Skip to main content

Kepompong

Seiring bertambahnya usia, ada satu hal yang saya pahami.
Tidak semua orang akan mengerti mengenai keputusan yang kita ambil.
Teman yang ketika masa transisi dari dewasa muda menuju dewasa,
mungkin dulu terasa menyenangkan dan begitu nyambung ketika diajak untuk bercerita
dan bertukar pikiran, namun belum tentu sekarang. Bisa saja menjadi sangat tidak
nyaman untuk bercerita dengannya mengenai hal serius namun apabila berkaitan dengan
hal-hal ringan akan tetap terasa menyenangkan.

Tidak akan ada hubungan yang benar-benar sama, karena setiap manusia berkembang, tentu ke jalan yang sesuai dengan pilihannya. Dan tidak semua orang yang bersahabat selalu memilih jalan yang sama. Meskipun begitu, yang lebih terasa indah adalah dengan adanya perbedaan pilihan tersebut, mereka tetap dapat berjalan beriringan meskipun tidak berdampingan.

Arti persahabatan pun menjadi semakin kompleks dan kuat di umur yang tidak muda lagi ini. Sahabat tidak berarti harus selalu bersama, menjalani kegiatan bersama-sama atau bahkan sampai membuka usaha bersama, tidak. Malah dengan apa yang sudah saya alami, masalah-masalah yang sudah terlalui, entah mengapa saya sangat bahagia ketika bertemu teman lama, lalu tidak ada perubahan dalam interaksi kami. Meski sudah tidak bertemu bertahun-tahun lamanya.

Entahlah, jika dulu saya selalu ingin melakukan kegiatan bersama-sama dengan orang yang saya anggap sahabat, sekarang saya lebih senang menjalani hidup masing-masing, dan ketika bertemu akan saling bercerita tentang perjalanan hidup yang berbeda tersebut.

Comments

Popular posts from this blog

Rabu Asoi

Tidak perlu khawatir apabila seharian harus tinggal dirumah. Karena ada kegiatan asoi yang bisa kita lakukan. Yang dibutuhkan adalah, dinding putih tanpa poster, laptop/komputer, speaker, dan proyektor! Yiha! Dengan keempat barang itu kita bisa melakukan kegiatan asoi di kamar sendiri. Bahkan tidak perlu datang ke bioskop-bioskop terdekat untuk menonton dengan asoi.
Awalnya cuma berniat mencoba menghubungkan netbook ke proyektor karena besok ada seorang teman yang akan meminjam netbook saya untuk sidang skripsinya. Kemudian lampu kamar saya matikan, gorden jendela saya tutup, proyektor saya nyalakan, video diputar, lalu speaker dicolokkan. Jadilah saya menonton video-video dengan perasaan penuh keasoian. 
Ayo kita buat "bioskop" sendiri di kamar! hahay.

Selamat hari rabu!

Pekerjaan Impian

Beberapa menit lalu tidak sengaja membaca sebuah tulisan dari temannya teman. Topik menarik dengan sebuah pertanyaan yang menyentil "What is your dream job?". Jika pertanyaan tersebut dilontarkan kepada saya beberapa tahun silam, mungkin akan sulit untuk menjawabnya. Banyak sekali yang saya minati, dan banyak juga yang saya inginkan. Saya ingin menjadi penulis, ingin juga menjadi fotografer, lalu juga ingin menjadi pemilik agen travel. Beberapa pekerjaan yang saya impikan secara serius salah satunya adalah keliling dunia menonton konser-konser musisi hebat dan mendokumentasikannya. Saya ingin menjadi fotografer panggung.Tahun demi tahun berlalu, kisah demi kisah terlewati. Ada pengalaman baru yang membuat mimpi tersebut menjadi berkembang. Berkembang ke arah tidak terlalu ngoyo alias saya pasrahkan mimpi tersebut dengan pemikiran, yang penting saya mengerjakan sesuatu yang memang saya senangi. Beruntung, di tahun 2013 awal, saya sempat bekerja paruh waktu sebagai reporter ku…

Lupa Telah Bersuami

Kehidupan rumah tangga ini sepertinya akan sangat menyenangkan dan penuh tantangan. 
Kenapa? Karena saya menghabiskan setengah bulan di Yogyakarta, bersama suami, dan setengah bulan tanpa suami di Bandung.
***
Pertengahan sampai akhir Maret lalu, saya di rumah suami. Suatu hari, saya kedatangan tamu dari kampung sebelah, Keke Ode Naomi, yang adalah teman suami juga. Tepat ketika Keke datang, suami saya sedang pergi melatih merpati-merpati kesayangannya untuk terbang. Kami pun memutuskan untuk pergi ke tempat bakso favorit saya, Bakso Ronayan.
Saat menguyah bakso, sebenarnya saya sempat berpikir, "Hmmm, kayanya bisa sih dibungkus dan dibawa pulang baksonya. Eh, tapi nanti kemakan ngga ya?". Sayangnya, pemikiran itu hanya muncul sekali saja, lantas saat saya dan Keke asyik bercerita tentang hal-hal yang menarik bagi wanita, saya seketika lupa untuk membawa pulang bakso tersebut untuk suami.
Begitu tiba di rumah, dan suami sudah pulang, saya dengan wajah berseri cerita ke suam…