Skip to main content

Yogyakarta's Diary



Bandung, 12 Januari 2009 - 06:45 PM.

Sampai di stasiun Bandung dengan selamat. Disana sudah ada Amalia Nur atau yang akrab kami sapa KIMIL yang ternyata sangat ONTIME. Hahaha, beliau telah tiba di stasiun dari jam 06:00 PM. Betapa rajinnya beliau itu.
Menit-menit berikutnya pun satu persatu peserta asoi jogjaers pun muncul.

Kira-kira pukul 07:45 PM pun kami semua menuju gerbong yang telah menunggu untuk kami hebohkan.

Peserta asoi Jogjaers malam itu pun adalah sebagai berikut :
Nana, Kimil, Irham, Eja, Ucup, JP, Inyong, Bleki, Andrian, Ridwan (mas Usher), Irvan, Rendi, Radi, Ulil, Ighe dan Bagus.

Sekitar pukul 08:00 Pm pun kereta kami berangkat menuju Jogja. Cihuy, petualangan POTRET kembali dimulai. Saya tidak sabar untuk menanti kejadian-kejadian ajaib dan aneh apa lagi yang terjadi di perjalanan ini.


(persediaan makanan kami cukup banyak ya)


Malam pun semakin larut, namun belum ada tanda-tanda munculnya keanehan-keanehan yang biasa dilakukan anak-anak yang mengaku menjadi anggota sebuah UKM Fotografi, namun kegiatannya rata-rata adalah makan, jalan-jalan dan gosip tersebut. Semuanya masih normal-normal saja. Ada yang tidur (udah pasti ratunya tidur adalah kimil), ada yg dengerin lagu sambil gerak-gerakin tangannya seperti sedang memainkan gitar (hahahhaa, kaya anak kecil aja..), ada yang sibuk ngomongin politik (ayoooo, tebak tepatt, siapakah diaaa?), ada yang sibuk menyibakkan rambutnya sambil mendengarkan musik yang entah bagaimana iramanya, ada yang foto-foto duaan, dan banyak lagi. Semuanya masih sibuk sendiri.


13 Januari 2009

Perjalanan yang cukup panjang itu pun pada akhirnya terhenti juga. Kira-kira pukul 04:30 pagi, kami sempat tertipu. Haha! Jadi, ceritanya begini, di jadwal itu kan kami seharusnya sudah sampe jogja jam 04:18-an. Nah, ya udah deh, karena konon katanya keretanya ga bakal berhenti lama-lama di Jogja, ya udah deh akhirnya saya sedikit deg-deg-an dan panik (di dalam hati aje paniknye), dan akhirnya saya pun meminta yang tidak tidur untuk membangunkan yang tidur. Saat semua sudah terbangun, dan sudah siap2 dengan barang-barangnya, dan kereta pun semakin memperlambat lajunya, dan kami pun sudah sangat PD bahwa kami telah sampai, tiba-tiba terdengar ucapan selamat datang yang sangat lemah namun tidak lembut (ngantuk maksutnye), "selamat datang di stasiun WATES".

Beuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhhhhhh, WATES.... belum nyampe Jogja donggggggggggggggggggggg...... Padahal semuanya udah siap-siap. Udah rela menahan kantuk demi ga keterusan ampe Solo. Tapi ya sudah lah, tinggal 1 stasiun lagi kok.

Akhirnya, setelah penantian yang lumayan lama (haha, lebay) sampai juga kami di Stasiun Tugu, Jogjakarta. Dengan dijemput Rizky yang memang sudah lebih dulu berada di Jogja, kami pun mulai menelusuri jalanan yang cukup sepi itu. Kami benar-benar seperti pengungsi dari Bandung.

Setelah beberapa lama mencari-cari hotel. Akhirnya kami memilih hotel Merapi sebagai tempat peristirahatan kami selama di Jogja. Hotelnya cukup bersih. Dan dengan fasilitas kamar ber-AC, WC bersih, Kamar untuk bertiga, beserta sarapan pagi, harga 185rb/malem cukup terjangkau juga bukan? Yaaa, walaupun kami pada akhirnya bener-bener over budget siih untuk penginepan. Awalnya sih nyari yang 100rb-an aja buat 3 orang. Tapi gapapa lah.

Sesampainya di kamar masing-masing, semuanya pun segera istirahat. Sampai sekitar pukul 09:00-an kali ya, apa 10:00 ya, lupa.. kami pun meninggalkan hotel untuk mencari sarapan pagi. Dengan hotel yang over budget, lantas kami pun mencari makan yang amat sangat murah. Beberapa rumah makan yang kami lewati, memang cukup menggugah perut yang sudah teriak-teriak kelaparan, namun melihat harga yang tidak begitu terjangkau, perut pun untungnya bisa diajak bekerjasama. :D


(foto bareng pertama di Jogja)


Memang kami sangat beruntung, kami pun menemukan tukang nasi kucing pertama. Wah, percaya atau ga yaaa, tapi pasti deh banyaknya ga percaya, saya cuma ngabisin 1 bungkus nasi kucing lhoooo... itu pun ga abis. hahaahuauaa.. tumben-tumbenan saya makannya sedikit. hihihi..
yaaa, alhasil hanya dengan 3500 pun, perut saya sudah cukup kenyang. :D


([not] full team)

(cape, nunggu hujan 1 jam)


Setelah makan, kamipun mengikuti program Anlene, JALAN SEHAT. Hhahaha, kami pergi ke museum dengan judul memakai bahasa belanda (beuh, saya lupa terus namanya), trus ke museum kereta, ke taman sari. Semuanya kami tempuh dengan berjalan kaki. Pulang pergi!! Awawaw, betapa capenya kaki ini. Tapi tak apa, itung-itung jalan sehat.. Jarang-jarang kan yaaa?
hehhee.

Karena semua udah kecapean, akhirnya sampe di hotel pun semuanya pada ketiduran.
Yang rencananya kita mau keluar sekitar abis magrib, akhirnya keluarnya sekitar jam8an malem.
Lagi-lagi tujuan makan kami adalah nasi kucing dan kopi jos. Kopi jos ini cukup unik ya, cukup aneh. Masa kopi dipakein Areng? wawaw, rasanya kaya apa ya? Saya sih ga nyoba. Tapi kata yang lain sih cukup enak lahh....

Petualangan kami di jogja pada hari itu pun berhenti sampai disitu. Karena kami semua harus istirahat, biar besok bisa bangun pagi, buat ke prambanan.

14 Januari 2009

Peserta Asoi Jogjaers pun bertambah 3 ! Yihaaaa, makin pusing aja nih ya ngaturnya..
Ada Acid dan Ibra dan juga Chika.

Dengan menggunakan Trans Jogja yang kebetulan TIDAK ber-AC dikarenakan busnya AC nya rusak, kami pun menuju Prambanan. Tidak banyak cerita seru yang bisa saya ceritakan disini mengenai kisah kami di prambanan. Sebelum ke prambanannya, kami ke candi Boko dulu. Hari itu cukup panas. Namun tidak disangka-sangka, setelah kembali dari Candi Boko, gerimis pun mulai menampakkan tetesannya. Sampai akhirnya kami pun terjebak oleh hujan besar beserta anginnya. Ck ck ck ck, semuanya basaahhhhhhh (kecuali yang berlindung di dalam candi).

Untungnya hujannya kasian kali yay sama kami yang kedinginan, akhirnya hujanpun berhenti. Dan matahari pun kembali menunjukkan sinarnya. Karena basah dan dingin, perut kamipun menjadi meronta-ronta. Kami pun memutuskan untuk memanjakan perut kami terlebih dahulu, sebelum kami melanjutkan perjalanan kami menuju hotel merapi yang di setiap kamarnya ada saksi-saksi bisu yang menceritakan tentang apa saja yang telah terjadi di kamar itu. Saksi bisunya tak lain tak bukan adalah TV yang ternyata bisa menjadi diary juga lho.. hahahahaha (hanya yang ke jogja yang mengerti) ;p


"Tak ada pantai, jalanan pun jadi"

Itu adalah prinsip yang kami pakai di Jogja. Ya, memang karena kondisi laut yang memang sedang tidak memungkinkan untuk didatangi, akhirnya kami pun memutuskan untuk tidak bermain ke pantai (maaf yaa ejaa, Bali menunggu deh). Tapi, walaupun tidak ke pantai, bukan berarti kami tidak bisa berjemur ala bule-bule yang ingin menghitamkan kulit lhoo.. hehhe. Tanpa ke pantai pun, kami masih bisa berjemur di jalanan di depan warung tempat kami makan.
Yaa, untungnya memang tidak ada atau bisa dibilang jarang lah yaaa, ada kendaraan yg lalu lalang di jalan itu. Jadi aja kami bisa jadi turis dadakan. ;p




15 Januari 2009

Hari ini personil tambahannya adalah Engel yang menggantikan kedudukan Chika.
Sekitar jam8an kami pun berangkat menuju Borobudur. Perjalanan yang sangat jauh dan cukup melelahkan memang. Sampai di borobudur, seperti biasa, yang didahulukan adalah foto bersama. Hahaha, tapi ga tau kenapa, untuk saat itu, saya tidak sesenang biasanya untuk berfoto bareng. Maklum, lagi sensitif. Hahaha.

Yaaaa, di borobudur, saya pun memisahkan diri. Foto-foto sendiri, diliatin orang, diketawain, di omongin, ahhahaa, CUEKKKKK, yang penting asikk!





Nahhhhh, pulang dari borobudur nih, malem terasoi sejogja-raya!
hihihihi. Kami naik sepeda ontellllll!!!! Yihaaa.. Kebut-kebutan naik sepeda ontel sampe hampir nabrak becak, nabrak motor lagi parkir. Hiahahahhaa. Untung ibu-ibu yang punya motornya baik, jadi ga dimarahin...



Lagu yang pas buat mendeskripsikan asoinya naik sepeda ontel adalah :

"Asooii gebooiii ngebuutt di jalanannnnn jogjakartaaaa"


(tragedi sepeda jatoh)

Keliling-keliling jogja, malem-malem, masuk angin, dingin-dingin tapi Asoi! ahahahha. Dadah-dadahan ama orang yg ga dikenal, foto2 di tugu, mampir lagi ke kopi jos. Ampe sekitar jam set.1an malem lah nyampe hotel.

Seruu sekali...

16 Januari 2009

WAW! The last day!!!
Akhirnya bisa bangun siang jugaaaa... hahahhaa, ga siang2 amat juga siihh..
Jam 8 lahhh...

Hari ini kegiatannya adalah jalan-jalan di malioboro, belanjaaa. Sayangnya uang saya cuma cukup buat beliin orang rumah saja.. hihihi, maaf yaa teman-teman.. Lain kali, kalo jalan2 lagi, semogaaa dehh ada uang lebiih.. hiihihi..

Yayayyaa, kesimpulan dari cerita yang cukup panjang ini adalah :

1. Ending perjalanan ke jogja ini memang fantastis! Yihaaaaaa, sepeda ontel emang nomer satu dehhh...
2. Ternyata kebanyakan orang yang ikut liburan juga ga terlalu gampang. Hahaha. Biasanya cuma 5 atau 6 orang yang pergi atau paling banyak 10 orang, sekarang 19 orang. Wah, harus bener-bener terencana deh, dan yang ngurus ga boleh cuma satu orang! harus ada beberapa panitia lainnya. Yang ngurus akomodasi (hotel dan transport), acara (ngurus kegiatan apa aja, rundown-biar ga ngaret2, tempat tujuan wisata), dan dokumentasi (dengan tripod dan kameranya sendiri. Jadi pas foto bareng, waktunya ga abis di nyiap2in alatnya. Kan sayang waktunya, malah hunting sendiri2nya ga banyak)
3. Liburan berikutnya (Bali, AMIN), harus lebih direncanakan
4. Budayakan disiplin! Kalo disuruh siap2 jam 7, ya harus udah siap. Jangan santai-santai.
5. Siapkan mental jalan2, mental robot! yang tidak kenal lelah! Sayang banget kalo liburan kebanyakan dihabisin di dalem kamar hotel.. :D
6. Siapkan uang lebih, biar ga pusing. hehehehhee


Yaaaaa, dari segala kekurangan yang ada, tetap bisa dikatakan, lagi-lagi saya benar-benar senang menghabiskan liburan bersama kalian, teman-teman! :D

p.s : mohon maaf atas segala kekurangan, segala kesensitifan. Terimakasih sudah mau berpartisipasi untuk meramaikan liburan kali ini.

Liburan yang akan datang, harus sukses!!!!

BALI YEAHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!


Love,
Nana

Comments

widya said…
what a wonderfull holiday yaa naaa... aku juga pengen tuch holiday kayakk gituu... uuhh kapan yaaaaa?
Biyan said…
nice ;)
ahahahhaha, ayo biyan liburan berikutnya harus ikut yaaaaaaaaaa... hihihihi
Gita P Djausal said…
gue pikir pamer karya,
ternyata masih dokumentasi.

great holiday!
yaaaahhhh, di blog ini mah emang buat cerita-cerita, dokumentasi git.. bukan buat pamer karya..
ahay.
piyudh said…
wah enaknya liburan...wkwkwkw...aku baru besok february liburan ke Bandung- jakarta..hehehe...pas mau masuk kulia malah aku liburan..lha mau gimana lagi...mumpung tanggal muda..betul tak kawand????!!! hahahaha
met kenal iap...nice trip story..^^
Dhejih Aditya said…
karya dong na..
kangen saya sama jogja.. :(


tetep ga bawa oleh2??
keterlaluannn.. hehe.
karya mah ga disini ah dhe..
nanti aku cetak..
oleh2nya aku kasih foto deh yaaa.. hihihi..
hohow.

wahhh, piyudh, kamu liburan, saya lagi pusing2 kuliah.. hehehehe...
oleh2 yaaaa...
tp kalo ke jakarta liburan kemanaa? pasti dufan yaa?
hehehe, salam kenal juga..
Anonymous said…
BALIIIIII!!!
gua harus ikuutt.
hehehehh

Popular posts from this blog

Mahasiswa

"Mahasiswa itu banyak bohongnya, bu"

Begitulah kira-kira yang dikatakan oleh seorang petinggi di kampus kepada ibu saya.
Yaa, mahasiswa memang banyak sekali akalnya. Mulai dari cara mendapatkan nilai bagus dengan "cara anak sma" banget, sampai-sampai ada yang melakukan hal yang dapat SANGAT merugikan orang-orang yang jujur.

Dan hal itu terjadi pada saya.
Sebenernya sih saya sudah tidak mau lagi membahas masalah ini. Tapi karena satu dan lain hal, akhirnya saya memutuskan untuk menuliskannya di blog curhat ini.
Waktu itu, saat Ujian Tengah Semester hari kedua (Teori-teori Politik), saya mendadak tidak enak badan. Awalnya hanya pusing dan pegel-pegel aja.
Kemudian berlanjut ke demam tinggi dan sampai pada kesimpulan kalo saya terkena CAMPAK.
Wow. sangat menyebalkan sekali.
Sakit itu datang tidak pada waktunya.
Tapi mau gimana lagi? Saya tidak bisa menolaknya, toh karena walaupun saya tidak mau terkena campak, saya akan tetap terkena itu kan?

Akhirnya karena merasa tidak kuat, …

Lupa Telah Bersuami

Kehidupan rumah tangga ini sepertinya akan sangat menyenangkan dan penuh tantangan. 
Kenapa? Karena saya menghabiskan setengah bulan di Yogyakarta, bersama suami, dan setengah bulan tanpa suami di Bandung.
***
Pertengahan sampai akhir Maret lalu, saya di rumah suami. Suatu hari, saya kedatangan tamu dari kampung sebelah, Keke Ode Naomi, yang adalah teman suami juga. Tepat ketika Keke datang, suami saya sedang pergi melatih merpati-merpati kesayangannya untuk terbang. Kami pun memutuskan untuk pergi ke tempat bakso favorit saya, Bakso Ronayan.
Saat menguyah bakso, sebenarnya saya sempat berpikir, "Hmmm, kayanya bisa sih dibungkus dan dibawa pulang baksonya. Eh, tapi nanti kemakan ngga ya?". Sayangnya, pemikiran itu hanya muncul sekali saja, lantas saat saya dan Keke asyik bercerita tentang hal-hal yang menarik bagi wanita, saya seketika lupa untuk membawa pulang bakso tersebut untuk suami.
Begitu tiba di rumah, dan suami sudah pulang, saya dengan wajah berseri cerita ke suam…

Pekerjaan Impian

Beberapa menit lalu tidak sengaja membaca sebuah tulisan dari temannya teman. Topik menarik dengan sebuah pertanyaan yang menyentil "What is your dream job?". Jika pertanyaan tersebut dilontarkan kepada saya beberapa tahun silam, mungkin akan sulit untuk menjawabnya. Banyak sekali yang saya minati, dan banyak juga yang saya inginkan. Saya ingin menjadi penulis, ingin juga menjadi fotografer, lalu juga ingin menjadi pemilik agen travel. Beberapa pekerjaan yang saya impikan secara serius salah satunya adalah keliling dunia menonton konser-konser musisi hebat dan mendokumentasikannya. Saya ingin menjadi fotografer panggung.Tahun demi tahun berlalu, kisah demi kisah terlewati. Ada pengalaman baru yang membuat mimpi tersebut menjadi berkembang. Berkembang ke arah tidak terlalu ngoyo alias saya pasrahkan mimpi tersebut dengan pemikiran, yang penting saya mengerjakan sesuatu yang memang saya senangi. Beruntung, di tahun 2013 awal, saya sempat bekerja paruh waktu sebagai reporter ku…