Skip to main content

Asoi kah ngebut dijalanan?


Sore ini saya dan seorang teman melakukan kegiatan curpir-ria di monumen yang terletak didekat Unpad. Kemudian, saat matahari mulai berpamitan, daerah di sekitar monumen itu pun menjadi gaduh tak karuan. Sampai akhirnya kami memutuskan untuk pergi saja dari tempat itu, dan mencari tempat lain yang lebih asik untuk curpir. Namun, sebelum kami benar-benar beranjak, kami pun sempat menyaksikan kegiatan balapan tanpa aturan itu. Kemudian teman saya pun berkata, "mereka belum liat aja ya foto-foto kecelakaan di kaskus". Setelah itu pun saya berpikir, ya kegiatan ini sangatlah membahayakan. Tidak hanya luka-luka bahkan nyawa pun bisa terancam. Dan entah mengapa pikiran saya pun melompat, saya berpikir mereka-mereka ini punya pacar ga ya? Kalo punya, apa pacarnya tau mereka balapan seperti ini? Apa mereka diizinkan? Atau mereka dilarang namun tetap melakukannya? Kemudian saya pun dengan yakin berpikir, kalo (nanti saya punya) pacar saya balap-balapan kaya gitu, saya bakal mutusin dia. Haha.

Pikiran-pikiran lompat yang tidak jelas ujung pangkalnya. Intinya sih, hey kalian, buat apa balapan-balapan begitu sih? Masih banyak kegiatan lain yang mengasyikan loh..

Comments

Aulia Fitrisari said…
gak gw putusin kalo valentino rossi...heeelooohhhhhhh hahaha
eh na, curpir apaan sih gangerti

Popular posts from this blog

Rabu Asoi

Tidak perlu khawatir apabila seharian harus tinggal dirumah. Karena ada kegiatan asoi yang bisa kita lakukan. Yang dibutuhkan adalah, dinding putih tanpa poster, laptop/komputer, speaker, dan proyektor! Yiha! Dengan keempat barang itu kita bisa melakukan kegiatan asoi di kamar sendiri. Bahkan tidak perlu datang ke bioskop-bioskop terdekat untuk menonton dengan asoi.
Awalnya cuma berniat mencoba menghubungkan netbook ke proyektor karena besok ada seorang teman yang akan meminjam netbook saya untuk sidang skripsinya. Kemudian lampu kamar saya matikan, gorden jendela saya tutup, proyektor saya nyalakan, video diputar, lalu speaker dicolokkan. Jadilah saya menonton video-video dengan perasaan penuh keasoian. 
Ayo kita buat "bioskop" sendiri di kamar! hahay.

Selamat hari rabu!

Mahasiswa

"Mahasiswa itu banyak bohongnya, bu"

Begitulah kira-kira yang dikatakan oleh seorang petinggi di kampus kepada ibu saya.
Yaa, mahasiswa memang banyak sekali akalnya. Mulai dari cara mendapatkan nilai bagus dengan "cara anak sma" banget, sampai-sampai ada yang melakukan hal yang dapat SANGAT merugikan orang-orang yang jujur.

Dan hal itu terjadi pada saya.
Sebenernya sih saya sudah tidak mau lagi membahas masalah ini. Tapi karena satu dan lain hal, akhirnya saya memutuskan untuk menuliskannya di blog curhat ini.
Waktu itu, saat Ujian Tengah Semester hari kedua (Teori-teori Politik), saya mendadak tidak enak badan. Awalnya hanya pusing dan pegel-pegel aja.
Kemudian berlanjut ke demam tinggi dan sampai pada kesimpulan kalo saya terkena CAMPAK.
Wow. sangat menyebalkan sekali.
Sakit itu datang tidak pada waktunya.
Tapi mau gimana lagi? Saya tidak bisa menolaknya, toh karena walaupun saya tidak mau terkena campak, saya akan tetap terkena itu kan?

Akhirnya karena merasa tidak kuat, …

Pekerjaan Impian

Beberapa menit lalu tidak sengaja membaca sebuah tulisan dari temannya teman. Topik menarik dengan sebuah pertanyaan yang menyentil "What is your dream job?". Jika pertanyaan tersebut dilontarkan kepada saya beberapa tahun silam, mungkin akan sulit untuk menjawabnya. Banyak sekali yang saya minati, dan banyak juga yang saya inginkan. Saya ingin menjadi penulis, ingin juga menjadi fotografer, lalu juga ingin menjadi pemilik agen travel. Beberapa pekerjaan yang saya impikan secara serius salah satunya adalah keliling dunia menonton konser-konser musisi hebat dan mendokumentasikannya. Saya ingin menjadi fotografer panggung.Tahun demi tahun berlalu, kisah demi kisah terlewati. Ada pengalaman baru yang membuat mimpi tersebut menjadi berkembang. Berkembang ke arah tidak terlalu ngoyo alias saya pasrahkan mimpi tersebut dengan pemikiran, yang penting saya mengerjakan sesuatu yang memang saya senangi. Beruntung, di tahun 2013 awal, saya sempat bekerja paruh waktu sebagai reporter ku…