Skip to main content

Mari dimulai

Sangat menarik ketika pohon bisa membuat kita berpikir. Ada yang bergelut di dalam otak, yang kemudian mengeluarkan buah pemikiran mengenai proses penciptaan masa depan. Dimulai dengan bagaimana memulai, bagaimana melewati, dan kapan bisa mencapainya. Tak jarang pemikiran-pemikiran yang muncul ditentang dengan pengalaman dan keinginan di masa lalu. Sebuah mimpi, dia yang membuat semuanya menjadi semakin rumit, yang menciptakan pergelutan di dalam otak ini. Pandangan orang-orang awalnya mudah sekali ditangkis dengan sebuah keyakinan. Namun pohon memunculkan pandangan yang sudah dengan cepat ditenggelamkan ke dasar pikiran, dan membuat otak kembali mempertimbangkan apa yang telah diucapkan. Sampai pada titik kesimpulan, "you keep asking anyone, but only you know the answer". Perang pikiran dalam otak pun terhenti dengan cepatnya.

Hening sejenak, pohon masih sangat menarik untuk dipandangi. Pergelutan sudah mulai terhenti, kerutan di dahi sudah mulai berganti. Tidak perlu memintanya untuk berhenti bertengkar, karena pertengkaran itu bisa semakin menarik ketika dituangkan dalam berbagai macam huruf yang menciptakan suatu makna dalam barisan kata-kata. Direkam dalam rangkaian kata yang membentuk kalimat, yang kelak dapat bermanfaat sebagai pelajaran untuk diri sendiri, maupun orang lain.

Mari kita mulai..



:)
 

Comments

Popular posts from this blog

Pekerjaan Impian

Beberapa menit lalu tidak sengaja membaca sebuah tulisan dari temannya teman. Topik menarik dengan sebuah pertanyaan yang menyentil "What is your dream job?". Jika pertanyaan tersebut dilontarkan kepada saya beberapa tahun silam, mungkin akan sulit untuk menjawabnya. Banyak sekali yang saya minati, dan banyak juga yang saya inginkan. Saya ingin menjadi penulis, ingin juga menjadi fotografer, lalu juga ingin menjadi pemilik agen travel. Beberapa pekerjaan yang saya impikan secara serius salah satunya adalah keliling dunia menonton konser-konser musisi hebat dan mendokumentasikannya. Saya ingin menjadi fotografer panggung.Tahun demi tahun berlalu, kisah demi kisah terlewati. Ada pengalaman baru yang membuat mimpi tersebut menjadi berkembang. Berkembang ke arah tidak terlalu ngoyo alias saya pasrahkan mimpi tersebut dengan pemikiran, yang penting saya mengerjakan sesuatu yang memang saya senangi. Beruntung, di tahun 2013 awal, saya sempat bekerja paruh waktu sebagai reporter ku…

Rabu Asoi

Tidak perlu khawatir apabila seharian harus tinggal dirumah. Karena ada kegiatan asoi yang bisa kita lakukan. Yang dibutuhkan adalah, dinding putih tanpa poster, laptop/komputer, speaker, dan proyektor! Yiha! Dengan keempat barang itu kita bisa melakukan kegiatan asoi di kamar sendiri. Bahkan tidak perlu datang ke bioskop-bioskop terdekat untuk menonton dengan asoi.
Awalnya cuma berniat mencoba menghubungkan netbook ke proyektor karena besok ada seorang teman yang akan meminjam netbook saya untuk sidang skripsinya. Kemudian lampu kamar saya matikan, gorden jendela saya tutup, proyektor saya nyalakan, video diputar, lalu speaker dicolokkan. Jadilah saya menonton video-video dengan perasaan penuh keasoian. 
Ayo kita buat "bioskop" sendiri di kamar! hahay.

Selamat hari rabu!

Lupa Telah Bersuami

Kehidupan rumah tangga ini sepertinya akan sangat menyenangkan dan penuh tantangan. 
Kenapa? Karena saya menghabiskan setengah bulan di Yogyakarta, bersama suami, dan setengah bulan tanpa suami di Bandung.
***
Pertengahan sampai akhir Maret lalu, saya di rumah suami. Suatu hari, saya kedatangan tamu dari kampung sebelah, Keke Ode Naomi, yang adalah teman suami juga. Tepat ketika Keke datang, suami saya sedang pergi melatih merpati-merpati kesayangannya untuk terbang. Kami pun memutuskan untuk pergi ke tempat bakso favorit saya, Bakso Ronayan.
Saat menguyah bakso, sebenarnya saya sempat berpikir, "Hmmm, kayanya bisa sih dibungkus dan dibawa pulang baksonya. Eh, tapi nanti kemakan ngga ya?". Sayangnya, pemikiran itu hanya muncul sekali saja, lantas saat saya dan Keke asyik bercerita tentang hal-hal yang menarik bagi wanita, saya seketika lupa untuk membawa pulang bakso tersebut untuk suami.
Begitu tiba di rumah, dan suami sudah pulang, saya dengan wajah berseri cerita ke suam…