang mau kemping di bukit. Kalo kemping di pulau2, wih konon biayanya mahal sekali, kalau mau kemping di pulau, kita akan di anter ke pulau, kemudian dijemput lagi kalo udh mau pulang. Biaya kapal untuk mengantar ke pulaunya konon 250rb, pp. Belum lg biaya "rokok" buat penjaga pulau, mahal sekali, mendingan tinggal di homestay yang semalemnya hanya 70rb, dengan fasilitas yang lebih dari cukup, ini sih berasa nyewa rumah, bukan cuma 1 kmar.

9juli2010
4:00 pm

Dermaga alun2


Sehabis makan di warung bu ester, saya dan nasrul jalan2 ke dermaga (saya sebenarnya bingung apa sebutannya yg pas, tp ini semacam dermaga yang ada karang2 nya, dan banyak kapal nelayannya). Sejak awal datang kesini saya penasaran, kenapa di daerah ini ga ada yg jual makanan semacam udang, cumi, kepiting, atau makanan laut yang semacamnya. Warung bu ester, warung makan yg ada di alun2, dan sepertinya satu2nya warung makan di daerah ini, menyediakan makanan seperti warung2 makan yg biasa di bandung, seperti ayam goreng, telur dadar, kangkung, tempe goreng, dan makanan rumahan lainnya. Palingan ada 1 jenis ikan laut yang disediakan. Ketika saya tanyakan pada bapak warung makannya, beliau menjawab " karena banyak yg wisata jadinya ga ada orang yg mau ngambil udang,dll. Semuanya sibuk mengantar orang berwisata" begitu kira2 yg beliau katakan.

Kedai es campur
Abis jalan2 lewat rumah penduduk, akhirnya ketemu rumah pak bagus, guru di karimun jawa yang waktu berangkat dari jepara bersama kami. Hasil obrolan saya dengan istri beliau adalah sebuah info mengenai tempat makan selain bu ester, yang menjual es campur, tahu campur, mie ayam, dan lain2. Tahu campurnya enak sekali, dengan bumbu seperti bumbu pecel, tahunya dikasih telur, dan lontong. Es campurnya berisi buah2 yang dipotong dengan bentuk yg serupa, persegi panjang bergerigi, isinya bengkoang, belimbing, timun suri, dan lain-lain dicampur dengan sirup.


10 Juli 2010
12:33pm

Pantai gone lele

It's camping day. Woha, jam 6an berangkat dari homestay menuju pasar untuk beli ikan. Karena kelupaan bawa kompor, akhirnya setelah beli ikan kembali sebentar ke homestay buat ngambil beras,panci,mie,kompor,dll. Jalan menuju pantai gone lele atau legon lele ini seperti jalan menuju maribaya dari thr. Lumayan naik turun, tp jalannya juga lumayan bagus. Sebelum sampai kepantai ini, kalo saya tidak salah,kita harus melewati 4 hotel asoi (baca: berkelas).

11 Juli 2010
8:06 am
Sampai jumpa karimun jawa


Setelah 5 hari 4 malam berada di karimun jawa, akhirnya kami harus pulang. Saya tidak merasa ini adalah liburan wisata ke suatu daerah. Saya lebih merasa pulang ke kampung sendiri. Bermain sama anak2 di alun-alun, main kerumah pak bagus, salah seorang warga karimun jawa yang kami temui di jepara, mungkin suasana daerahnya yang memang sangat bersahabat membuat hal itu sangat terasa. Yang paling sedih adalah ketika Awa, anak perempuan pak bagus yang berumur 3.5 tahun, menangis saat kami akan memasuki ferry. Dari malam sebelumnya, setelah kami bermain di alun-alun, ketika akan pulang, Awa juga menangis. Lebih sedih lg ketika pak bagus bilang, sebelumnya Awa ga pernah seperti ini, baru kali ini dia lengket sama orang (baru), sampe harus pura2 tidur di homestay kami karena tidak mau dibawa pulang. Liburan kali ini benar2 tidak biasa, dan karimun jawa cukup membuat saya ingin kembali lagi, bukan untuk berwisata, bukan hanya untuk snorkling atau mengelilingi pulau, tp untuk bertemu Awa, Ayu, Nala, Hana, Pak Bagus, Bu Siti, Bu Marma, dan orang-orang karimun jawa lainnnya.

Kalau ada lagu berjudul where are the good people go, good people are everywhere. Tuhan menyebar mereka dimana-mana untuk membantu kita. :)

Sampai jumpa karimun jawa, sampai jumpa awa.. :)
 

Comments

Popular posts from this blog

Rabu Asoi

Tidak perlu khawatir apabila seharian harus tinggal dirumah. Karena ada kegiatan asoi yang bisa kita lakukan. Yang dibutuhkan adalah, dinding putih tanpa poster, laptop/komputer, speaker, dan proyektor! Yiha! Dengan keempat barang itu kita bisa melakukan kegiatan asoi di kamar sendiri. Bahkan tidak perlu datang ke bioskop-bioskop terdekat untuk menonton dengan asoi.
Awalnya cuma berniat mencoba menghubungkan netbook ke proyektor karena besok ada seorang teman yang akan meminjam netbook saya untuk sidang skripsinya. Kemudian lampu kamar saya matikan, gorden jendela saya tutup, proyektor saya nyalakan, video diputar, lalu speaker dicolokkan. Jadilah saya menonton video-video dengan perasaan penuh keasoian. 
Ayo kita buat "bioskop" sendiri di kamar! hahay.

Selamat hari rabu!

Pekerjaan Impian

Beberapa menit lalu tidak sengaja membaca sebuah tulisan dari temannya teman. Topik menarik dengan sebuah pertanyaan yang menyentil "What is your dream job?". Jika pertanyaan tersebut dilontarkan kepada saya beberapa tahun silam, mungkin akan sulit untuk menjawabnya. Banyak sekali yang saya minati, dan banyak juga yang saya inginkan. Saya ingin menjadi penulis, ingin juga menjadi fotografer, lalu juga ingin menjadi pemilik agen travel. Beberapa pekerjaan yang saya impikan secara serius salah satunya adalah keliling dunia menonton konser-konser musisi hebat dan mendokumentasikannya. Saya ingin menjadi fotografer panggung.Tahun demi tahun berlalu, kisah demi kisah terlewati. Ada pengalaman baru yang membuat mimpi tersebut menjadi berkembang. Berkembang ke arah tidak terlalu ngoyo alias saya pasrahkan mimpi tersebut dengan pemikiran, yang penting saya mengerjakan sesuatu yang memang saya senangi. Beruntung, di tahun 2013 awal, saya sempat bekerja paruh waktu sebagai reporter ku…

Lupa Telah Bersuami

Kehidupan rumah tangga ini sepertinya akan sangat menyenangkan dan penuh tantangan. 
Kenapa? Karena saya menghabiskan setengah bulan di Yogyakarta, bersama suami, dan setengah bulan tanpa suami di Bandung.
***
Pertengahan sampai akhir Maret lalu, saya di rumah suami. Suatu hari, saya kedatangan tamu dari kampung sebelah, Keke Ode Naomi, yang adalah teman suami juga. Tepat ketika Keke datang, suami saya sedang pergi melatih merpati-merpati kesayangannya untuk terbang. Kami pun memutuskan untuk pergi ke tempat bakso favorit saya, Bakso Ronayan.
Saat menguyah bakso, sebenarnya saya sempat berpikir, "Hmmm, kayanya bisa sih dibungkus dan dibawa pulang baksonya. Eh, tapi nanti kemakan ngga ya?". Sayangnya, pemikiran itu hanya muncul sekali saja, lantas saat saya dan Keke asyik bercerita tentang hal-hal yang menarik bagi wanita, saya seketika lupa untuk membawa pulang bakso tersebut untuk suami.
Begitu tiba di rumah, dan suami sudah pulang, saya dengan wajah berseri cerita ke suam…