Skip to main content

Damai Saja

Tidak semua yang kamu inginkan, akan kamu dapatkan..

Saya bukan Tuhan, juga bukan Dewa. Saya hanya manusia dengan segala keterbatasannya. Saya bisa lupa, saya bisa sering melakukan kesalahan. Kesalahan yang dapat menimbulkan permasalahan. Namun, permasalahan tersebut bisa diselesaikan dengan baik-baik. Jika saya mau, jika kamu mau, jika kalian semua mau.

Tidak perlu memakai emosi dalam menghadapi konflik atau menyelesaikan masalah. Emosi sesaat masih bisa diterima, asal tidak keterusan sampai besok-besoknya yang akhirnya menyebabkan permusuhan. Kita semua sudah dewasa, kita tau mana yang baik dan tidak. Kita sudah seharusnya menyelesaikan masalah dengan logika, tidak dengan emosi.

Awal dari semuanya juga mulai bisa menempatkan diri. Bagaimana seharusnya kita bertindak, dan mulai memaklumi kalau terjadi kesalahan-kesalahan. Kalau terus menerus memakai emosi, sehingga terbawa ke hari-hari selanjutnya, kita sendiri yang rugi. Kehilangan teman, mendapatkan musuh. Apa itu yang kita inginkan?

Saya tidak.

Ayo lah, dinginkan kepala masing-masing, jangan saling menyalahkan.
Perselisihan sangat wajar terjadi diantara kepala yang berbeda. Namun jangan jadikan perbedaan tersebut sebagai sebuah alasan untuk tidak menjalani hubungan yang harmonis lagi.


------

*tidak ada maksut untuk menyindir pihak-pihak tertentu
hanya ingin menyampaikan apa yang saya pikirkan.



------

Kata Cinta ke Rangga juga, "Jika emosi mengalahkan logika, kebuktikan ruginya?"

------


Nana

Comments

Popular posts from this blog

Mahasiswa

"Mahasiswa itu banyak bohongnya, bu"

Begitulah kira-kira yang dikatakan oleh seorang petinggi di kampus kepada ibu saya.
Yaa, mahasiswa memang banyak sekali akalnya. Mulai dari cara mendapatkan nilai bagus dengan "cara anak sma" banget, sampai-sampai ada yang melakukan hal yang dapat SANGAT merugikan orang-orang yang jujur.

Dan hal itu terjadi pada saya.
Sebenernya sih saya sudah tidak mau lagi membahas masalah ini. Tapi karena satu dan lain hal, akhirnya saya memutuskan untuk menuliskannya di blog curhat ini.
Waktu itu, saat Ujian Tengah Semester hari kedua (Teori-teori Politik), saya mendadak tidak enak badan. Awalnya hanya pusing dan pegel-pegel aja.
Kemudian berlanjut ke demam tinggi dan sampai pada kesimpulan kalo saya terkena CAMPAK.
Wow. sangat menyebalkan sekali.
Sakit itu datang tidak pada waktunya.
Tapi mau gimana lagi? Saya tidak bisa menolaknya, toh karena walaupun saya tidak mau terkena campak, saya akan tetap terkena itu kan?

Akhirnya karena merasa tidak kuat, …

Lupa Telah Bersuami

Kehidupan rumah tangga ini sepertinya akan sangat menyenangkan dan penuh tantangan. 
Kenapa? Karena saya menghabiskan setengah bulan di Yogyakarta, bersama suami, dan setengah bulan tanpa suami di Bandung.
***
Pertengahan sampai akhir Maret lalu, saya di rumah suami. Suatu hari, saya kedatangan tamu dari kampung sebelah, Keke Ode Naomi, yang adalah teman suami juga. Tepat ketika Keke datang, suami saya sedang pergi melatih merpati-merpati kesayangannya untuk terbang. Kami pun memutuskan untuk pergi ke tempat bakso favorit saya, Bakso Ronayan.
Saat menguyah bakso, sebenarnya saya sempat berpikir, "Hmmm, kayanya bisa sih dibungkus dan dibawa pulang baksonya. Eh, tapi nanti kemakan ngga ya?". Sayangnya, pemikiran itu hanya muncul sekali saja, lantas saat saya dan Keke asyik bercerita tentang hal-hal yang menarik bagi wanita, saya seketika lupa untuk membawa pulang bakso tersebut untuk suami.
Begitu tiba di rumah, dan suami sudah pulang, saya dengan wajah berseri cerita ke suam…

Pekerjaan Impian

Beberapa menit lalu tidak sengaja membaca sebuah tulisan dari temannya teman. Topik menarik dengan sebuah pertanyaan yang menyentil "What is your dream job?". Jika pertanyaan tersebut dilontarkan kepada saya beberapa tahun silam, mungkin akan sulit untuk menjawabnya. Banyak sekali yang saya minati, dan banyak juga yang saya inginkan. Saya ingin menjadi penulis, ingin juga menjadi fotografer, lalu juga ingin menjadi pemilik agen travel. Beberapa pekerjaan yang saya impikan secara serius salah satunya adalah keliling dunia menonton konser-konser musisi hebat dan mendokumentasikannya. Saya ingin menjadi fotografer panggung.Tahun demi tahun berlalu, kisah demi kisah terlewati. Ada pengalaman baru yang membuat mimpi tersebut menjadi berkembang. Berkembang ke arah tidak terlalu ngoyo alias saya pasrahkan mimpi tersebut dengan pemikiran, yang penting saya mengerjakan sesuatu yang memang saya senangi. Beruntung, di tahun 2013 awal, saya sempat bekerja paruh waktu sebagai reporter ku…