Skip to main content

Constructive Criticism






A : "Foto kamu biasa aja.."
(ziiiiiiiiing, tidak ada penjelasan lebih lanjut)
B : "..........."

Here's my thought, So what?
It doesn't mean that i don't like being criticized, but i prefer constructive criticism.

In fact, I'm not that skillful, somehow (borrow ideas from my friend) I captured with my heart. So, no matter what people say, I'd surely tell them I love my works.

No offense with my response towards your critic, I just want you to know that constructive criticism might be better.

Cheers,
Nanosoigeboi

Comments

dheaditya's said…
well,
dalam kritik tentu terdapat diskusi, melihat kolom dialog, si B hanya terdiam,aku tidak bisa begitu menyalahkan A akibat dari kritiknya yang tidak menjelaskan.

you should ask them why, na,
dari situ pasti muncul diskusi berkepanjangan dan fotografi kamu bisa lebih berkembang..
hmmm, oke, mungkin inisiatif aku untuk itu masih blm ada...
okayo dheah, terimakasih atas saran dan kritiknya...

:D :D
dheaditya's said…
iya
baiklah tenang saja na
semakin kamu berkarya dan dikritik, bakal semakin maju dan luas cara pandang kamu
ah, nana biasa aja...
hihihihi...
jadi inget pas aku ngomentarin foto club80's kamu, "kok fotonya goyang?" trus kamu langsung ngambek berhari hari....
hehehehehehe.....
nasrul akbar said…
gosip-gosipnya nih yah...

si B itu adalah nasrul akbar alias MBAH RUL!!!

OMG...
aku ga ngambek berhari-hari ko, itu mah emang udah sentimen aja ama fransis.. ditambah fransis bilang kaya gitu dan ditambah ternyata hasil foto fransis goyang2... hahahaha.. ya udah lah yaaa, intinya sih, aku menerima kritikan asal jelas ujung pangkalnya... sippo...

semangat untuk semua...
no offense

Popular posts from this blog

Lupa Telah Bersuami

Kehidupan rumah tangga ini sepertinya akan sangat menyenangkan dan penuh tantangan. 
Kenapa? Karena saya menghabiskan setengah bulan di Yogyakarta, bersama suami, dan setengah bulan tanpa suami di Bandung.
***
Pertengahan sampai akhir Maret lalu, saya di rumah suami. Suatu hari, saya kedatangan tamu dari kampung sebelah, Keke Ode Naomi, yang adalah teman suami juga. Tepat ketika Keke datang, suami saya sedang pergi melatih merpati-merpati kesayangannya untuk terbang. Kami pun memutuskan untuk pergi ke tempat bakso favorit saya, Bakso Ronayan.
Saat menguyah bakso, sebenarnya saya sempat berpikir, "Hmmm, kayanya bisa sih dibungkus dan dibawa pulang baksonya. Eh, tapi nanti kemakan ngga ya?". Sayangnya, pemikiran itu hanya muncul sekali saja, lantas saat saya dan Keke asyik bercerita tentang hal-hal yang menarik bagi wanita, saya seketika lupa untuk membawa pulang bakso tersebut untuk suami.
Begitu tiba di rumah, dan suami sudah pulang, saya dengan wajah berseri cerita ke suam…

Perjodohan

Semua percakapan konyol ini dimulai disaat saya sedang membujuk rayu tante saya untuk memberikan saya kado di hari ulang tahun saya nanti. Ya, seperti biasa, saya selalu meminta kado dari mereka semua. hahaha.. Walaupun tidak semuanya yang menyanggupi, tapi ya apa salahnya dicoba? :D

Tante : "Kamu udah mau umur berapa? 21 ya?"
Nana :"Iya nih"
Tante :"Ih, tua ya kamu. Udah punya pacar belum??"
Nana :*cengengesan* "belum ahhh"
Om :"Heh, udah umur 21, kalo belum dapet pacar, nanti susah lhoo.. makanya cari dong pacarrr!"
Nana :"ihh, kaya yang gampang aja nyari pacar teh"
Om :"Yaa, cari ajaa pokonyaa"
Nana :"Yee, emangnya combro, gampang dicarinyaa"
Mama :"Ya udah, nanti kalo kamu ga dapet, nanti mama jodohin ama temen mama"
Tante :"Iya, kalo ga, sama saudara-saudara nenek aja tuh. Ada yang minta cariin waktu itu. Tapi nenek bingung, masa mau ngejodohin sama si nisa(sepupu saya), kan …

Mahasiswa

"Mahasiswa itu banyak bohongnya, bu"

Begitulah kira-kira yang dikatakan oleh seorang petinggi di kampus kepada ibu saya.
Yaa, mahasiswa memang banyak sekali akalnya. Mulai dari cara mendapatkan nilai bagus dengan "cara anak sma" banget, sampai-sampai ada yang melakukan hal yang dapat SANGAT merugikan orang-orang yang jujur.

Dan hal itu terjadi pada saya.
Sebenernya sih saya sudah tidak mau lagi membahas masalah ini. Tapi karena satu dan lain hal, akhirnya saya memutuskan untuk menuliskannya di blog curhat ini.
Waktu itu, saat Ujian Tengah Semester hari kedua (Teori-teori Politik), saya mendadak tidak enak badan. Awalnya hanya pusing dan pegel-pegel aja.
Kemudian berlanjut ke demam tinggi dan sampai pada kesimpulan kalo saya terkena CAMPAK.
Wow. sangat menyebalkan sekali.
Sakit itu datang tidak pada waktunya.
Tapi mau gimana lagi? Saya tidak bisa menolaknya, toh karena walaupun saya tidak mau terkena campak, saya akan tetap terkena itu kan?

Akhirnya karena merasa tidak kuat, …