Skip to main content

Guns Of Love

Semakin dalam saya mempelajari H.I, semakin takut juga saya menghadapi kenyataan yang ada di luar sana. Kenyataan bahwa
"There's no permanent enemy or allies, there's only permanent interest"

Setiap individu mempunyai kepentingannya sendiri-sendiri. Dan setiap individu itu juga selalu berlomba-lomba untuk menjadi yang terkuat agar kepentingan yang ia inginkan tercapai.
Segala upaya akan dilakukan, meskipun harus dengan cara kekerasan.
Yang terpenting adalah, bagaimana kepentingan tersebut bisa tercapai.
Tidak peduli lagi mana kawan dan mana lawan.
Hal ini juga terjadi pada setiap negara.

Mengerikan memang.
Membayangkan setiap negara berlomba-lomba menjadi yang terkuat.
Dan pada akhirnya peranglah yang akan muncul.
Tidak pernah terbayangkan, apa jadinya dunia ini apabila perang benar-benar terjadi.
Ya, saya tidak mengelak akan datangnya perang.
Namun, jika saya diperbolehkan untuk memilih, saya tidak ingin ada perang.
Naif memang.
Namun, toh tidak akan ada yang untung dengan adanya perang?!
Semua akan hancur.
Semua akan mengalami kerugian besar.
Semuanya.
Tanpa terkecuali.



With Guns of love brought into battle
The nights will burn like never before.
Pride will fall and foundations rattle
When guns of love put an end to war

I don't mean to say we should all surrender
I don't mean to say we shouldn't do our part
But when it comes time to choose our weapons
Tell me what's to keep us from reaching for the heart
You know how strong a little love can be
So try and imagine all the power you'll see

I don't understand why nothing changes
We take the same roads time and time again
We let it all ride on pride and vengeance
Knowing it's a game nobody's gona win
So bet all you're anger if that's what you choose
But nothing's gonna change, everybody's gonna lose

If we get another shot We better try to aim a little higher
It's gonna take a lot of thought
But we can't keep fighting
Fire with fire

Der Frieden, La Paix, Achukma, Mir, Shalom
Heiwa, Salam, La Paz, La Pace, Peace

The Moffatts - Guns Of Love

Comments

Popular posts from this blog

Mahasiswa

"Mahasiswa itu banyak bohongnya, bu"

Begitulah kira-kira yang dikatakan oleh seorang petinggi di kampus kepada ibu saya.
Yaa, mahasiswa memang banyak sekali akalnya. Mulai dari cara mendapatkan nilai bagus dengan "cara anak sma" banget, sampai-sampai ada yang melakukan hal yang dapat SANGAT merugikan orang-orang yang jujur.

Dan hal itu terjadi pada saya.
Sebenernya sih saya sudah tidak mau lagi membahas masalah ini. Tapi karena satu dan lain hal, akhirnya saya memutuskan untuk menuliskannya di blog curhat ini.
Waktu itu, saat Ujian Tengah Semester hari kedua (Teori-teori Politik), saya mendadak tidak enak badan. Awalnya hanya pusing dan pegel-pegel aja.
Kemudian berlanjut ke demam tinggi dan sampai pada kesimpulan kalo saya terkena CAMPAK.
Wow. sangat menyebalkan sekali.
Sakit itu datang tidak pada waktunya.
Tapi mau gimana lagi? Saya tidak bisa menolaknya, toh karena walaupun saya tidak mau terkena campak, saya akan tetap terkena itu kan?

Akhirnya karena merasa tidak kuat, …

Lupa Telah Bersuami

Kehidupan rumah tangga ini sepertinya akan sangat menyenangkan dan penuh tantangan. 
Kenapa? Karena saya menghabiskan setengah bulan di Yogyakarta, bersama suami, dan setengah bulan tanpa suami di Bandung.
***
Pertengahan sampai akhir Maret lalu, saya di rumah suami. Suatu hari, saya kedatangan tamu dari kampung sebelah, Keke Ode Naomi, yang adalah teman suami juga. Tepat ketika Keke datang, suami saya sedang pergi melatih merpati-merpati kesayangannya untuk terbang. Kami pun memutuskan untuk pergi ke tempat bakso favorit saya, Bakso Ronayan.
Saat menguyah bakso, sebenarnya saya sempat berpikir, "Hmmm, kayanya bisa sih dibungkus dan dibawa pulang baksonya. Eh, tapi nanti kemakan ngga ya?". Sayangnya, pemikiran itu hanya muncul sekali saja, lantas saat saya dan Keke asyik bercerita tentang hal-hal yang menarik bagi wanita, saya seketika lupa untuk membawa pulang bakso tersebut untuk suami.
Begitu tiba di rumah, dan suami sudah pulang, saya dengan wajah berseri cerita ke suam…

Pekerjaan Impian

Beberapa menit lalu tidak sengaja membaca sebuah tulisan dari temannya teman. Topik menarik dengan sebuah pertanyaan yang menyentil "What is your dream job?". Jika pertanyaan tersebut dilontarkan kepada saya beberapa tahun silam, mungkin akan sulit untuk menjawabnya. Banyak sekali yang saya minati, dan banyak juga yang saya inginkan. Saya ingin menjadi penulis, ingin juga menjadi fotografer, lalu juga ingin menjadi pemilik agen travel. Beberapa pekerjaan yang saya impikan secara serius salah satunya adalah keliling dunia menonton konser-konser musisi hebat dan mendokumentasikannya. Saya ingin menjadi fotografer panggung.Tahun demi tahun berlalu, kisah demi kisah terlewati. Ada pengalaman baru yang membuat mimpi tersebut menjadi berkembang. Berkembang ke arah tidak terlalu ngoyo alias saya pasrahkan mimpi tersebut dengan pemikiran, yang penting saya mengerjakan sesuatu yang memang saya senangi. Beruntung, di tahun 2013 awal, saya sempat bekerja paruh waktu sebagai reporter ku…