Skip to main content

Posts

Be your self

Mungkin memang petuah " be your self " itu tidak boleh diacuhkan begitu saja. Ya, sudah jelas dan pasti bahwa tidak ada orang yang tidak familiar dengan petuah tersebut. Beberapa diantaranya mungkin sudah bosan untuk mendengarkannya. Tapi pertanyaannya, apakah kita sudah benar-benar melakukan hal itu dengan sepenuh hati? Alih-alih tidak ingin dikecewakan atau tidak ingin dipandang seperti begini ataupun begitu, tidak jarang orang mengeluarkan sikap diluar kebiasaannya. Orang yang sebenarnya sangat menyenangkan, hangat, dan ramah, bisa saja tiba-tiba menjadi sangat kaku, pendiam, dan penuh curiga.  Orang yang sebenarnya penuh dengan ide-ide menarik, wawasan yang luas, bisa tiba-tiba menjadi sangat membosankan, atau terkesan angkuh.  Terlalu banyak informasi yang diserap dari luar pun tidak begitu bagus. Informasi itu akan sangat bagus ketika dijadikan sebagai referensi dalam pengambilan keputusan. Tapi tetap saja keputusan harus sesuai dengan apa yang dirasakan ol...

Awas terjatuh!

Rasanya bagaikan anak kecil yang dibiarkan berjalan sendiri, namun belum juga terjatuh, sudah diteriaki "hati-hati nak, awas kamu terjatuh!". Sontak anak itu akan terkejut, dan mulai meragukan langkahnya. Kemudian ketika suasana sudah agak tenang, sang anak berjalan lagi pelan-pelan, namun penuh ekspresi. Sang ibu menganggapnya sebagai pertanda bahwa anak ini akan mulai berlari. "Jangan berlari nak! Pelan-pelan! Nanti kamu terjatuh! Nanti kamu sakit!". Sang anak sontak akan menghentikan langkahnya lagi, dan mulai berjalan pelan kembali. Ketika pada akhirnya, sang anak tidak pernah merasakan sakitnya jatuh, dan ketika sang ibu tidak mengawasi, ia pun terjatuh begitu kerasnya. Ketika itu terjadi, terbayangkah bagaimana perasaan sang anak? Entahlah, apakah analogi ini bisa mewakili segenap perasaannya.

Kamu lagi Pagi

Pagi membangunkanku dari selimut mimpi Mengajakku menari menghentakkan kaki Menyusun irama yang membuatku berseri Tak pernah ingin aku membiarkannya berlari Pagi jangan pergi Aku tak mau disini sendiri Cukup lelah untuk terus menanti Nada merdu yang menyenangkan hati

Ah Pagi

Jika kamu tanya mana yang lebih kusuka, pagi atau malam, akan kujawab dengan lantang, Pagi! Sebelumnya aku tidak begitu mengerti mengapa aku bisa sesuka itu dengan pagi. Banyak lagu yang membawakan tema tentang pagi yang kemudian aku jadikan lagu favorit. Aku suka pagi, entah apa alasannya.  Pagi seolah selalu membawa keceriaan dalam hariku. Peran pagi sangat penting dalam berlangsungnya aktifitasku. Terkadang, kalau pagiku tidak baik, maka akan sulit bagiku memperbaikinya seharian itu. Pagi dengan langit yang biru, matahari yang bersinar tanpa ditutupi awan, dan awan-awan putih menggumpal, bisa membuatku tidak berhenti tersenyum. Ah, aku suka pagi yang cerah. Aku suka pagi, tapi tidak berarti aku membenci malam. Aku suka malam, tapi aku jauh lebih suka pagi. Lagi-lagi masih tanpa alasan yang jelas, yang aku tahu hanya kecintaanku akan pagi, itu saja. Hari ini, aku sudah melakukan aktifitas dari pagi, keluar rumah bertemu kerabat dan memenuhi kewajibanku. Cerah cua...
Akan tiba saatnya nanti, aku membangunkan mu untuk sarapan. Menyediakan secangkir kopi dan sepiring sandwich untuk memulai aktifitasmu. Kau pun akan tersenyum lembut sambil menatap mataku pagi itu. Pada saat itulah kita akan merasa menjadi orang yang paling beruntung. Aku karena ada kamu, kamu karena ada aku. Di pagi itulah kita akan bersama-sama mengucapkan syukur atas apa yang Tuhan berikan dan jalan yang telah Dia tunjukkan. Akan tiba saatnya nanti, terkuak rahasia ilahi, sehingga aku tidak mengingatmu secara samar lagi :)

Melawan Mimpi Buruk

Mimpi itu kembali menghantui tidur lelapku. Cukup buruk, bahkan sangat buruk untuk kembali kuingat. Dia bangkit dari kematiannya, oh pernahkah kalian bermimpi yang lebih buruk dari kebangkitan seseorang dari kematiannya? Baru kali ini, sahut pikiran menjawab pertanyaanku sendiri. Aku bahkan tidak mengerti mengapa mimpi buruk itu datang menghampiri tidurku lagi. Sudah lama aku tidak memikirkan kenangan itu, sudah lama kubuang jauh ditempat yang tidak bisa digapai oleh bahkan orang tertinggi didunia sekalipun. Namun hanya karena sebuah bunga tidur yang baunya sudah tidak menyenangkan lagi, kenangan lama itu kembali mengisi ruang kosong dipikiranku.  Jangan berharap aku akan menceritakan kembali tentang apa kenangan itu, karena bahkan yang kuingat hanyalah itu adalah kenangan buruk yang mampu membuatku menjadi lebih kuat. Bahkan inti ceritanya saja sudah aku lupakan. Untuk apa kuingat? Toh aku sudah berhasil mengambil kesimpulan dari segala kisah yang pernah terukir didalam hidup...

Sepi

Telah lama tak terangkai kata Selama itu pula hati telah menepi Kembali mencoba temukan makna Dari semua yang telah terjadi Tidakkah kau lihat pertanda? Nyanyiannya berubah sepi Menghilangkan secercah cahaya Dari sebuah kamar yang sunyi Beterbangan berbagai tanya Yang bersemayam didalam diri Kemanakah dia akan membawa Jasad jiwa yang telah mati