Skip to main content

antara persahabatan dan profesional

Baru-baru ini saya ditawarin buat memegang sebuah jabatan di suatu organisasi. Organisasi dimana bertebaran sahabat-sahabat saya. Well, sebenernya organisasi ini lebih tepat dibilang sebuah komunitas/kelompok sih. Jadi, hubungan sesama anggotanya juga cukup akrab.

Sebenernya, kalo boleh jujur, aku mau aja sih kalo diminta untuk memegang jabatan itu. Ya, baru sekedar mau aja sih. Tapi, saya juga ga tau, mampukah saya menjalankan segala bentuk tanggung jawabnya, dan menanggung segala konsekuensi atas keputusan saya tersebut? haaaha. Sampai saat ini pun saya ga tau.

Saya pernah ditawarin juga buat memegang sebuah jabatan untuk sebuah acara. Ya, gag setinggi jabatan ini sih. Hanya sebagai Koordinator Divisi. Tawaran tersebut langsung saya terima tanpa berpikir dua kali. Salah ga sih? Ya, ga tau ya apa menurut kalian salah atau ga. Tapi yg jelas, hasil dari keputusan saya itu, menurut saya sangat mengecewakan. Kenapa saya bilang begitu? Ya karena memang itulah kenyataannya. Kinerja Divisi bisa dibilang gagal. Yang salah sih bukan anak-anaknya. Tapi ya saya. Saya tidak pernah bisa tegas dalam mengambil keputusan, saya selalu dapat dipengaruhi orang lain, saya gag konsisten dalam bertindak, saya selalu "iya iya" saja kalo disuruh sama si ketua acaranya tapi saya gag memperhitungkan bagaimana kinerja divisi kami, saya terlalu santai, dll. Mungkin, bisa dibilang, saat itu saya sama sekali tidak memiliki wibawa didepan anak-anak divisi saya.

Lalu, kalian mungkin berpikir, apa hubungannya cerita barusan sama persahabatan? Ya, kebetulan yang (awalnya) menyenangkan, dalam divisi tersebut, saya bekerja dengan teman-teman dekat saya juga. Ya, awalnya saya kira menyenangkan. Tapi, akhirnya saya merasa tidak seperti itu. Saya juga ga tau kenapa saya ngerasa seperti itu. Hmm.. sebenernya saya tau, tapi saya tidak tau bagaimana menuliskannya di blog ini. Yang pasti, karena jabatan tersebut, ada cukup banyak konflik (kecil) yang terjadi diantara kami. Dan semua itu adalah faktor Kesalahpahaman.

Dengan keadaan yang seperti ini, saya semakin ragu untuk menerima tawaran tersebut. Pasti masih banyak orang-orang yang lebih berpotensi daripada saya. Saya hanya tidak mau persahabatan saya dengan mereka menjadi "aneh" cuma karena pekerjaan.
Mungkin kalian berpikir, wah, tidak dewasa sekali orang ini. Ya sudah lah, ga papa. Karena dalam hidup ini seseorang pasti dihadapkan dengan pilihan. Dan untuk pilihan ini, saya lebih memilih sahabat-sahabat saya.

love,
nana

Comments

dheprimdity said…
wahh,nampaknya hal ini terus membayangi anda.

sahabat akan tetap seperti sahabat because it lasts forever.

sebuah keprofesionalan akan timbul dikala hati tak tercampur logika.

jgn salahkan jabatan yg datang kepada anda,bu. dunia itu smakin lama kita jejaki akan smakin luass..

tetaplah melangkah. with or without US, your lovely and cute friend.


regards,
dheprimdity.
Ariana Hayyulia said…
heuheu. yaa.. itu lah dhe.. aku tipe orang yg suka memikirkan hal yg sebenernya tak perlu dipikirkan..

tapi, aku seneng ko dhe, waktu itu kerja ama kalian. walaupun ada beberapa konflik. tapi, itu semua berjudulkan : proses pendewasaan..

:)

Popular posts from this blog

Jangan Lari!

Masalah Semua orang pasti punya masalahnya masing-masing Tinggal bagaimana cara mereka menghadapi masalah itu Akankah mereka lari? Atau mereka bertahan, dan mencoba untuk memperbaikinya Seiring berjalannya waktu, semakin dewasa kita, maka semakin banyak pula masalah-masalah yang berdatangan. Masalah yang seharusnya kita hadapi agar kita bisa belajar menjadi seseorang yang lebih kuat lagi namun sering kali secara sadar maupun tidak, kita malah menghindarinya. Pernah ga kalian merasa seperti ini? Disaat kalian disakiti atau dikecewakan oleh orang lain, kemudian kalian merasa muak atau lelah, dan ingin pergi jauh dari orang tersebut, kemudian mencari orang baru yang menurut kalian akan lebih baik dari orang yang mengecewakan tersebut. Coba cermati kemudian renungkan kalimat ini : New people are only new for a day. After that they're just people. Who will excite you, disappoint you, scare you a little bit. And when that happens, It's good for avoiding things. But, the problem is yo...

Morning Glory

Wow, pagi ini sungguh cerah! Pagi-pagi ketemu mama yang baru pulang dari jalan-jalannya, kemudian mendapatkan gelang baru sebagai oleh-oleh. Horee! Sesudah merampok gelang, saya pun merampok dompet mama saya. Jadi sekarang saya juga punya dompet baruu, dompet cewe-cewe gituu. Hihi. Keseruan dan kesenangan saya pagi ini tidak cukup hanya sampai disitu. Saya pun mengundang Doraemon untuk menemani saya saat sedang browsing internet ;) Ah, manis sekali dia, mau menemani saya di pagi yang cerah ini.. :) Yaya, selamat pagi semuanyaaa... Semoga pagi ini kalian juga mendapat keseruan seperti yang saya dapatkan! Ohya, pagi ini The Killers bertanya pada saya "Are we human or are we dancer?" :D Sampai jumpa di kehidupan nyata!!

Perjodohan

Semua percakapan konyol ini dimulai disaat saya sedang membujuk rayu tante saya untuk memberikan saya kado di hari ulang tahun saya nanti. Ya, seperti biasa, saya selalu meminta kado dari mereka semua. hahaha.. Walaupun tidak semuanya yang menyanggupi, tapi ya apa salahnya dicoba? :D Tante : "Kamu udah mau umur berapa? 21 ya?" Nana :"Iya nih" Tante :"Ih, tua ya kamu. Udah punya pacar belum??" Nana :*cengengesan* "belum ahhh" Om :"Heh, udah umur 21, kalo belum dapet pacar, nanti susah lhoo.. makanya cari dong pacarrr!" Nana :"ihh, kaya yang gampang aja nyari pacar teh" Om :"Yaa, cari ajaa pokonyaa" Nana :"Yee, emangnya combro, gampang dicarinyaa" Mama :"Ya udah, nanti kalo kamu ga dapet, nanti mama jodohin ama temen mama" Tante :"Iya, kalo ga, sama saudara-saudara nenek aja tuh. Ada yang minta cariin waktu itu. Tapi nenek bingung, masa mau ngejodohin sama si nisa(sepupu sa...