Skip to main content

Posts

Keluar

Tidak cukupkah 2 tahun untukmu bergelut dengan pikiran itu? Terjebak di dalam sebuah ruangan sempit dan gelap tanpa ada seorang pun teman yang bisa kau percaya? Lihatlah keluar, hiruplah udara segar itu. Memang aku tidak bisa menjamin bahwa kau tidak akan terluka lagi, tapi setidaknya jadi kuatlah! Luka itupun lama-lama akan kering. Bekasnya bisa kau jadikan pelajaran, agar lebih berhati-hati ketika bermain di luar sana. Keluarlah! Banyak hal hebat yang menantimu!

5 Tahun Lagi?

"In five years time, I might not know you In five years time, we might not speak In five years time, we might not get along In five years time, you might just prove me wrong" 5 Years Time - Noah and The Whale Sekitar tahun 2010, terlintas sebuah pertanyaan random , "5 tahun lagi, kita masih bakal kumpul-kumpul gini ga ya?" Foto di atas, diambil di sebuah restoran cepat saji di kawasan simpang Dago. Di upload  ke facebook  tanggal 15 Agustus 2010. Sekarang? Tahun 2015. Sudah masuk tahun ke 5 sejak pertanyaan tersebut dilayangkan. Saat ini, I Gusti Ngurah Krisnu Maruti (pria gondrong di sebelah kiri) sudah kembali ke kampung halamannya, Bali. Menjadi seorang fotografer pada sebuah surat kabar lokal di pulau tersebut. Di sebelahnya, Astrid Reniza, sudah lulus S2 dan juga sedang berada di Bali. Dengan pekerjaan yang sangat disukainya, berhubungan dengan binatang tentunya. Kemudian yang paling kanan adalah Nasrul Akbar, pria tertua di foto ini. Mem...

Sementara #2

Mungkinkah cinta itu seperti matahari? Yang akan digantikan oleh bulan ketika malam menjelang. Apakah cinta itu seperti satu gelas teh hangat? Yang tetap akan habis meskipun kau menikmatinya secara perlahan. Atau mungkin saja cinta seperti batu? Yang akan terkikis ketika terus menerus ditetesi air. Lalu, apakah ini berarti cinta itu memang bersifat sementara? Yang akan lenyap begitu saja, tanpa adanya peringatan.

Sementara

Mencintaimu.. Tidak perlu berbagai macam alasan.. Mencintaimu.. Hanya membutuhkan rasa aman dan juga nyaman.. Tidak peduli apa yang akan dikatakan orang tentang kita Tidak peduli seberapa sering aku marah karena kau acuhkan Perasaanku (mungkin-atau biasanya) akan tetap sama Sama sampai rasa aman dan nyaman itu hilang Maafkan perasaanku Dia memang terlalu sentimentil Kau tak perlu risau karenanya Dia hanya bersifat sementara

Sabarlah Menanti

Perjalanan ini ternyata penuh tanya Pencarian makna tak kunjung mereda Rasa khawatir pun terus melanda Menanti jawaban yang membutuhkan aksi nyata Haruskah terus aku kayuh kapal ini? Meski daratan tak kunjung menghampiri? Menembus badai yang kian menguat Melewati waktu yang terasa melambat Kemudian kudengar lembut suara hati yang meminta untuk tidak berhenti "sabarlah engkau menanti, hadirnya sang mentari yang akan mengajakmu menari menyambut datangnya sang pagi" -- Berhentilah berlari, ada yang menunggumu di sini.

Dari Sebuah Kabar

Mimpi ini tidak pernah mati. Itulah yang seharusnya terjadi. Semakin hari bisa berapi-api. Karena dia lah yang mematikan sepi. Namun ketika muncul resah dalam hati, Berikanlah pertanyaan pada diri, Apakah memang ini mimpi yang dinanti? Ini bukan lagi perihal romansa, namun tetap menyangkut asa dan rasa. Datang lagi sebuah kabar, dari yang sudah lama tidak bercengkrama. Kota ini akan kembali ditinggalkan, demi sebuah mimpi yang tak kunjung pudar. Jaraknya memang tidak terlalu jauh, namun setiap manusia yang memutuskan untuk pergi ke sana, seolah tidak pernah kembali. Hanya kembali, di saat mereka benar-benar melepaskan semua yang telah digenggam di dalam kota yang penuh akan hiruk pikuk manusia itu. Lantas tercetus sebuah pertanyaan, "haruskah mengikuti langkah mereka?"

Be your self

Mungkin memang petuah " be your self " itu tidak boleh diacuhkan begitu saja. Ya, sudah jelas dan pasti bahwa tidak ada orang yang tidak familiar dengan petuah tersebut. Beberapa diantaranya mungkin sudah bosan untuk mendengarkannya. Tapi pertanyaannya, apakah kita sudah benar-benar melakukan hal itu dengan sepenuh hati? Alih-alih tidak ingin dikecewakan atau tidak ingin dipandang seperti begini ataupun begitu, tidak jarang orang mengeluarkan sikap diluar kebiasaannya. Orang yang sebenarnya sangat menyenangkan, hangat, dan ramah, bisa saja tiba-tiba menjadi sangat kaku, pendiam, dan penuh curiga.  Orang yang sebenarnya penuh dengan ide-ide menarik, wawasan yang luas, bisa tiba-tiba menjadi sangat membosankan, atau terkesan angkuh.  Terlalu banyak informasi yang diserap dari luar pun tidak begitu bagus. Informasi itu akan sangat bagus ketika dijadikan sebagai referensi dalam pengambilan keputusan. Tapi tetap saja keputusan harus sesuai dengan apa yang dirasakan ol...