Skip to main content

Tentang Sosialisasi (merujuk pada blog Gita Djausal)

Saat membaca blog Gita Djausal mengenai Mari Kita Bersosialisasi! ada dua tipikal orang yang ada di pikiran saya. Orang yang senang mengkritik dan orang yang tidak begitu senang di kritik. Terkadang yang kita harapkan dari keberadaan seorang teman adalah seseorang yang bisa mendukung sepenuhnya tindakan kita. Walau yang baik adalah mereka yang tetap mengingatkan teman untuk memperbaiki kekurangannya. hal tersebut dilakukan agar membuat teman kita menjadi lebih baik lagi, bukan berdasarkan emosi semata.

Tidak selamanya kita tidak bisa mengkritik orang yang tidak begitu senang di kritik. Dan tidak selamanya juga mereka tidak mendengarkan apa yang kita kritik. Saya termasuk orang yang hanya bisa dikritik dengan cara yang pelan dan santai. Saya tidak bisa apabila dikonfrontasi dengan cara yang keras.

Karena pada dasarnya tidak ada manusia yang benar-benar sempurna. Setiap manusia pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Semua orang tahu akan hal itu. Semua bergantung caranya, bagaimana kita tetap bisa membuat orang lain nyaman dengan pernyataan yang kita lontarkan tentang kekurangannya dan bagaimana kita tetap membantu mereka menjadi manusia yang lebih baik lagi. 

Saya termasuk orang yang gampang berkonflik dengan teman dekat saya. Karena pada dasarnya saya sangatlah impulsif. Tapi bagi saya, teman dekat adalah keluarga yang harus saya jaga, dan yang selalu ingin saya lihat untuk tersenyum.

Comments

Popular posts from this blog

Rabu Asoi

Tidak perlu khawatir apabila seharian harus tinggal dirumah. Karena ada kegiatan asoi yang bisa kita lakukan. Yang dibutuhkan adalah, dinding putih tanpa poster, laptop/komputer, speaker, dan proyektor! Yiha! Dengan keempat barang itu kita bisa melakukan kegiatan asoi di kamar sendiri. Bahkan tidak perlu datang ke bioskop-bioskop terdekat untuk menonton dengan asoi.
Awalnya cuma berniat mencoba menghubungkan netbook ke proyektor karena besok ada seorang teman yang akan meminjam netbook saya untuk sidang skripsinya. Kemudian lampu kamar saya matikan, gorden jendela saya tutup, proyektor saya nyalakan, video diputar, lalu speaker dicolokkan. Jadilah saya menonton video-video dengan perasaan penuh keasoian. 
Ayo kita buat "bioskop" sendiri di kamar! hahay.

Selamat hari rabu!

Pekerjaan Impian

Beberapa menit lalu tidak sengaja membaca sebuah tulisan dari temannya teman. Topik menarik dengan sebuah pertanyaan yang menyentil "What is your dream job?". Jika pertanyaan tersebut dilontarkan kepada saya beberapa tahun silam, mungkin akan sulit untuk menjawabnya. Banyak sekali yang saya minati, dan banyak juga yang saya inginkan. Saya ingin menjadi penulis, ingin juga menjadi fotografer, lalu juga ingin menjadi pemilik agen travel. Beberapa pekerjaan yang saya impikan secara serius salah satunya adalah keliling dunia menonton konser-konser musisi hebat dan mendokumentasikannya. Saya ingin menjadi fotografer panggung.Tahun demi tahun berlalu, kisah demi kisah terlewati. Ada pengalaman baru yang membuat mimpi tersebut menjadi berkembang. Berkembang ke arah tidak terlalu ngoyo alias saya pasrahkan mimpi tersebut dengan pemikiran, yang penting saya mengerjakan sesuatu yang memang saya senangi. Beruntung, di tahun 2013 awal, saya sempat bekerja paruh waktu sebagai reporter ku…

Lupa Telah Bersuami

Kehidupan rumah tangga ini sepertinya akan sangat menyenangkan dan penuh tantangan. 
Kenapa? Karena saya menghabiskan setengah bulan di Yogyakarta, bersama suami, dan setengah bulan tanpa suami di Bandung.
***
Pertengahan sampai akhir Maret lalu, saya di rumah suami. Suatu hari, saya kedatangan tamu dari kampung sebelah, Keke Ode Naomi, yang adalah teman suami juga. Tepat ketika Keke datang, suami saya sedang pergi melatih merpati-merpati kesayangannya untuk terbang. Kami pun memutuskan untuk pergi ke tempat bakso favorit saya, Bakso Ronayan.
Saat menguyah bakso, sebenarnya saya sempat berpikir, "Hmmm, kayanya bisa sih dibungkus dan dibawa pulang baksonya. Eh, tapi nanti kemakan ngga ya?". Sayangnya, pemikiran itu hanya muncul sekali saja, lantas saat saya dan Keke asyik bercerita tentang hal-hal yang menarik bagi wanita, saya seketika lupa untuk membawa pulang bakso tersebut untuk suami.
Begitu tiba di rumah, dan suami sudah pulang, saya dengan wajah berseri cerita ke suam…