Skip to main content

(Mencoba Untuk) Kembali Bersinar

"Mereka pasti udah punya rencana Na, jadi kamu ga usah terlalu khawatir.. Yang harus kamu lakukan adalah laksanakan tanggung jawabmu untuk kuliah.."

Kata-kata itu bagaikan air yang menghilangkan dahaga ku.
Masalah demi masalah semakin membanjiri pikiran ini.
Belum selesai yang ini, muncul yang itu.
Sering aku bertanya-tanya, sampai kapan aku di uji oleh Nya?
Mengapa semakin hari semakin banyak hal yang membuatku semakin lemah?

Tapi hari ini, aku mencoba untuk kembali bersinar.
Semua nasihat dan hiburan dari nya akan kusimpan dalam pikiran dan hatiku, sebagai petunjuk dikala aku merasa terjatuh.
Ya, aku akan berusaha untuk melakukan yang terbaik.
Untuk ku dan mereka.

Hidup memang seperti bola.
Kadang kita berada di atas, kadang kita berada di bawah.
Masalah-masalah itu datang agar kita bisa belajar untuk menjadi lebih kuat dalam menghadapinya.
Masalah jangan dihindari, tapi harus dihadapi.

Yakinlah, semua akan baik-baik saja.



Special Thanks to Mbahrul,
You make me feel better.
:)

Comments

dheaditya's said…
Ariana,
perlahan kamu no longer tubil.

hihihi.
benar itu kamu punya kata, masalah itu jgn dihindari, tapi dihadapi.

sering2 kamu curhat sama mbahrul..
he's really inspiring actually.

seneng ya punya teman seperti ituu..
:D

keep smiling Ariana..

Popular posts from this blog

Mahasiswa

"Mahasiswa itu banyak bohongnya, bu"

Begitulah kira-kira yang dikatakan oleh seorang petinggi di kampus kepada ibu saya.
Yaa, mahasiswa memang banyak sekali akalnya. Mulai dari cara mendapatkan nilai bagus dengan "cara anak sma" banget, sampai-sampai ada yang melakukan hal yang dapat SANGAT merugikan orang-orang yang jujur.

Dan hal itu terjadi pada saya.
Sebenernya sih saya sudah tidak mau lagi membahas masalah ini. Tapi karena satu dan lain hal, akhirnya saya memutuskan untuk menuliskannya di blog curhat ini.
Waktu itu, saat Ujian Tengah Semester hari kedua (Teori-teori Politik), saya mendadak tidak enak badan. Awalnya hanya pusing dan pegel-pegel aja.
Kemudian berlanjut ke demam tinggi dan sampai pada kesimpulan kalo saya terkena CAMPAK.
Wow. sangat menyebalkan sekali.
Sakit itu datang tidak pada waktunya.
Tapi mau gimana lagi? Saya tidak bisa menolaknya, toh karena walaupun saya tidak mau terkena campak, saya akan tetap terkena itu kan?

Akhirnya karena merasa tidak kuat, …

Lupa Telah Bersuami

Kehidupan rumah tangga ini sepertinya akan sangat menyenangkan dan penuh tantangan. 
Kenapa? Karena saya menghabiskan setengah bulan di Yogyakarta, bersama suami, dan setengah bulan tanpa suami di Bandung.
***
Pertengahan sampai akhir Maret lalu, saya di rumah suami. Suatu hari, saya kedatangan tamu dari kampung sebelah, Keke Ode Naomi, yang adalah teman suami juga. Tepat ketika Keke datang, suami saya sedang pergi melatih merpati-merpati kesayangannya untuk terbang. Kami pun memutuskan untuk pergi ke tempat bakso favorit saya, Bakso Ronayan.
Saat menguyah bakso, sebenarnya saya sempat berpikir, "Hmmm, kayanya bisa sih dibungkus dan dibawa pulang baksonya. Eh, tapi nanti kemakan ngga ya?". Sayangnya, pemikiran itu hanya muncul sekali saja, lantas saat saya dan Keke asyik bercerita tentang hal-hal yang menarik bagi wanita, saya seketika lupa untuk membawa pulang bakso tersebut untuk suami.
Begitu tiba di rumah, dan suami sudah pulang, saya dengan wajah berseri cerita ke suam…

Pekerjaan Impian

Beberapa menit lalu tidak sengaja membaca sebuah tulisan dari temannya teman. Topik menarik dengan sebuah pertanyaan yang menyentil "What is your dream job?". Jika pertanyaan tersebut dilontarkan kepada saya beberapa tahun silam, mungkin akan sulit untuk menjawabnya. Banyak sekali yang saya minati, dan banyak juga yang saya inginkan. Saya ingin menjadi penulis, ingin juga menjadi fotografer, lalu juga ingin menjadi pemilik agen travel. Beberapa pekerjaan yang saya impikan secara serius salah satunya adalah keliling dunia menonton konser-konser musisi hebat dan mendokumentasikannya. Saya ingin menjadi fotografer panggung.Tahun demi tahun berlalu, kisah demi kisah terlewati. Ada pengalaman baru yang membuat mimpi tersebut menjadi berkembang. Berkembang ke arah tidak terlalu ngoyo alias saya pasrahkan mimpi tersebut dengan pemikiran, yang penting saya mengerjakan sesuatu yang memang saya senangi. Beruntung, di tahun 2013 awal, saya sempat bekerja paruh waktu sebagai reporter ku…