Skip to main content

apa yang kamu cari?


Abis pulang dari lanjutan workshopnya Rossa, ngeliat bulan yang ga lagi bersembunyi dibalik awan gelapnya, langsung saja mengambil tripod dan aboy beserta lensa pinjeman yang kebetulan masih nongkrong di meja belajar saya, dan "cekrek" terfotolah sang bulan.



Saat melihat foto diatas ini, mungkin si bang henri berkata, "ah, boring banget" .
Ya, seems like everybody has this picture. Ini adalah sebuah foto yang sudah umum sekali ditangkap oleh fotografer-fotografer lain diluar sana.

Lalu, kalo begitu mengapa kamu memotretnya?
Sang pikiran saya yang mulai mengambil bagian dalam hidup saya ini pun bertanya.
Karena saya pun masih belum tahu, apa yang sebenarnya ingin saya dalami.
Saya masih memotret sesuatu yang saya lihat indah.
Sama seperti saya melihat dunia ini. Yang saya lihat, atau mungkin yang hanya ingin saya lihat adalah keindahannya, saya tidak begitu memperdulikan hal-hal selain keindahan ini.

Begitu pula dengan cara saya memotret.
Saya memotret apa yang terlihat di depan saya.
Saya jarang sekali memikirkan apa yang ingin saya sampaikan dalam foto saya.
Oleh karena itulah, semenjak workshop Rossa berakhir, saya pun semakin jarang memotret.
Bahkan ketika semua teman-teman saya yang mengikuti workshop semakin semangat untuk mendapatkan foto-foto yang mereka inginkan, saya hanya bisa terpaku dalam kebingungan saya.

Saya masih mencoba mencari, apa yang sebenarnya saya inginkan? apa hasrat saya? apa mimpi saya? apa yang mau saya cari?

Saya terus mencari hal yang mau saya cari.

Comments

Popular posts from this blog

Mahasiswa

"Mahasiswa itu banyak bohongnya, bu"

Begitulah kira-kira yang dikatakan oleh seorang petinggi di kampus kepada ibu saya.
Yaa, mahasiswa memang banyak sekali akalnya. Mulai dari cara mendapatkan nilai bagus dengan "cara anak sma" banget, sampai-sampai ada yang melakukan hal yang dapat SANGAT merugikan orang-orang yang jujur.

Dan hal itu terjadi pada saya.
Sebenernya sih saya sudah tidak mau lagi membahas masalah ini. Tapi karena satu dan lain hal, akhirnya saya memutuskan untuk menuliskannya di blog curhat ini.
Waktu itu, saat Ujian Tengah Semester hari kedua (Teori-teori Politik), saya mendadak tidak enak badan. Awalnya hanya pusing dan pegel-pegel aja.
Kemudian berlanjut ke demam tinggi dan sampai pada kesimpulan kalo saya terkena CAMPAK.
Wow. sangat menyebalkan sekali.
Sakit itu datang tidak pada waktunya.
Tapi mau gimana lagi? Saya tidak bisa menolaknya, toh karena walaupun saya tidak mau terkena campak, saya akan tetap terkena itu kan?

Akhirnya karena merasa tidak kuat, …

Lupa Telah Bersuami

Kehidupan rumah tangga ini sepertinya akan sangat menyenangkan dan penuh tantangan. 
Kenapa? Karena saya menghabiskan setengah bulan di Yogyakarta, bersama suami, dan setengah bulan tanpa suami di Bandung.
***
Pertengahan sampai akhir Maret lalu, saya di rumah suami. Suatu hari, saya kedatangan tamu dari kampung sebelah, Keke Ode Naomi, yang adalah teman suami juga. Tepat ketika Keke datang, suami saya sedang pergi melatih merpati-merpati kesayangannya untuk terbang. Kami pun memutuskan untuk pergi ke tempat bakso favorit saya, Bakso Ronayan.
Saat menguyah bakso, sebenarnya saya sempat berpikir, "Hmmm, kayanya bisa sih dibungkus dan dibawa pulang baksonya. Eh, tapi nanti kemakan ngga ya?". Sayangnya, pemikiran itu hanya muncul sekali saja, lantas saat saya dan Keke asyik bercerita tentang hal-hal yang menarik bagi wanita, saya seketika lupa untuk membawa pulang bakso tersebut untuk suami.
Begitu tiba di rumah, dan suami sudah pulang, saya dengan wajah berseri cerita ke suam…

Pekerjaan Impian

Beberapa menit lalu tidak sengaja membaca sebuah tulisan dari temannya teman. Topik menarik dengan sebuah pertanyaan yang menyentil "What is your dream job?". Jika pertanyaan tersebut dilontarkan kepada saya beberapa tahun silam, mungkin akan sulit untuk menjawabnya. Banyak sekali yang saya minati, dan banyak juga yang saya inginkan. Saya ingin menjadi penulis, ingin juga menjadi fotografer, lalu juga ingin menjadi pemilik agen travel. Beberapa pekerjaan yang saya impikan secara serius salah satunya adalah keliling dunia menonton konser-konser musisi hebat dan mendokumentasikannya. Saya ingin menjadi fotografer panggung.Tahun demi tahun berlalu, kisah demi kisah terlewati. Ada pengalaman baru yang membuat mimpi tersebut menjadi berkembang. Berkembang ke arah tidak terlalu ngoyo alias saya pasrahkan mimpi tersebut dengan pemikiran, yang penting saya mengerjakan sesuatu yang memang saya senangi. Beruntung, di tahun 2013 awal, saya sempat bekerja paruh waktu sebagai reporter ku…