Skip to main content

Lazy Day Afternoon

Just another lazy (busy) day afternoon


Virus Take Home Test sedang menggerogoti seluruh jiwa dan raga saya. Virus ini memang selalu datang disaat-saat kampus memberikan kami beberapa waktu untuk menguji kepintaran dan kecerdikan kami. Dan setiap virus itu datang, tempat persembunyian saya selalu menjadi hancur berantakan seolah-olah terserang bom yang sama dengan Hiroshima dan Nagasaki. Tidak hanya itu, otak saya pun menjadi hancur terbelenggu oleh virus menyebalkan namun menantang ini.

Berikut adalah hasil reportase saya terhadap tempat persembunyian seorang nanasoigeboi yang sedang tidak asoi tapi memang selalu tidak asoi (hahahhahahahhahahaa).

(Tempat tidur yang berantakan yang akan selalu diprotes oleh Ayah tercinta,
beserta buku-buku yang berserakan di karpet yang sudah lama tidak dibersihkan)


(Meja belajar yang tidak pernah digunakan sesuai dengan fungsinya)

(Seperangkat komputer yang baru saja naik pangkat- kecepatan dan kapasitasnya-
beberapa waktu yang lalu)




Tapi ternyata virus menyebalkan itu ternyata juga membuat saya sedikit menemukan secercah cahaya dalam kegelapan saya mencari jawaban atas pertanyaan yang selalu saya tanyakan pada diri saya. Pertanyaannya berbunyi sama persis dengan gambar dibawah ini.


Sepertinya saya menemukan ke(benar-benar)tertarikan saya dalam suatu bidang yang mungkin akan bermanfaat untuk skripsi dan juga pekerjaan saya nantinya. Apakah itu gerangan? Haha, ask me if you want. ;)

Baiklah baiklah, cukup sudah saya meracaunya. Saatnya kembali mengerjakan EPP agar cepat bermain The Sims3 lagi, :D .

Ciao!


Comments

Popular posts from this blog

Pekerjaan Impian

Beberapa menit lalu tidak sengaja membaca sebuah tulisan dari temannya teman. Topik menarik dengan sebuah pertanyaan yang menyentil "What is your dream job?". Jika pertanyaan tersebut dilontarkan kepada saya beberapa tahun silam, mungkin akan sulit untuk menjawabnya. Banyak sekali yang saya minati, dan banyak juga yang saya inginkan. Saya ingin menjadi penulis, ingin juga menjadi fotografer, lalu juga ingin menjadi pemilik agen travel. Beberapa pekerjaan yang saya impikan secara serius salah satunya adalah keliling dunia menonton konser-konser musisi hebat dan mendokumentasikannya. Saya ingin menjadi fotografer panggung.Tahun demi tahun berlalu, kisah demi kisah terlewati. Ada pengalaman baru yang membuat mimpi tersebut menjadi berkembang. Berkembang ke arah tidak terlalu ngoyo alias saya pasrahkan mimpi tersebut dengan pemikiran, yang penting saya mengerjakan sesuatu yang memang saya senangi. Beruntung, di tahun 2013 awal, saya sempat bekerja paruh waktu sebagai reporter ku…

Rabu Asoi

Tidak perlu khawatir apabila seharian harus tinggal dirumah. Karena ada kegiatan asoi yang bisa kita lakukan. Yang dibutuhkan adalah, dinding putih tanpa poster, laptop/komputer, speaker, dan proyektor! Yiha! Dengan keempat barang itu kita bisa melakukan kegiatan asoi di kamar sendiri. Bahkan tidak perlu datang ke bioskop-bioskop terdekat untuk menonton dengan asoi.
Awalnya cuma berniat mencoba menghubungkan netbook ke proyektor karena besok ada seorang teman yang akan meminjam netbook saya untuk sidang skripsinya. Kemudian lampu kamar saya matikan, gorden jendela saya tutup, proyektor saya nyalakan, video diputar, lalu speaker dicolokkan. Jadilah saya menonton video-video dengan perasaan penuh keasoian. 
Ayo kita buat "bioskop" sendiri di kamar! hahay.

Selamat hari rabu!

Lupa Telah Bersuami

Kehidupan rumah tangga ini sepertinya akan sangat menyenangkan dan penuh tantangan. 
Kenapa? Karena saya menghabiskan setengah bulan di Yogyakarta, bersama suami, dan setengah bulan tanpa suami di Bandung.
***
Pertengahan sampai akhir Maret lalu, saya di rumah suami. Suatu hari, saya kedatangan tamu dari kampung sebelah, Keke Ode Naomi, yang adalah teman suami juga. Tepat ketika Keke datang, suami saya sedang pergi melatih merpati-merpati kesayangannya untuk terbang. Kami pun memutuskan untuk pergi ke tempat bakso favorit saya, Bakso Ronayan.
Saat menguyah bakso, sebenarnya saya sempat berpikir, "Hmmm, kayanya bisa sih dibungkus dan dibawa pulang baksonya. Eh, tapi nanti kemakan ngga ya?". Sayangnya, pemikiran itu hanya muncul sekali saja, lantas saat saya dan Keke asyik bercerita tentang hal-hal yang menarik bagi wanita, saya seketika lupa untuk membawa pulang bakso tersebut untuk suami.
Begitu tiba di rumah, dan suami sudah pulang, saya dengan wajah berseri cerita ke suam…